
Karena emosi yang sudah memuncak Nala membawa pulang motor balapannya, tanpa memarkirkan dengan benar Nala langsung masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam. Di otak nya hanya ada nama Nathan
"NATHAN dimana Lo ?"teriak Nala membuat sang papa dan sang Abang yang sedang menonton terkejut dengan teriakan sang anak bungsu
"Ada apa dek ? Pulang bukannya baca salam ini malah marah-marah ?"tanya Reyhan
"Abang akan tau jawabannya nanti, NATHAN keluar Lo"teriak Nala yang semakin kencang
Tanpa mengulang teriakannya Nathan keluar dari kamarnya dengan wajah baru bangun
"Ada apa sih dek ?"tanya Nathan seraya menuruni anak tangga
"Turun Lo cepat"Nala melepas tas dan jaketnya
"Pa kayak nya ada yang nggak beres ini"ucap Reyhan
"Hawa nya udah beda bang"balas Adimas
"Kayaknya ada yang mau duel pa" ucap Reyhan
"Abang pilih siapa ? Papa pilih Nala"ucap Adimas membuat sang anak terkejut dan menatap sang papa
"Papa bercanda nak"balas Adimas
"Dek, bicara yang sopan dong kenapa harus teriak-teriak kayak gitu"nasehat Adimas
"Nggak perlu bicara sopan sama cowok bajingan"melihat Nathan yang sudah turun dari tangga Nala langsung mendekati Nathan dan memberikan nya tinjuan di pipi kanan yang berhasil membuat Nathan terjatuh. Merasakan pedih di pipinya Nathan memegang ujung bibirnya yang sudah mengeluarkan darah segar
"Bangun Lo, gue tau Lo bukan cowok lemah"ucap Nala
Reyhan dan sang papa terkejut melihat pergerakan Nala yang cepat, apalagi Nala mampu memukul Nathan sampai Nathan terjatuh ke lantai. Reyhan berlari mendekati Nala dan sang papa berlari mendekati Nathan
"Lo kenapa sih La ? Kenapa Lo pukul gue ?"tanya Nathan
"Cowok bajingan kayak Lo pantas di habisi"Nala kembali meninju perut Nathan dengan emosi nya yang masih memuncak
"Adek udah"Reyhan memegang tangan Nala dengan sekuat tenaga
"Lepasin gue bang"Nala menarik keras badannya namun tenaganya masih kalah kuat dengan Reyhan
"Nala hentikan kegilaan kamu ini, Nathan ini Abang kamu nggak seharusnya kamu berbuat seperti ini"tegas Adimas
__ADS_1
"Nala nggak akan menghargai laki-laki bajingan seperti dia, gue nyesal punya kembaran kayak Lo"ucap Nala
"Nala"teriak Amanda dari depan pintu kamar
"Bunda"ucap Nala
"Bunda nggak pernah mengajarkan Nala bicara seperti itu nak, apa yang membuat Nala marah seperti ini ? Apapun yang terjadi kalian bersaudara bisa di bicarakan baik-baik bukannya menyalahkan takdir. Bunda nggak suka Nala bicara seperti tadi"ucap Amanda tegas
Nala hanya terdiam dan memberikan ponsel genggam Bella kepada sang bunda. Amanda membuka video yang sudah terlihat di layar, menonton secara langsung apa yang anak laki-laki nya ucapkan, bahkan Reyhan dan sang papa pun ikut mendengarkan ucapan Nathan dan Niko terhadap Ara. Setelah menonton video dari ponsel nya Bella, Amanda langsung terduduk lemah
"Bunda maafin Nathan bunda"ucap Nathan seraya mendekati sang bunda
"Jangan dekati bunda gue, jauh-jauh Lo"ucap Nala kesal
Adimas mendekati sang istri, memapahnya untuk duduk di sofa, sedangkan Reyhan datang membawakan air hangat untuk sang bunda
"Bunda, bunda nggak apa-apa kan ?"tanya Nala khawatir
"Bunda nggak apa-apa sayang"jawab Amanda
"Nathan, kenapa kamu tega melakukan hal seperti itu terhadap wanita ? Papa nggak pernah mengajarkan kamu seperti itu"tanya Adimas
"Maafin Nathan pa, Nathan akui Nathan salah pa"ucap Nathan
"Gue tau La, tapi sebenarnya obrolan Nathan sama Niko itu ada kelanjutannya pa"ucap Nathan
"Awalnya Nathan cuma menjalankan taruhan dari Niko tapi perasaan Nathan berbicara lain pa, Nathan benar-benar sayang sama Ara pa"ucap Nathan dengan tulis
"Apa kamu benar-benar menyayangi Ara nak ?"tanya Amanda
"Iya bunda, bahkan jika bisa di tukar biar Nathan yang sakit jangan Ara"jelas Nathan
"Jika kamu benar-benar menyayangi nya jangan pernah kamu sakiti dia, karena bunda nggak pernah mengajari kamu seperti itu bahkan ketika kamu ingin menyakiti perempuan kamu harus ingat bahwa kamu punya bunda dan adik yang juga perempuan nak"jelas Amanda
"Iya bunda"ucap Nathan
"Pesan bunda ini bukan hanya untuk Nathan tapi juga berlaku untuk Abang Reyhan"ucap Amanda
"Iya bunda"balas Reyhan
"Sekarang Nala udah dengar semuanya kan nak ?"tanya Amanda
__ADS_1
"Sudah bunda"jawab Nala
"Sekarang Nala minta maaf sama Abang Nathan nak"ucap Amanda
"Gue minta maaf"ucap Nala seraya menyodorkan tangannya dan di sambut dengan hangat oleh Nathan
"Minta maaf kok seperti itu sih dek ?"tanya Adimas
"Biarin"jawab Nala
"Pesan bunda untuk anak bungsu bunda yang satu ini. Apapun yang terjadi Nala harus bisa mengontrol emosi Nala nak, besok hari kelulusan dan Nala bukan lagi anak kecil"jelas Amanda
"Iya bunda"ucap Nala
"Assalamu'alaikum"ucap salam dari Aisyah yang baru pulang dari butik
"Wa'alaikumusalam"ucap seluruh keluarga
"Ada tamu ya Bun ?"tanya Aisyah seraya mencium tangan bunda nya
"Nggak, memang kenapa ?"tanya Amanda
"Itu motor siapa di depan ?"tanya Amanda kembali
"Iya bun ada motor gede warna hitam"Reyhan yang masih mengintip dari jendela
"Hehe, itu motor Nala bunda"ucap Nala
"Sejak kapan kamu bisa naik motor ? Motor gede lagi"tanya Amanda
"Sejak smp bunda, kakek yang ngajarin"jawab Nala
"Eh itu bibirnya Nathan kenapa ?"tanya Aisyah
"Biasa, tadi ada pertarungan sengit antara darat dan udara"jelas Adimas membuat Aisyah langsung mengerti
"Btw ini ponsel Lo dapat dari mana La ?"tanya Nathan
"Dari nodong"jawab Nala tanpa dosa
"HAH ?"semua keluarga terkejut mendengar jawaban Nala
__ADS_1
"Hehehe"Nala hanya bisa cengegesan melihat reaksi terkejut keluarganya