
Pagi ini diwarnai dengan langit biru yang cerah, Nathan sudah standby berdiri di mobilnya menantikan sang kekasih keluar rumah. Ini adalah hari kelulusan yang dinanti-nanti kan oleh murid kelas 12
Ara berjalan keluar rumah di dampingi oleh bik Narti dan mang Ujang bak tuan putri keluar istana, Ara terlihat cantik dengan make up natural anak sekolahan, dibalut dengan sepatu sket dengan tas kecil di bahunya tak lupa paperbag di tangannya
"Selamat pagi pacar Ara"sapa Ara dengan manis
Entah sudah sesering apa Nathan bertemu dengan Ara namun disetiap pertemuan itu Nathan selalu terpesona oleh senyuman Ara. Bik Narti dan mang Ujang tersenyum ketika melihat Nathan terpaku dengan wajah Ara yang tersenyum manis pagi ini
"Nathan, Ara ngucapin selamat pagi lho kok nggak di jawab"ucap Ara dengan manja
"Selamat pagi kembali sayang"jawab Nathan seraya memberikan setangkai bunga mawar putih yang tadi pagi dia petik di taman rumahnya
"Wah, bunganya cantik makasih Nathan"Ara mencium bunga mawar putih pemberian Nathan dengan bahagia
"Cantiknya terkalahkan oleh senyuman Ara"ucap Nathan
"Apa ? Nathan bilang apa tadi ?"tanya Ara polos
"Nggak ada, angin lewat tadi"jawab Nathan
"Ooo, bik, mang, Ara berangkat sekolah dulu ya"pamit Ara seraya mencium tangan bik Narti dan mang Ujang
"Iya neng, bibik sama mamang selalu do'a yang terbaik buat neng Ara"ucap bik Narti
"Aaaa, makasih bik"Ara memeluk bik Narti dan mang Ujang bergantian sementara Nathan pun sudah merentangkan tangannya berharap Ara juga memeluk nya namun harapannya sia-sia ketika Ara langsung masuk ke mobil tanpa melihat Nathan
"Sabar den, Ara memang kadang seperti itu"ucap mang Ujang menahan tawa
"Iya mang, kalau gitu Nathan pamit dulu mang, bik"ucap Nathan
__ADS_1
"Iya den, hati-hati dijalan semoga hasil ujiannya memuaskan"balas bik Narti
"Aamiin, makasih bik"Nathan langsung masuk ke dalam mobil dan dengan segera meninggalkan perkarangan rumah Ara
**
"Bunda Nala berangkat sekolah dulu ya"ucap Nala berpamitan pada sang bunda
"Kamu ke sekolah sama apa La ?"tanya Aisyah
"Sama motor kak"jawab Nala
"Nggak boleh pakai motor, nanti kamu jatuh La"ucap Reyhan
"Bang, Nala udah biasa pakai motor, Nala juga nggak akan jatuh kok Nala jamin"balas Nala
"Sekali nggak boleh tetap nggak boleh"ketegasan Reyhan tak bisa di tentang oleh siapapun bahkan sang bunda sekalipun
"Di antar supir kan bisa"jawab Aisyah
"Nala udah gede masa diantar supir"ucap Nala merajuk
"Assalamu'alaikum"seseorang mengucapkan salam beriringan dengan suara bel rumah
"Wa'alaikumusalam"jawab seluruh keluarga yang sedang sarapan
"Biar saya aja yang bukain bik"ucap Adimas yang kebetulan baru mendekati meja makan
Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, itulah yang ada di benak Adimas. Senyuman Adimas merekah ketika mengetahui siapa yang datang berkunjung dirumahnya pagi-pagi
__ADS_1
"Niko, masuk nak"Adimas merangkul Niko masuk kedalam rumah dan membawanya langsung ke meja makan
Niko menyalami seluruh keluarga Adimas
"Maaf Om, Tante, Nathan nya ada nggak ?"tanya Niko
"Nathan udah pergi"jawab Nala
"Ya udah kalau gitu Niko pamit lagi om"ucap Niko
"Eeh, jangan buru-buru gitu dong. Kita sarapan bareng dulu aja, anggap aja rumah om"ucap Adimas seraya menahan tawa
"Tapi om, Niko udah sarapan"jawab Niko
"Sarapan lagi aja nggak apa-apa, biar cepat besar"balas Adimas
"Nala berangkat dulu ya bunda"pamit Nala namun baru mengangkat kaki untuk melangkah lagi-lagi langkahnya terhenti oleh sang papa
"Nala, duduk kita sarapan bareng"ucap Adimas
"Pa, ini udah jam 8 Nala harus segera berangkat pa"rengek Nala
"Papa dulu juga pernah sekolah nak, kelulusan nggak mungkin sepagi ini. Dan tanpa pengecualian semua duduk kita sarapan bareng"jelas Adimas
Tak ada yang berani membantah ucapan kepala keluarga satu ini, semua duduk dan menikmati sarapan mereka begitupun dengan Niko yang duduk disebelah Nala
"Sayang bukankah mereka serasi"bisik Adimas pada sang istri
Mendengar bisikan sang suami, Amanda langsung tersedak dan dengan seketika pandangan langsung pada sang bunda
__ADS_1
"Bunda nggak apa-apa, udah lanjutin lagi sarapannya"ucap Amanda. Ketika anggota keluarga sudah kembali menyantap sarapannya, Amanda melirik tajam pada sang suami