SUNSET

SUNSET
Part 85


__ADS_3

Nala menuruni anak tangga seraya memanggil-manggil sang bunda , menemui sang bunda yang sedang berada didapur bersama sang kakak dan langsung memeluk bunda


"Kenapa anak bunda pagi-pagi udah cemberut aja"Amanda mengusap-usap kepala sang putri bungsu


"Papa jahat , masa Nala tidur digangguin"adu Nala


"Papa memang gitu kebiasaan"ucap Amanda


"Lagian kamu juga masa perempuan bangunnya siang"tambah Aisyah


"Kan sekali-kali doang"jawab Nala


"Sholat subuh nggak tadi ?"tanya Aisyah


"Sholat dong , setelah sholat Nala sambung tidur"jelas Nala


"Ya udah kalau gitu tidur nya nanti aja disambung lagi setelah sholat Zuhur ya"Amanda tersenyum seraya mencium puncak kepala sang anak


"Iya"Nala duduk dimeja makan dengan wajah yang masih cemberut . Adimas yang menuruni anak tangga tersenyum melihat putri kecilnya sudah duduk dimeja makan namun dengan wajah yang masih kesal


"Waah , anak papa yang cantik sudah disini ternyata padalhan papa nyariin lho tadi di kamar"ucap Adimas dengan senyuman tanpa dosanya


"Bunda liat papa jahat"lagi-lagi Nala mengadu pada sang bunda


"Pa udah jangan di gangguin terus anaknya"ucap Amanda


"Kalau nggak ribut nggak ramai sayang"Adimas mencium pipi sang istri tanpa malu dilihat anak-anak


"Nathan belum bangun ya Bun ?"tanya Nala


"Nathan , Nathan"ucap Adimas

__ADS_1


"Eh , hehehe Abang maksudnya"Nala tersenyum menunjukkan gigi putih nya


"Iya Abang masih tidur kenapa ?"tanya Amanda


"Biar adik bangunin dulu"saat Nala ingin berdiri dari tempat duduknya sang papa sudah melarang terlebih dahulu


"Jangan dibangunin abangnya , biarin aja dia tidur . Tadi malam abis begadang sama papa nonton bola"Adimas cengengesan saat melihat raut wajah anak bungsu nya kembali cemberut


"Papa nggak asyik , Nala tempat bang Reyhan aja"lagi-lagi saat Nala ingin berdiri ditahan oleh sang papa


"Abang nggak ada di kamar"ucap Adimas


"Emangnya Abang kemana ?"tanya Nala


"Mungkin di apartemen nya"jawab sang papa


Saat sarapan pagi sudah selesai dan tersusun rapi diatas meja Nathan turun dengan wajah khas bangun tidur , rambut berantakan , jalan pun masih sempoyongan


"Hahahah , bener kan ramalan Nala"Nala tertawa terbahak-bahak melihat Nathan yang sudah terjatuh tak jauh dari anak tangga


"Tolongin dong abangnya jangan di ketawain"ucap Aisyah


"Hehe maaf kak abis seru"Nala bergegas membantu Nathan berdiri


"Lagian salah sendiri ngapain keluar kamar kalau nyawanya belum ngumpul jatuh kan . Untuk nggak amnesia"ucap Nala


"Abis nasi goreng Bunda baunya sampa kamar Nathan , harum banget jadi lapar"Nathan berjalan mendekati meja makan dan meninggalkan Nala yang masih berdiri ditempat


"Ya udah ayo sini kita sarapan bersama . Jangan lupa sebelum sarapan cuci mukanya dulu dan gosok gigi"ucap Amanda yang masih sibuk merapikan makanan


Nathan langsung bergegas kembali ke kamarnya untuk mencuci muka dan gosok gigi , setelah semua selesai keluarga Adimas sarapan bersama

__ADS_1


Sementara itu Reyhan di apartemen nya juga sedang memasak untuk sarapannya dan juga Diva . Diva tak bisa membantu banyak karena Diva yang memang tak bisa masak dan kakinya yang sedang sakit , Diva hanya bisa membantu membuka-buka kulit bawang di meja makan sedangkan Reyhan juga sibuk menyiapkan bahan-bahan yang lainnya


"Dokter kok baik banget sama saya ?"tanya Diva tiba-tiba


"Memangnya mas nggak boleh berbuat baik pada sesama ? Bukankan kita sesama manusia harus saling tolong menolong"ucap Reyhan


"Iya sih , terus kenapa harus bilang kesemua orang kalau saya istrinya dokter ?"tanya Diva kembali


"Biar orang nggak banyak tanya , lagian siapa tau juga kita jodoh kan"Reyhan mengedipkan sebelah matanya pada Diva membuat Diva langsung memalingkan wajahnya dari Reyhan


"Kamu kenapa sih ikut balapan kayak kemaren malam , itukan bahaya apalagi kamu perempuan"tanya Reyhan


"Kenapa dokter nanya kayak gitu ?"tanya Diva kembali


"Ya karna saya perduli sama kamu"jawab Reyhan


"Perduli ? Kenapa dokter perduli sama saya ? Orangtua saya aja nggak pernah perduli sama saya"jelas Diva


"Orangtua kamu pasti sangat perduli sama kamu dan mungkin saja karena saat ini mereka sedang sibuk"jelas Reyhan


"Sibuk apa ? Mereka sibuk mengurus kehidupan baru mereka dengan keluarga masing-masing"balas Diva


"Maksudnya ?"Reyhan perlahan mendekati Diva yang sudah mulai menundukkan pandangannya


"Papa sama Mama sudah bercerai dan memilih mengurus hidup masing-masing meninggalkan Diva seorang diri . Mungkin mereka fikir Diva hanya butuh uang mereka tanpa harus tau bagaimana keadaan Diva"setetes dua tetes air mata sudah keluar dari kelopak mata membuat Reyhan terkejut . Tak dia sangka ternyata wanita yang keras diluar ternyata menyimpan banyak beban , Reyhan menarik Diva kedalam pelukannya memberikan kenyamanan untuk Diva


Menyadari posisinya saat ini sudah berada dalam pelukkan Reyhan membuat Diva terkejut dan melepaskan pelukkan Reyhan


"Maaf dok Diva nggak bermaksud untuk minta kasihani"ucap Diva


"Nggak apa-apa , kamu harus sering-sering bercerita . Keluarkan seluruh keluh kesah kamu bahkan kamu juga boleh menangis , beban yang berat jangan disimpan sendiri . Mas siap kok jadi pendengar yang baik"Reyhan mengelus puncak kepala Diva dan kembali pada masakannya sedangkan Diva hanya tersenyum mendapatkan perlakuan baik dari Reyhan

__ADS_1


__ADS_2