
Oma Grace dengan raut wajah yang penuh dengan emosi berjalan dengan cepat melewati lorong-lorong rumah sakit. Beribu penyesalan pun datang kepadanya
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada cucuku, Ara sayang bertahan nak Oma datang jemput Ara"lirih Oma Grace
Kedatangan Oma Grace menjadi pusat perhatian keluarga Adimas beserta teman-teman Nathan
"Narti, Ujang bagaimana keadaan Ara ?"tanya Oma Grace
"Sudah hampir 2 jam dokter belum keluar dari ruangan nyonya"jawab mang Ujang
"Maaf nyonya anda siapanya Ara ?"tanya Adimas
"Saya Omanya Ara, saya datang jauh-jauh dari Belanda ke Indonesia niatnya mau membuatkan party kelulusan buat cucu kesayangan saya supaya dia happy. Bukan seperti ini yang saya harapkan"jelas Oma Grace seraya melirik Nathan sementara Nathan hanya bisa tertunduk lemah
Pintu UGD pun terbuka menampakkan seorang dokter keluar dari dalam ruangan
"Dokter bagaimana keadaan cucu saya ?"Oma Grace langsung gerbang cepat mendekati sang dokter untuk menanyakan keadaan sang cucu
__ADS_1
"Maaf nyonya, saya beserta suster sudah berusaha sekuat tenaga namun takdir berkata lain"jelas sang dokter
"Maksud dokter apa ?"tanya Nathan dengan sedikit emosi
"Budeg telinga Lo ? Nggak bisa mencerna kata-kata dengan baik hah"ucap Nala yang tak kalah emosi
"Pasien yang bernama Ara tidak bisa diselamatkan karena benturan di kepala terlalu keras ditambah dengan penyakitnya yang sudah stadium akhir"jelas dokter kembali
Bagai tersambar petir disiang bolong, badan Oma Grace langsung lemah tak berdaya untung ada bik Narti yang dengan sigap menangkap badan Oma Grace. Begitupun Nathan yang pandangannya mulai memudar dan akhirnya jatuh pingsan
"Ujang, pesan tiket pesawat VVIP kita harus bawa Ara ke Belanda hari ini juga. Biar Ara di makamkan di Belanda"ucap Oma Grace
"Baik nyonya"jawab mang Ujang
"Oma Grace"panggil Nala
"Nala"Oma Grace langsung menatap Nala
__ADS_1
"Maafkan Nala yang nggak bisa jaga Ara dengan baik Oma"ucap Nala seraya menundukkan kepalanya
"Kamu nggak salah sayang, mungkin ini sudah takdirnya Ara. Oma yakin sekarang Ara sudah bahagia karena dia sudah tidak merasakan sakit lagi"jelas Oma Grace yang berusaha untuk tersenyum agar Nala tak bersedih
"Nala dengar Oma mau membawa Ara ke Belanda, lalu bagaimana kalau Nala merindukan Nala Oma ?"tanya Nala
"Kamu bisa mengunjungi makamnya di Belanda, kapanpun kamu merindukan Ara telfon Oma. Oma yang akan mengurus keberangkatan kamu ke Belanda"jelas Oma Grace
"Terimakasih Oma"ucap Nala seraya menangis
"Tapi Nala, satu yang Oma minta dari kamu. Jangan pernah berikan alamat rumah Oma yang di Belanda kepada siapapun termasuk Abang kamu"jelas Oma Grace
"Baik Oma"Nala berjalan mendekati Ara yang sudah tak bernyawa
"Ra, Lo bahagia sekarang kan Ra ? Gue kehilangan sahabat sebaik Lo Ra, gue harus gimana sekarang Ra ? Cuma Lo sahabat gue Ra"batin Nala dengan air mata yang terus mengalir deras di pipinya
"Nala, sudah sayang. Ara sudah bahagia kita tidak boleh membuat nya kembali bersedih"Oma Grace memeluk Nala dengan penuh kasih sayang
__ADS_1