SUNSET

SUNSET
Part 84


__ADS_3

Setelah sholat subuh Aisyah membantu sang bunda dan bik Inah membuat sarapan pagi , Aisyah terlihat begitu ceria pagi ini karena pasalnya seseorang yang dia sukai akan datang bersama keluarga menunjukkan keseriusannya


"Ceria banget anak bunda pagi ini"goda Amanda


"Biasa aja kok bunda"jawab Aisyah malu


"Jangan malu gitu bunda juga pernah muda lho"ucap Amanda


"Syah , nanti malam calon kamu akan datang bersama keluarga nya . Apa kamu sudah yakin sama pilihan mu nak ?"tanya Amanda


"Insya Allah sudah bunda . Memangnya kenapa bunda ?"tanya Aisyah kembali


"Nggak ada , bunda hanya tak ingin anak bunda salah memilih dan menyesal dikemudian hari"jelas Amanda


"Insya Allah Aisyah yakin dengan pilihan Aisyah bunda"jawab Aisyah


Amanda meminta bik Inah untuk menyiram tanaman saja dan biarkan dia beserta sang anak yang memasak di dapur . Seperti pagi-pagi biasanya Amanda membuatkan nasi goreng kesukaan anak-anak dan suaminya , sedang asyik memotong-motong bawang tiba-tiba tangan kekar sudah melingkar di pinggang Amanda


"Mas , kamu bikin aku kaget aja"ucap Amanda yang masih fokus memotong bawang


"Aku kangen"Adimas menyembunyikan wajahnya dipundak Amanda


"Mas lepasin , malu mas diliatin anak"Adimas melirik kekanan dan benar saja ada Aisyah yang sudah geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang papa

__ADS_1


"Eh ada anak papa yang cantik . Morning sayang"ucap Adimas dengan senyuman termanisnya dipagi hari


"Morning too papa , papa udah kayak anak kecil aja manja . Nala aja yang bungsu nggak kayak gitu"ucap Aisyah


"Iih , suka-suka papa dong kak . Ini kan istri papa , kenapa kakak cemburu ? Kakak mau papa peluk juga ? Sini-sini papa peyuk"Adimas melepaskan pelukannya dari pinggang sang istri dan merentangkan kedua tangannya menyambut pelukkan sang anak


"Nggak ah papa baru selesai ngegym pasti banyak keringatnya , Aisyah udah mandi"Aisyah kembali fokus mengaduk-aduk nasi gorengnya


"Suatu saat kamu bakal sadar kalau lelaki berkeringat itu lebih macho"jelas Adimas yang kembali memeluk pinggang sang istri


"Iyain aja deh biar papa seneng"ucap Aisyah


"Ye dibilangin nggak percaya . Anak-anak kita yang lain mana Bun ? Tumben belum pada berantem , biasanya pagi-pagi udah duel"Adimas menyapu pandangannya kesetiap sudut rumah tapi tak menemukan anak-anak nya


"Kalau Abang ? Biasanya Abang selalu megym sama papa kalau dia nggak ada jadwal kenapa kali ini nggak ?"tanya Adimas kembali


"Oiya Abang kan dari tadi malam nggak pulang Bun"ucap Aisyah


"Coba telfon dimana Abang kamu sekarang"Amanda meminta sang putri untuk menelfon sang Abang untuk menanyakan dimana dia sekarang


"Biarin aja Bun , palingan juga di apartemen nya kalau nggak dirumah sakit"jelas Adimas yang sudah melangkah pergi


"Tapi kita harus memastikan dulu dimana abang , sudah makan belum"ucap Amanda

__ADS_1


"Dia laki-laki dewasa , dia pasti tau apa yang harus dia lakukan dan dia juga pasti sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk . Sudah percaya saja sama Reyhan , dia sudah dewasa biarkan dia menikmati masa mudanya selama ini dia hanya fokus belajar dan kerja sampai-sampai tak bisa menikmati masa muda"Reyhan mengambil ponsel Aisyah dan menaruh nya diatas meja makan


"Jangan di telfon , biarkan Abang menikmati masa mudanya . Ya kalau bisa biarkan dia mencari dimana jodohnya"Adimas tertawa setelah mengatakan soal jodoh dan berlari menaiki anak tangga


"Papa kenapa ya Bun aneh banget"ucap Aisyah


"Biasalah , kayak nggak tau papa kamu aja"jawab Amanda seraya tersenyum


Adimas berjalan mendekati kamar sang anak bungsu , mengetuk pintu kamar perlahan namun tak kunjung dibukakan dan akhirnya Adimas membuka pintu kamar sang Putri bungsu yang ternyata tak di kunci


"Tuan putri papa bangun nak , jangan bangun siang-siang nanti jodohnya dipatok ayam"Adimas membuka jendela kamar Nala yang membuat sinar matahari masuk dan langsung memancarkan cahayanya dimuka Nala


Adimas memandang sang anak yang tetap tidur nyenyak walau dengan wajah yang sudah diterpa sinar matahari . Karena geram melihat sang anak Adimas mendekati sang anak dan memencet hidungnya yang membuat Nala kesusahan bernafas dan terbangun


"Nah , akhirnya tuan putri papa bangun juga"ucap Adimas dengan bangganya


"Papa jangan ganggu Nala masih ngantuk"Nala berpindah posisi dan tak lupa membenarkan selimutnya


Melihat kelakuan sang anak Adimas berlari masuk kekamar mandi , merendam tangannya setelah itu kembali lagi mendekati Nala dan menempelkan tangan dinginnya di wajah sang anak membuat Nala teriak histeris


"PAPA"teriak Nala yang melihat papanya sudah berlari keluar kamar


"Liat aja nanti Nala aduin ke bunda"karena sering di ganggu sang papa membuat ngantuk Nala menghilang

__ADS_1


Nala bergegas merapikan tempat tidur dan segera mandi . Nala sudah tak sabar melihat sang papa di omeli oleh bunda , Adimas memang suka sekali menganggu dan menjaili anak-anak nya terutama si bungsu . Hal seperti itu sudah dijadikan hobi yang membuat kebahagiaan tersendiri untuknya


__ADS_2