SUNSET

SUNSET
Eps 148


__ADS_3

Belanda, disitulah Nala berada sekarang. Berdiri didepan lobi bandara tersenyum bahagia seraya memegang kopernya


"Akhirnya gue sampai disini juga"Nala memainkan ponsel genggamnya seraya bersenandung ria, semua supir taksi yang menawarkan jasa kepadanya ditolak


"Apakah kamu menunggu jemputan nona ?"tanya seseorang yang sudah berdiri di depan Nala


"Queen"ucap Nala dengan senyuman merekahnya


"Hai, lama tak berjumpa. Apa kamu merindukanku ?"tanya Queen


"Tentu saja"Nala langsung memeluk Queen dengan sangat erat seolah-olah tak ingin terpisahkan


"Ya sudah ayo aku antar ke apartemen mu"Queen menunjukkan kunci mobil yang dia bawa kepada Nala sedangkan Nala hanya tersenyum bahagia melihatnya


"Nice girl"ucap Nala


Perjalanan panjang menuju apartemen dihabiskan Nala untuk bercerita, Nala tak seperti biasanya. Setelah bersedih kehilangan Ara kini dia kembali ceria setelah bertemu Queen


"Kamu masih suka balapan ?"tanya Queen


"Tentu saja"jawab Nala


"Lalu kenapa kamu ke Belanda ?"tanya Queen


"Ya untuk bertemu Lo lah, di Indonesia gue udah kehilangan sahabat gue Ara, jadi gue ke Belanda buat nemuin Lo"jelas Nala


"Bukankah karena taruhan dari papa mu ?"tanya Queen seraya meledek


"Jangan terlalu diperjelas"balas Nala

__ADS_1


"Hah, baiklah nona Nala, hari ini kamu Istirahat aja dulu. Besok aku akan ajak kamu ketempat yang menakjubkan"jelas Queen


"Benarkah ?"tanya Nala


"Tentu saja"perjalanan tetap berlanjut meski obrolan telah di gantikan oleh suara dengkuran Nala


"Dia masih Nala yang sama"gumam Queen


***


"Andai Lo masih ada Ra, gue yakin sekarang gue bahagia karena satu universitas sama Lo"Nathan menendangi foto Ara dengan rasa penyesalan kala mengingat masa lalu


"Nathan, kamu kenapa disini ?"tanya Adimas


"Terus Nathan harus kemana pa ?"tanya Nathan kembali


"Nathan nggak ikut MOS pa"jawab Nathan


Adimas melihat Nathan dengan foto Ara ditangannya hanya bisa terdiam mendengar jawaban Nathan. Adimas tau bagaimana sedihnya kehilangan orang yang disayang


"Oiya pa, Nala udah nelfon belum ?"tanya Nathan


"Belum ada, adek mu itu memang kebiasaan. Kalau udah diluar rumah nggak ingat nelfon"Adimas mengomel seraya mengeluarkan ponsel genggamnya dari saku celana


"Eh hehehe, baterai hp papa lowbat. Kamu aja yang nelfon Nala ya"Nathan hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sang papa


"Ini masuk pa, tapi belum di angkat"ucap Nathan


"Video call kan ?"tanya Adimas

__ADS_1


"Iya papa"


"Hallo"suara cempreng seseorang dari seberang sana membuat Nathan beserta sang papa fokus pada layar ponsel


"Nala, sayang kamu dimana nak ? Sudah sampai apartemen belum ?"tanya Adimas


"Nala sudah di apartemen pa, ini lagi beres-beres"jawab Nala


"Kamu sama siapa di apartemen La ?"Nathan yang mendengar suara orang selain Nala berada bersama Nala saat ini


"Sama temen"jawab Nala


"Temen ? Perempuan apa laki-laki, mancung apa pesek"tanya Adimas


"Perempuan pa"jawab Nala


"Coba papa mau liat"Adimas begitu ingin tahu dengan siapa anaknya saat ini, anak bungsu yang dia lepas untuk pertama kali, jauh dari jangkauan, jauh dari pengawasan begitu membuat hati Adimas was-was


"Iya ini Nala liatin"Nala hanya mengarahkan kamera belakang, menampakkan sosok punggu perempuan berambut ikal berwarna pirang sedang berberes


"Liatin mukanya dong, papa mau liat"Adimas begitu penasaran dengan teman Nala yang satu ini


"Pa, kita lagi sibuk besok udah mulai masuk university. Lain kali aja ya pa, da da papa"Nala langsung memutuskan panggilan video


"Mencurigakan"ucap Adimas


"Apanya yang mencurigakan pa ?"tanya Nathan yang baru keluar kamar mandi


"Nggak ada, hehe"Adimas langsung memberikan ponsel genggam sang anak dan berlalu pergi meninggalkan Nathan yang masih terdiam menatap punggung sang papa

__ADS_1


__ADS_2