
Didalam ruangan, Reyhan mengusap telapak tangan sambil meniupinya. Tempat ini sejuk tapi Reyhan berkeringat dingin, Rian dan sang papa menjadi dayang-dayang dadakan yang mengipasi Reyhan agar tak bercucuran berkeringat.
"Tarik nafas terus buang"Rian berucap
Reyhan mengikuti ucapan sang om dan melakukannya berulang kali. Dia bergidik, benar-benar tidak bisa tenang. Jantungnya berpacu sangat kencang seperti ingin lepas dari tempatnya
"Tarik nafas lagi terus buang"ucap Niko
"Udah siap ngeden belum ?" ucap NALA bercanda
Seketika pipi Nala mendapatkan cubitan dari sang abang
"Uluh uluh lucunya dedek abang"ucap Reyhan melupakan sejenak kecemasannya
"Abang sakit"Nala memegangi pipinya yang terasa panas
Dua pasangan yang entah bagaimana kelanjutan hubungannya tersebut meninggalkan kamar sang abang. Di lorong ruangan mereka bertemu dengan Nathan yang sedang asyik memakan cupcake. Laki-laki itu menjilati bibirnya yang terkena cream
"Eenak banget"ucapnya
Nathan melihat Nala dan Niko yang sedari tadi memperhatikannya, namun dia berusaha untuk cuek dan berlalu pergi meninggalkan sang adik dan sang calon adik ipar. Berjalan masuk keruangan sang abang seraya berkata
__ADS_1
"Nanti dedek temani babang, oke"
Reyhan berjalan beriringan dengan sang adik untuk mendekati kursi dimana dia akan melangsungkan ijab qobul. Dari tempatnya duduk, Reyhan melihat seorang pria yang akan menjadi wali Diva. Beliau tampak seru berbincang dengan sang papa.
Di tempat lain orang-orang suruhan Nathan masih sibuk mencari Diva tanpa membuat siapapun curiga. Nathan sengaja tidak ingin memberi tahu siapapun tentang Diva yang menghilang secara tiba-tiba. Karena Nathan yakin tuan Teguh nggak akan berani macam-macam
Vito datang, menemani Reyhan seraya menyodorkan satu gelas air mineral
"Minum nih"ucap Vito
Reyhan menggeleng. Dan terus mengelus perutnya
"Mules sumpah mules banget tapi bukan mau bab"ucapnya
Sekitar setengah jam berlalu, host mulai memberi aba-aba lewat kalimatnya bahwa dua calon pengantin akan segera melangsungkan ijab qobul. Inilah detik-detik paling menegangkan bagi Reyhan
"Fokus Rey"bisik sang papa
Ketika semua wali beserta penghulu sudah siap di tempat yang sudah disediakan, kini seluruh tamu undangan pun turut menyaksikan bagaimana wajah tegang sang pengantin. Usai semua tenang kini host pun memanggil para braidsmaid
"Pengantin wanita diharap segera keluar"
__ADS_1
Tepuk tangan yang meriah menambah kemeriahan acara ijab qobul. Alunan Can't Help Falling in Love with you yang diiringi piano menjadi sambutan untuk Diva beserta pendamping pengantin. Namun ketika alunan musik dari piano selesai sang pengantin tak kunjung keluar, hal tersebut membuat Nathan menjadi gusar begitu pun dengan Reyhan yang semakin deg degan
"Aduh, sepertinya pengantin wanitanya belum selesai ya"ucap host dengan niat membuat suasana agar tidak terlalu tegang. Namun sudah dua kali alunan musik dari piano dimainkan sang pengantin wanita tak kunjung keluar membuat Nathan, Vito dan Niko saling melempar pandangan. Hal seperti ini seharusnya tak terjadi.
Namun ketika Nathan ingin beranjak dari tempat duduknya, alunan musik dari piano kembali berbunyi namun bukan dengan judul yang sama melainkan lantunan Marry Your Daughter. Dipertengahan alunan musik Diva berjalan di dampingi dengan sang papa. Darah Reyhan berdesir serta tubuhnya menghangat ketika mata mereka bertemu. Senyuman Diva tertular ke Reyhan, saat Diva berhenti di hadapan nya
"Cantik"ucap Reyhan sebelum mereka kembali duduk untuk melangsungkan moment sakral
Acara demi acara sudah berjalan dengan sangat lancar, tak hanya sepasang pengantin baru yang bahagia bahkan seluruh tamu undangan pun ikut serta. Begitupun dengan Adimas yang kini tengah asyik berbincang dengan besan barunya
"Kenapa diam aja ?"tanya Reyhan
"Nggak apa-apa"jawab Diva dengan senyum yang di sembunyikan
"Nanti malam kita mau ngapain ?"goda Reyhan
"Apaan sih mas pertanyaannya"Diva benar-benar di buat salah tingkah oleh sang suami
"Ehem ehem, ada jomblo nih"dengan asyiknya menggoda sang istri sampai tak melihat bahwa tamu undangan yang termasuk rekan kerjanya sudah berdiri di depan mereka
"Hehehe, makanya buruan nyusul"jawab Reyhan
__ADS_1
"Iya besok, kapan-kapan kalau inget"balasnya
"Cie yang entar malam belah duren"ucap rekan kerja yang lain sementara Reyhan hanya bisa tertawa seraya membalas jabatan tangan sang rekan