
Perjalanan menuju rumah Ara Nathan melihat ada yang berjualan gulali dan beberapa penjual kaki lima lainnya . Nathan memutuskan untuk berhenti dan membeli kan Ara gulali dan nasi goreng untuk Ara sarapan . Setelah mendapatkan apa yang dia mau Nathan kembali melanjutkan perjalanannya
"Kenapa gue beli ini semua ?"tanya Nathan melihat barang-barang yang sudah berada di kursi penumpang mobilnya
"Nggak apa-apa lah sekali-kali anggap aja seorang Nathan Sykes Pratama lagi baik hari ini"ucapnya lagi
Nathan sudah berada di depan gerbang rumah Ara namun dia sengaja turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang yang masih tertutup rapat . Namun baru ingin memegang , pintu pagar tersebut terbuka . Awalnya Nathan tak percaya karena pintu pagarnya bergerak sendiri namun setelah dia lihat lebih dekat ternyata sudah ada mang Ujang yang membukakan pintu pagar untuk Nathan
"Ya Allah mang , ngagetin aja. Nathan kira pintu pagarnya kebuka sendiri"ucap Nathan yang masih mengelus-elus dadanya karena terkejut
"Hehehe. Den Nathan kaget to ? Maaf ya den Mamang udah ngagetin den Nathan"ucap mang Ujang
"Iya mang , awalnya kaget tapi udah nggak kok . Nathan kan cowok jadi nggak boleh kaget lama-lama"jelas Nathan
"Oiya mang , kok Mamang langsung bukain pintu pagarnya ? Biasanya kan Mamang intip dulu"tanya Nathan
"Itu tadi neng Ara udah bilang ke Mamang dan bibik kalau den Nathan mau ke sini"jawab mang Ujang
"Hm. Gitu ya mang"ucap Nathan
"Iya den , Monggo langsung masuk aja den . Neng Ara pasti udah nungguin"mang Ujang mempersilahkan Nathan segera masuk
Dengan rasa hormat dan ucapan terimakasih Nathan langsung bergegas kembali masuk kedalam mobil dan memarkirkan mobilnya dengan baik dan benar . Sibuk dengan barang bawaannya sampai tak terlibat bahwa tak jauh dari parkir mobil ya sudah ada mobil orang yang tak lain adalah kembarannya sendiri
"Assalamu'alaikum , Ara"panggil Nathan yang sudah berada diambang pintu
Ara yang sedang berada di dapur mendengar suara Nathan yang baru datang pun bergegas memberi tahu Nala yang masih di kamar mandi bahwa sang pacar sudah sampai
"Nala , Ara keluar dulu ya pacar Ara sudah sampai"mendengar ucapan Ara , Nala bergegas keluar kamar mandi yang berada didapur
"Beneran ?"tanya Nala yang dijawab dengan anggukan oleh Ara
"Ya udah buruan Lo keluar , biar gue yang buatin minum . Entar kalau minumannya udah selesai gue chat Lo dan Lo harus jemput ke dapur oke"jelas Nala
"Oke"Ara langsung bergegas keluar untuk menemui Nathan
"Bagus ini saatnya gue bersenang-senang"batin Nala yang melihat Ara perlahan menghilang dari pandangannya
Nala langsung bergegas membuka kulkas mencari beberapa buah-buahan segar . Setelah menemukan buah naga dan alpokat Nala langsung bergegas membuat jus yang pertama jus naga buat Ara yang dibuat dengan penuh cinta sedangkan jus kedua dibuat dengan rasa dendam
"Mampus Lo haha"ucap Nala yang sudah menahan tawanya
Setelah jus selesai Nala langsung mengabari Ara melalui pesan singkat agar segera menjemput jus buatannya . Tak lama pesan terkirim Ara pun datang ke dapur
"Jus naga buat Lo yang alpokat buat pacar Lo . Inget jangan ketukar"ucap Nala
"Memangnya kenapa ? Kalau dia mau jus naga gimana ?"tanya Ara
"Aduh udah langsung kasih aja . Kalau dia minta jus naga bilang ke gue entar biar gue buatin lagi"jelas Nala
"Iya deh . Ayo kita keluar tapi katanya Nala mau kenalan sama pacar Ara"ajak Ara
"Entar aja , gue masih ada keperluan"ucap Nala
"Ya udah kalau gitu Ara keluar dulu ya"ucap Ara hang di jawab dengan anggukan oleh Nala
Ara keluar dari dapur dengan senyuman termanisnya seraya membawa nampan yang berisi dua gelas jus segar buatan sang sahabat
__ADS_1
"Sorry Ra , gue mau liat reaksi pacar Lo setelah meminum jus buatan chef Nala"batin Nala
Nathan yang melihat Ara keluar membawa nampan berisi jus pun langsung terpesona dengan senyuman manis Ara
"Nggak sia-sia juga gue pacaran sama dia , dia ternyata cantik"batin Nathan
"Maaf ya Nathan pasti lama ya nungguin Ara ?"tanya Ara
"Nggak kok Ra"jawab Nathan
"Ya udah kalau gitu diminum jus nya . Jus ini dibuat dengan penuh kasih sayang lho"jelas Ara
"Lo yang buat ?"tanya Nathan
"Bukan , tapi sahabat Ara"jawab Ara
"Siapa sih sahabatnya penasaran gue"batin Nathan
"Gue minum ya"Nathan mengambil gelas yang berisi jus alpukat dan langsung meneguknya dengan lahap namun beberapa saat kemudian Nathan langsung memuntahkan jus secara tiba-tiba membuat Ara terkejut
"Kenapa ?"tanya Ara panik
"Pedas banget"mendengar ucapan Nathan , Ara langsung mencicipi jus miliknya
"Nggak pedas kok , manis dan seger"jawab Ara
"Pedas baget Ra , punya gue pedas"ucap Nathan terdengar sampai kedapur dan penghuni dapur sedang berada dalam kemenangan
"Hahaha , mampus Lo emang enak"Nala terus berusaha memahan tawanya . Namun dalam beberapa detik langsung terdiam
"Gue kayak kenal tu suara , suara siapa ya ?"Nala beralih kedalam lamunannya
"Nathan"ucap Nala dengan mata yang melebar dan bergegas lari ke ruang tamu untuk memastikan tebakkannya itu benar
"Nathan"ucap Nala
"Nala , ngapain Lo disini ?"tanya Nathan yang masih ngap-ngapan karena pedas
"Seharusnya gue yang nanya ke Lo Ngapain Lo disini ?"tanya Nala
"Nala , ini pacar Ara . Jangan marah-marah ya dia lagi kepedasan"ucap Ara
"Oiya gue lupa , sorry-sorry"Nala langsung bergegas kembali ke dapur untuk mengambil gula dan air dingin
"Lo bawa gituan buat apa ?"tanya Nathan yang bingung melihat Nala yang membawa sebotol air dingin dan setoples gula dari dapur
"Buat Lo lah kan Lo kepedasan , biar pedasnya cepat hilang"jelas Nala
"Ara , jus siapa yang buat ?"tanya Nathan pada Ara
"Nala"jawab Ara yang mulai takut dengan tatapan Nathan
"Jangan galak-galak Lo sama sahabat gue"Nala menoyor kepala Nathan karena sudah membuat sahabatnya takut
"Lo kasih apa di jus gue ?"tanya Nathan pada Nala
"Gue kasih lada 2 bungkus terus garam 5 sendok"jawab Nala tanpa rasa bersalah
__ADS_1
"Lo mau racunin gue ? Wah kebangetan Lo"ucap Nathan yang tak habis fikir dengan kelakuan sang adik
"Mana gue tau kalau Lo pacar sahabat gue , ya kalau pun gue tau mungkin gue bakal lakuin yang lebih dari ini . Hahaha"suara tawa Nala menggema kesetiap sudut ruangan
"Bangsat Lo emang"ucap Nathan dan dengan spontan Nala langsung memukul mulut Nathan
"Jaga ucapan Lo di depan sahabat gue"ucap Nala
"Kalian saling kenal ?"tanya Ara yang sudah terdiam sedari tadi
"Lo nggak tau Ra ? Dia kembaran gue yang pernah gue ceritain ke Lo , yang gue berharap Lo nggak kenal sama dia . Tapi sekarang bukan sekedar kenal doang tapi Lo juga udah pacaran sama dia"jelas Nala
"Maaf Nala , Ara nggak tau"ucap Ara
"Udahlah nasi udah menjadi bubur . Pokoknya kalau Lo di apa-apain sama si crocodile ini Lo bilang ke gue"jelas Nala
"Emang gue ngapain dia ?"tanya Nathan
"Lo itu udah berani marah-marahin sahabat gue . Gitu aja masih nggak sadar"ucap Nala dengan tatapan sinis
"Gue nggak gitu ? Gue sayang sama dia masa gue marah-marahin dia . Iya kan sayang"ucap Nathan membela diri
"Hah ?"Ara yang dipanggil dengan sebutan sayang langsung melihat Nathan dengan tatapan bingung
"Jawab yang jujur Ra , Lo sering dimarahin kan sama ni orang . Bilang Ra biar gue selesaikan secara jantan sekarang juga"ucap Nala yang sudah menaikkan lengan sweater nya
"Eeh , ada apa ini kok ribut-ribut ?"tanya bik Narti yang baru masuk kedalam rumah
"Nggak ada apa-apa kok bik"ucap Nathan
"Eh den Nathan kok bibirnya bengkak gitu kenapa ?"tanya mang Ujang
"Biasa mang , baru digigit malaikat maut dia"jawab Nala
"Oalah masa iya ?"tanya mang Ujang seraya mendekati Nathan
"Nggak kok mang , dia bercanda"ucap Nathan
Nala yang mendengar ucapan Nathan hanya tersenyum-senyum penuh kemenangan . Sedangkan Ara sudah panik melihat bibir Nathan yang sudah membengkak dengan warna memerah
"Bibir Nathan nggak meledakkan La ?"tanya Ara dengan polosnya
"Hahaha , bentar lagi juga meledak . Kita hitung mundur aja"ucap Nala bahagia
"Gue nggak apa-apa kok Ra . Kalau gitu gue pulang dulu ya"ucap Nathan berpamitan tak lupa juga pada mang Ujang dan bik Narti
"Dada Abang Nathan yang ganteng"ucap Nala dengan tangan yang melambai-lambai
"Den Nathan abangnya neng Nala ?"tanya bik Narti
"Iya bik , kembaran Nala . Kalau kita Upin Ipin mah beda 5 menit je"jelas Nala
"Terus kenapa bibir abangnya bisa kayak gitu neng ? Perasaan Mamang tadi waktu baru sampai nggak kayak gitu"tanya mang Ujang
"Nala kerjain mang"jawab Nala
"Lain kali nggak boleh gitu neng , kasiang abangnya"ucap bik Narti
__ADS_1
"Iya bik"jawab nala