
Derus suara motor terdengar , asap keluar memenuhi area balapan . Ketawa setiap tim terdengar yakin akan sebuah kemenangan , sedangkan disisi lain ada Nala yang sedang asyik dengan mesin motornya . Selang beberapa menit sorak semua pengunjung terdengar begitu ramai melihat seseorang yang baru datang
"Datang juga Lo ?"ucap Nala
"Gue ada pertandingan malam ini nggak mungkin nggak datang"jawabnya
"Syukurlah kalau Lo ingat"ucap Nala
"Wah wah , duo racun udah siap nih"ucap Daniel
"Mau ngapain Lo ?"tanya Nala
"Sabar sayang , gue cuma mau mastiin kalau temen Lo Diva sudah baik-baik saja"Daniel memperhatikan Diva dari ujung kaki sampai ujung rambut
"Maksud Lo apa ?"Nala sudah ingin meninju wajah Daniel namun ditahan oleh Diva
"Laki-laki pengecut kayak Lo nggak pantas membanggakan diri"ucap Diva
"Oh ya ? Kita liat aja nanti"Daniel pergi dengan percaya diri nya
Pertandingan dimulai , semua peserta sudah siap di stand masing-masing . Seorang perempuan yang sudah memakai baju minim berdiri diantara setiap peserta , mengangkat selembar saputangan tinggi-tinggi
"Are you ready ?"setiap peserta sudah menaikkan gas motornya masing-masing menandakan sudah siap untuk bertanding dan dalam hitungan ketiga saputangan dijatuhkan menandakan pertandingan dimulai
Nala dan Diva beriringan disusul dengan Daniel yang terus-terusan memepet motor Diva , entah ada dendam apa Daniel pada Diva sehingga timbul rasa ingin mencelakai gadis itu . Nala menaikan gas motornya disusul oleh Diva meniggalkan Daniel
"Lo duluan aja , dia biar gue yang urus"teriak Nala pada Diva yang di jawab dengan anggukan
Diva semakin mempercepat laju motornya sedangkan Nala menghalangi jalan Daniel , membawa motor dengan cara zik zak agar Daniel hilang kendali dan tak bisa melewatinya . Sangat mudah bagi Nala untuk membuat orang hilang kendali dan terjatuh , melihat Daniel yang sudah terjatuh dari motornya membuat Nala menghentikan motornya
"Segitu doang kemampuan Lo , kalau di liat-liat Lo kayak DPR . Banyak omong tapi nggak ada tindakan , hahaha"Nala kembali melanjutkan perlombaannya
Bagi Ara kebahagiaan bukan tentang menang dalam perlombaan tapi puas dalam menjatuhkan harga diri lawan . Saat sampainya di garis finis disana sudah ada Diva beserta tim yang sudah menunggu kedatangan Nala
"Tumben Lo kalah kali ini"ucap Riko teman satu tim dengan Nala
"Bukan masalah besar bagi gue"jawab Nala dengan santainya
Nala melihat teman-teman Daniel yang sedang gelisah menunggu kedatangannya . Sampai ada salah satu dari teman Daniel yang mendapati Nala untuk bertanya dimana Daniel
"Mana gue tau , emang gue emaknya"jawab Nala dengan santai
Nala tersenyum sinis mengingat bagaimana mudahnya dia menjatuhkan Daniel tadi
"Lo apain dia ?"tanya Diva dengan nada bicara yang hanya mereka berdua yang tau
"Nggak gue apa-apa"jawab Nala
Setelah menjawab pertanyaan Diva ponsel Nala berdering menandakan ada yang menelfon nya
"Apaan ?"tanya Nala
"Gue liat mobil Abang Lo ke arah area balapan"ucapnya
"Oke , thanks bro"jawab Nala
__ADS_1
"Kenapa La ?"tanya Riko
"Biasa Abang gue , gue harus cabut sekarang sebelum ketahuan"jelas Nala yang langsung melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata
"Kenapa dia pergi ?"tanya Diva
"Ada seseorang yang liat abangnya melewati area ini"jelas Niko
"Nala punya Abang ?"tanya Diva kembali
"Dia punya dua Abang , tapi gue nggak tau kayak mana mereka . Karena gue tau nya juga dari dia"Diva hanya mengangguk-anggukkan kepalanya
*
Suara klakson mobil Nathan sudah memenuhi area jalanan yang dipenuhi oleh sekelompok pemuda-pemudi
"Ada apa kok ramai-ramai ? Jangan-jangan ada yang kecelakaan"Ara bergegas membuka sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil
"Kamu mau kemana ?"tanya Nathan
"Mau keluar , siapa tau beneran ada yang kecelakaan jadi kita bisa nolongin"Ara sudah melangkahkan kakinya keluar mobi
"Ara masuk"ucap Nathan dengan nada tinggi
Tanpa menunggu lama Ara langsung masuk mobil dan duduk dengan tenang . Nathan terus membunyikan klakson mobilnya sampai bisa melewati jalanan tersebut tanpa mempedulikan Ara yang dari tadi hanya diam
"Kenapa Lo diam aja ?"tanya Nathan yang melirik Ara sekilas namun tak mendapatkan jawaban . Samar-samar terdengar suara Isak tangis didalam mobil , Nathan memperhatikan Ara yang sibuk mengusap air matanya . Menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskan secara perlahan , Nathan menepikan mobilnya dan duduk menghadap Ara
"Lo nangis ? Kenapa ?"tanya Nathan
"Ra kalau gue ngomong Lo harus liat gue , harus tatap mata gue"Nathan mengarahkan wajah Ara mengahadap pada Nathan
"Liat gue Ra"Nathan mengangkat dagu Ara yang terus saja menunduk
"Lo kenapa nangis ? Ada yang sakit ?"tanya Nathan
"Ara nggak apa-apa"jawab Ara yang masih memejamkan matanya karena tak ingin melihat Nathan
"Kalau Lo nggak mau jujur , gue tinggal Lo disini"ancam Nathan
"Jangan"ucap Ara
"Ya udah kalau gitu jawab pertanyaan gue , Lo kenapa nangis ?"tanya Nathan
"Karena Nathan bentak Ara"ucap Ara lirih
"Gue nggak ngebentak Lo Ra"balas Nathan
"Tadi waktu Nathan nyuruh Ara masuk kan Nathan bentak Ara"jelas Ara yang masih dengan Isak tangisnya
"Ra gue kayak gitu sengaja biar Lo denger soalnya kan disana tadi suara knalpot motor semua Ra , gue takut Lo nggak denger apa yang gue bilang"jelas Nathan
"Tapi kan Ara kaget"ucap Ara yang bertambah nangis
"Udah Ra jangan nangis lagi , gue minta maaf deh . Gue nggak sengaja Ra , Lo maafin gue ya"Nathan terus membujuk Ara agar berhenti dari nangisnya namun bujukan sia-sia Ara tak juga berhenti menangis
__ADS_1
"Gini aja deh , lebih baik sekarang Lo berhenti nangis biar kita bisa lanjutin perjalanan ketempat yang Lo mau . Katanya Lo mau gue beliin sesuatu , apapun deh Ra gue bayarin asal Lo diem jangan nangis"Nathan mencoba bernegosiasi dengan Ara dan tanpa disangka Ara langsung terdiam dan mengusap air matanya dengan cepat
"Beneran ya"ucap Ara dengan suara yang kecil namun masih bisa Nathan dengar
"Iya , asal Lo jangan nangis"balas Nathan
"Iya Ara nggak nangis lagi"Ara langsung berubah ceria 180° , raut wajah yang dipenuhi kesedihan langsung hilang seketika ditelan gelapnya malam
Tanpa menunggu lama Nathan langsung kembali menjalankan mobilnya ke tempat yang Ara inginkan , melalui jalanan yang berbelok-belok kini sampailah mereka di sebuah parkiran pasar malam
"Kita ngapain kesini Ra ?"tanya Nathan
"Tapi Nathan janji mau beliin apapun yang Ara mau"Ara langsung menarik tangan Nathan masuk kedalam pasar malam tanpa mau mendengar sepatah katapun dari Nathan
Ara mendekati penjual gulali yang membentuk gulalinya dengan banyak macam karakter seperti kelinci , beruang , dan ada juga yang berbentuk love
"Kenapa ?"tanya Nathan
"Ara mau gulali , Nathan beliin ya"ucap Ara dengan bicara yang sedikit manja
"Ambil aja yang mana Lo mau entar gue bayar"Dengan senang hati Ara mengambil gulali sekaligus lima tanpa berfikir panjang
"Jangan banyak-banyak entar Lo sakit gigi"ucap Nathan
"Nggak buat Ara semua , nanti Ara bagi sama bik Narti , mang Ujang dan sahabat Ara . Sisanya baru buat Ara"jelas Ara
"Buat gue nggak ?"tanya Nathan
"Kalau Nathan mau , tinggal ambil aja terus bayar ke bapaknya"ucap Ara
Nathan tak menanggapi kembali ucapan Ara , mengeluarkan uang selembaran merah dan langsung membayar kepada sang penjual
"Aduh nak , bapak baru jualan jadi nggak ada uang kecil"ucap sang bapak penjual
"Ambil aja kembaliannya pak , Nathan orang baik kok . Ayo Nat kita pergi , makasih ya pak"Ara langsung menarik tangan Nathan yang masih berusaha mencerna setiap kata-kata Ara barusan
"Ayo kita pulang"ajak Ara
"Pulang ? Jadi kita jauh-jauh kesini cuma buat beli ginian doang ?"tanya Nathan
"Iya"jawaba Ra dengan wajah yang berbinar-binar menatap lima gulali ditangannya
"Lo nggak mau minta beliin tas , boneka , sepatu ataupun berlian gitu sama gue ?"tanya Nathan kembali
"Nggak , baju , tas , boneka sama sepatu Ara banyak dirumah . Kalau berlian"ucapan Ara terhenti
"Kenapa Lo mau ? Ayo kita beli sekarang"ajak Nathan
"Ara nggak butuh itu , ara nggak butuh barang-barang yang mewah kayak gitu . Percuma aja dibeli kalau buat ditinggalin"jelas Ara
"Lo pakai lah kemanapun Lo pergi"balas Nathan
"Tapi memakai itu nggak selamanya Nathan , dari pada uangnya untuk beli berlian mending kasih ke Ara aja . Biar uangnya Ara bagi-bagi ke panti asuhan karena mereka lebih membutuhkan"jelas Ara
"Ayo kita pulang , Ara udah ngantuk"pinta ara
__ADS_1
Karena takut Ara nangis lagi Nathan dengan segera masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya mengantar Ara pulang terlebih dahulu .