
Disini lah Ara dan Nala saat ini , duduk di pinggir jalan seraya menikmati ketoprak yang kebetulan mangkal didepan gerbang perumahan . Tidak ada yang bisa menandingi makanan kaki lima dilidah mereka karena selain murah pun cocok di lidah , Nala yang awalnya menikmati ketoprak dengan beberapa kerupuk kini beralih menatap Ara yang terdiam menatap kedepan entah apa yang dia lihat
"Woy bengong Baek dimakan tu ketoprak entar keburu dia nangis karna dianggurin"ucap Nala
"Liat deh Abang itu kasian banget"Nala pun ikut menatap kearah depan mencari sosok abang-abang yang di maksud oleh Ara
"Kasian kenapa ? Orang dia baik-baik aja"Nala melihat tak ada yang perlu dikasihani pada orang yang berada tak jauh dari mereka
"Abang itu yang baju hijau kasian banget La , kamu liat deh baik-baik Abang itu pakai alat pendengar . Pasti kalau nggak ada alat itu abangnya nggak bisa dengar obrolan teman-teman nya"jelas Ara dan Nala pun kembali memperhatikan orang yang di maksud oleh Ara
"Ara itu bukan alat bantu pendengaran . Itu headset bluetooth Ara"ucap Nala seraya menghembuskan nafas kasar
"Masa ? Ara nggak pernah liat headset kayak gitu . Yang Ara tau itu alat bantu pendengaran"jawab Ara kembali
"Aduh Ara udah berapa abad sih Lo nggak keluar rumah kudet banget"Nala mengambil ponsel genggamnya dalam jaket dan memperlihatkan headset bluetooth terbaru zaman sekarang
"Oo Ara baru tau kalau ada headset yang kayak gitu"ucap Ara polos
"Makanya jangan kebanyakan gaul sama Nathan bego kan Lo"balas Nala
"Tapi kan selama ini Ara cuma bergaul sama Nala"jawab Ara lagi dengan seketika Nala terdiam dan kembali memakan ketopraknya
"Nala , ajarin Ara bawa motor dong"mendengar ucapan Ara spontan membuat Nala tersedak ketoprak begitupun Ara yang melihat sang sahabat sedang tersedak langsung memberi air minum dan menepuk-nepuk punggu Nala
"Apa Lo bilang tadi ?"tanya Nala
"Ajarin Ara bawa motor , Ara juga mau coba gimana rasanya balapan kayak Nala"jawab Ara
"Nggak usah bawa-bawa motor . Gue nggak mau ngajarin"ucap Nala
__ADS_1
"Kok Nala gitu ?"tanya Ara dengan wajah cemberut
"Ara sayang dengerin gue , terakhir Lo minta ajarin sama gue naik sepeda kan . Dan apa Lo ingat itu sepeda rodanya ada tiga tapi Lo masih jatuh dari sana , udah itu nangis lagi"jelas Nala yang kembali menatap ketoprak nya
"Itukan dulu , sekarang Ara udah besar jadi kalau jatuh nggak akan nangis lagi . Ayolah ajarin Ara"rengek Ara
"Ra motor lebih behaya buat Lo dibanding sepeda . Belajar sepeda paling terkilir kaki Lo kalau belajar motor bisa ilang tu kaki"jelas Nala kembali
Mendengar ucapan Nala membuat Ara memperhatikan kaki nya
"Kalau kaki Ara ilang nanti Ara nggak cantik lagi dong , kalau Ara nggak cantik nanti Nathan nggak cinta lagi sama Ara"ucapnya seraya menatap kedua kaki nya
"Nah itu Lo bisa mikir . Udah ah buruan makan ketoprak Lo , biar kita bisa pindah ke ke jajanan yang lain"ucap Nala yang di setujui oleh Ara . Ara langsung bergegas melahap habis ketopraknya dan meninggalakn sedikit kuah kacang yang menempel di atas piring
**
Aisyah yang sedang merapikan kertas-kertas kerjanya karena akan segera pulang , bahkan seluruh karyawan pun sudah pulang . Berjalan keluar butik seraya mematikan seluruh lampu , ketika selesai mengunci butik Aisyah terkejut karena sudah ada Vito yang menunggunya di parkiran butik
"Wa'alaikumusalam , kakak kok disini ?"tanya Aisyah
"Jemput kamu . Kan tadi kamu bilang kalau kamu nggak bawa mobil"jelas Vito
"Masya Allah kak Vito , tau gitu Aisyah nggak bilang tadi"ucap Aisyah malu
"Kok gitu ?"tanya Vito
"Iya kan Aisyah jadi ngerepotin kak Vito"jawab Aisyah
"Nggak apa-apa , sekalian latihan biar nanti terbiasa jemput istri pulang kerja"goda Vito
__ADS_1
"Udah ah Aisyah malu"Aisyah memalingkan wajahnya kearah lain agar Vito tak melihat wajahnya yang sudah memerah
"Haha , ya udah ayo kita pulang entar keburu malam"Vito membukakan pintu mobil untuk Aisyah dan dengan segera Aisyah masuk kedalam mobil dan tak lupa mengucapkan terimakasih terlebih dahulu
"Langsung pulang atau makan malam dulu ?"tanya Vito yang matanya tetap fokus pada jalanan
"Kalau kakak nggak sibuk kita makan malam aja dulu gimana ?"usul Aisyah
"Boleh , ayo kita pergi makan malam . Kamu suka seafood kan"ucap Vito
"Kok kakak tau ?"tanya Aisyah bingung
"Reyhan yang ngasih tau , bahkan dia selalu pesan sama aku kalau aku harus selalu bikin kamu bahagia . Kalau aku bikin kamu nangis Reyhan orang terdepan yang akan nyari aku"jelas Vito
"Abang Rey bilang kayak gitu ?"tanya Aisyah
"Iya , bahkan setiap ketemu dia selalu bilang kayak gitu . Tapi aku senang , itu tandanya dia percaya kalau aku bisa jagain adik kecilnya"ucap Vito seraya tersenyum menatap Aisyah dan Aisyah pun membalas senyuman Vito
"Abang Reyhan memang kayak gitu sama adik-adik nya apalagi kalau sama Nala . Dia selalu memikirkan tentang keluarga sampai-sampai dia lupa sama dirinya sendiri , bahkan sampai sekarang Abang Rey masih sendiri"ucap Aisyah sedih
"Kata siapa ? Aku dengar kemaren ada suster sama dokter yang lagi cerita katanya dokter Reyhan kerumah sakit dengan perempuan , bahkan pulang dari rumah sakit perempuan itu digendong . Ah ada juga dokter yang bilang kalau dokter Reyhan udah nikah"jelas Vito
"Nikah ? Kapan ? Jangan kan istri pacar aja Abang Rey nggak punya . Kak Vito udah coba tanya sama Abang Reyhan ?"tanya Aisyah
"Udah , tapi dijawab sama senyuman aja"jawab Vito
"Masa Abang nikah diam-diam , gimana kalau iya ? Apa jangan-jangan nikah kecelakaan ? Tapi nggak mungkin Abang kayak gitu . Awas aja kalau iya"batin Aisyah
"Syah kita udah sampai"Vito menyadarkan Aisyah dari lamunannya
__ADS_1
"Eh udah sampai ya kak"ucap Aisyah yang dijawab dengan anggukan oleh Vito
Vito bergegas keluar mobil duluan dan membukakan pintu untuk Aisyah . Berjalan berdua namun tidak bersentuhan , bak pasangan pengantin baru yang salin beriringan memasuki gedung pernikahan .