SUNSET

SUNSET
Part 78


__ADS_3

Seperti daun yang terbang tertiup angin begitupun Reyhan yang pergi tanpa tujuan . Berjalan mengikuti arus jalanan yang entah dimana titik hentinya , keluar dari rumah bukanlah kebiasaannya namun untuk malam ini harus dia lakukan karena jika berlama-lama dirumah hatinya akan semakin terluka


Menyetel musik menemani perjalanannya yang tanpa tujuan seraya menikmati angin malam , begitu banyak pasangan muda-mudi yang menyalip mobilnya sambil bermesraan


"Mereka fikir bagus apa uwu-uwuan di depan jomblo"gumam Reyhan


Namun beberapa saat kemudian gumaman kesal itu berubah menjadi senyuman jail disaat dia melihat motor seseorang yang dia kenali berjalan didepan mobilnya . Reyhan membunyikan klakson mobilnya untuk memberi tahu sang pemilik motor agar memberinya jalan , namun setelah diberi jalan Reyhan tak kunjung melaju melainkan terus saja membunyikan klakson mobilnya hingga membuat sang pemilik motor kesal dan menepi


Sang pemilik motor mendekati mobil Reyhan yang sudah ikut terparkir didekat motornya , mengetuk jendela mobil dengan emosi yang sudah memuncak


"Woy turun Lo , jangan seenaknya Lo di jalanan Lo kira ini jalan punya bapak moyang Lo"gerutunya


Sudah lama Reyhan tak mendengar Omelan sang pemilik motor dan dengan senang hati Reyhan langsung membuka pintu mobil ya . Siapa sangka memperlihatkan dirinya membuat sang pemilik motor terkejut


"Good night little wife"ucap Reyhan dengan senyuman termanisnya membuat sang pemilik motor mengerutkan keningnya

__ADS_1


"Jangan ditekuk dong kening nya"ucap Reyhan . Dibalik kesempurnaan Reyhan di mata orang-orang namun bagaimana pun dia juga manusia biasa yang memiliki sifat jail mengikuti sifat sang papa


"Dokter bawa mobil yang bener dong , kalau Diva jatuh karna klakson mobil dokter gimana ? Dokter mau tanggungjawab"oceh Diva


"Dengan senang hati , jangan marah-marah dong kita belum nikah lho"lagi-lagi Reyhan menggoda Diva , entah mengapa mengganggu Diva menjadi kebahagiaan tersendiri baginya


Saat ingin membalas ucapan Reyhan dering ponsel Diva berbunyi menampakkan panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal


"Halo"ucap Diva namun matanya menatap pada Reyhan


"Udah datang semua ?"tanya Diva


"Belum semua sih , cuma Lo kan harus melakukan persiapan dulu sebelum tarik gas"jelasnya


"Sorry-sorry , gue kesana sekarang"Diva langsung menutup panggilan tersebut . Saat Diva ingin pergi meninggalkan Reyhan dengan cepat Reyhan menahan tangan Diva

__ADS_1


"Kamu mau kemana ?"tanya Reyhan


"Bukan urusan dokter"Diva ingin melepaskan pegangan tangan Reyhan namun tak bisa karena Reyhan terlalu erat


"Dok lepasin tangan saya , saya udah telat"ucap Diva


"Masuk mobil biar saya antar kamu"Reyhan memutari mobilnya dan memasukkan Diva kedalam mobil


"Udah gila ya itu dokter ! Dok , nggak bisa gini dong saya harus pergi bawa motor saya"jelas Diva


"Memang kamu mau kemana ? Mau ngapain bawa-bawa motor ?"tanya Reyhan kembali


Sebelum menjawab ucapan Reyhan , Diva dengan segera keluar kembali dari dalam mobil namun sebelum menutup pintu mobil Diva menjawab pertanyaan Reyhan


"Saya mau pergi balapan , good bye"Diva menutup pintu mobil Reyhan dengan kencang dan langsung berlari menaiki motornya . Mengendarai motor dengan kecepatan penuh agar datang tepat waktu Dan tanpa dia sadari mobil Reyhan sudah mengikutinya dari belakang

__ADS_1


"Perempuan zaman sekarang kalau bawa motor bahaya banget , mereka fikir nyawa ada cadangannya apa ya . Apalagi ibu-ibu zaman sekarang lampu sen kanan belok ya kiri , entar ketabrak malah kita yang disalahin"gumam Reyhan yang pandangannya tak lepas dari motor Diva yang melaju kencang di depan sana


__ADS_2