SUNSET

SUNSET
Part 7


__ADS_3

Nala melajukan motornya menuju supermarket terdekat , membeli cemilan sebanyak mungkin dan tak lupa jajanan pinggir jalan yang dia lihat pasti di beli . Setelah merasa cukup Nala kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang


Pulangnya Nala kali ini bukan ke rumah sang nenek melainkan ke rumah sang sahabat . Ara membuka gerbang sendiri , dan memarkirkan motor nya dengan sangat baik . Nala terkejut melihat mang Ujang yang sudah membuka pintu terlebih dahulu sebelum dia membunyikan bel rumah


"Ya Allah Mamang ngagetin Nala aja deh"ucap Nala seraya mengusap-usap dadanya yang sudah berpacu dengan cepat


"Maaf neng , Mamang juga kaget melihat neng Nala yang sudah di depan pintu"ucap mang Ujang


"Mamang kok tau sih kalau Nala yang cantik mau datang ke sini"Nala menunjukkan senyum termanisnya pada mang Ujang sedangkan mang Ujang hanya terdiam dengan ekspresi penuh kebingungan


"Maaf neng tapi Mamang nggak tau kalau neng Nala mau kesini . Mamang buka pintu ya karna Mamang mau keluar"jelas mang Ujang


Mendengar penjelasan dari mang Ujang membuat ekspresi wajah Nala langsung berubah


"Iyain aja kek biar Nala senang . Mamang nggak asik"ucap Nala


"Pak nggak jadi pergi nya ?"tanya bi Narti dari dalam


"Jadi Bu ini mau jalan"jawab mang Ujang


"Eeh , ada neng Nala masuk atuh neng"bik Narti mempersilahkan Nala masuk


"Sepi banget bik , Ara mana ?"tanya Nala


"Neng Ara di kamar , sesudah makan siang tadi neng Ara nggak keluar-keluar kamar , makan malam aja belum . Mamang mau pergi keluar beli sate Madura di depan komplek siapa tau neng Ara mau makan"jelas bik Narti


"Udah nggak usah keluar mang , Nala udah beli semuanya"Nala memperlihatkan barang bawaannya yang sudah memenuhi tangannya


"Syukur Alhamdulillah , tolong di bujuk Ara nya ya neng supaya mau makan . Bibik takut neng Ara sakit"ucap bi Narti


"Siap bik , o iya ini Nala juga beliin buat Mamang dan juga bibik . Di makan ya"setelah memberikan barang beberapa makanan kepada bik Narti Nala langsung menaiki anak tangga menuju kamar Ara


Benar saja apa yang dibilang oleh bik Narti , kamar Ara sangat sunyi seperti dak ada yang menempati . Untung saja Nala memiliki kunci duplikat kamar Ara yang beberapa bulan lalu dia curi


"Wih , gelap banget kayak kamar hantu"gumam Nala


"Kenapa kamu takut ?"terdengar suara seseorang yang dia kenal


Nala menghidupkan lampu kamar Ara dan benar saja Ara sudah duduk diatas kasurnya memperhatikan Nala dengan tatapan tajam


"Wih , ngagetin gue aja Lo"Nala terkejut dengan ekspresi Ara yang sudah melihatnya dengan tatapan ingin memangsa


"Tumben kamu kesini"ucap Ara


"Hehe , biasa gue mau nitipin motor kesayangan gue . Lo belum makan kan ?tanya Nala


"Pasti Bik Narti ya yang ngasih tau"ucap Ara

__ADS_1


"Lo itu harus makan biar nggak lemah , nih gue bawa banyak makanan buat Lo . Tapi bukan buat Lo aja sih buat gue juga"jelas Nala


"Banyak banget , entar uang jajan kamu habis sebelum waktunya gimana ?"tanya Ara


"Udah tenang aja , gue tadi dapat uang kaget dijalan . Jadi nggak akan kekurangan gue mah"jelas Nala


"Uang kaget ? Dimana ? Aku juga mau dong"Ara sangat antusias mendengar ucapan dari sang sahabat


"Lo itu cucu orang kaya nggak bisa dapat uang kaget juga"Nala mengingatkan status keluarga Ara


"Tapi kamu juga anak orang kaya , kenapa bisa dapat uang kaget ?"tanya Ara


"Ya karna kita beda"jawab Nala dengan tawa yang menggema di kamar Ara


Mendengar jawaban dari Nala , Ara hanya membuang nafasnya dengan kasar dan memanyunkan bibirnya kedepan


"Udah nggak usah manyun entar tambah jelek , buruan di makan mumpung masih anget-anget . Sekalian gue juga mau dengar gimana dengan sekolah baru Lo ? Ada yang jahatin Lo nggak disana ? Lo udah ketemu sama kembaran gue belum ? Atau Lo udah punya gebetan disana ?"tanya Nala bertubi-tubi


"Borong aja tu semua pertanyaan , sampai bingung mau jawab yang mana dulu"ucap Ara yang masih fokus dengan makanan nya


"Hehehe , jawab satu-satu aja gue setia nungguin kok"jawab Nala


"Untuk saat ini nggak ada yang jahatin aku , dan kayaknya mereka semua orang-orang baik"jawab Ara


"Jangan mudah ketipu sama orang , terkadang dia baik karna ada maunya . Rambut boleh sama hitam tapi isi hati orang beda-beda"Nala mencoba untuk mengingatkan Ara agar berhati-hati jika berteman dengan orang baru


"Kalau soal kembaran kamu aku belum ketemu apalagi aku belum pernah liat dia kan terus kalau soal gebetan belum mikir ke sana deh"jelas Ara


"Lho kenapa ?"tanya Ara


"Soalnya kembaran gue itu nyebelin , kadang juga receh"Nala menjelaskan alasannya kepada sang sahabat kenapa dia tak ingin Ara kenal dengan sang kembaran dan Ara pun hanya bisa menjawab dengan anggukan karna mulutnya dipenuhi dengan makanan


"Alhamdulillah kenyang , makasih ya La kamu udah bawain aku makanan sebanyak ini"ucap Ara yang sudah kekenyangan


"Santai , besok-besok jangan sampai nggak makan . Untung aja gue kesini hari ini kalau nggak mungkin Lo udah sekarat"ucap Nala santai


"Iya bawel"jawab Ara


"Gue nitip motor gue disini ya , kalau gue bawa pulang bisa-bisa nenek sama kakek gue sport jantung entar"jelas Nala


"Lagian kamu juga sih , udah tau cewek ngapain pakai motor kayak gitu"ucap Ara


"Namanya juga suka"balas Nala


"Terus kamu pulang sama apa ?"tanya Ara


"Gampang , entar gue bisa pulang sama taksi atau nggak gue pulangnya minta antarin sama mang Ujang"jawab Nala

__ADS_1


"Kenapa nggak nginap disini aja ?"tanya Ara


"Gila Lo , besok gue sekolah"jawab Nala


*


Seperti biasa Nathan menunggu Niko di parkiran sekolah dengan masih setia duduk diatas motor kesayangannya . Niko datang ke sekolah dengan raut wajah yang tak bersemangat


"Kenapa muka Lo di tekuk ?"tanya Nathan


"Nggak kenapa-kenapa , tapi dompet gue yang bermasalah"jawab Niko


"Dompet Lo kenapa ?"tanya Nathan kembali


"Kemaren pulang dari kantor mobil gue mogok , terus gue di tolongin sama cewek cantik bro , tapi ujung-ujungnya minta bayaran uang 5jt"jelas Niko


"Wih gila tu cewek tanggung banget minta 5jt kenapa nggak 10jt sekalian"ucap Nathan


"Gila Lo ya , 5jt aja berat apalagi 10jt bisa nangis gue"jelas Niko


"Udah jangan kayak orang susah Lo , gaji Lo di kantor 5 kali lipat dari itu"Nathan mengingatkan Niko akan uang yang di keluarkan tak seberapa dibanding gaji yang Niko terima perbulannya


"Tapi tu cewek cantik , keren lagi"ucap Niko


"Percuma cantik kalau matre"setelah menjawab ucapan dari Niko , Nathan pun langsung berlalu pergi meninggalkan Niko sendiri di parkiran


Bel berbunyi menandakan kelas akan segera dimulai . Saat pelajaran biologi Ara pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang akan dia pelajari . Namun saat sampai di perpustakaan Ara melihat ada kaki di ujung rak buku , karna rasa penasaran Ara mendekati rak buku dengan langkah pelan tapi pasti


Setelah cukup dekat Ara melihat siapa pemilik kaki tersebut . Ternyata ada seorang siswa yang sedang bersandar di rak buku dengan mata terpejam , Ara pun semakin melihatnya dengan dekat


"Dia tidur apa meninggal ?"batin Ara


Ara menempelkan tangannya pada hidung sang siswa untuk mengetahui sebuah kebenaran , namun belum sempat tangannya mendekat sebuah tangan sudah mencekal tangan Ara


"Mau ngapain Lo ?"tanya nya


"A-ra cuma mau mastiin kalau kamu cuma tidur apa sudah.."Ara ragu untuk melanjutkan ucapannya


"Sudah apa ? Mati maksud Lo ?"tanyanya namun tak ada jawaban dari Ara


"Haha , lucu Lo ya kali seorang Nathan Sykes Pratama mati di perpustakaan enggak elegan banget"tambahnya


"Maaf ya"Ara mencoba untuk meminta maaf kepada Nathan karna sudah bertindak konyol


"Udah sana , ngerusak mood gue aja"Nathan menyuruh Ara untuk segera pergi karna akan melanjutkan tidur siangnya yang sempat terganggu oleh kedatangan Ara


"Kalau mau tidur dirumah jangan di perpustakaan"batin Ara

__ADS_1


"Apa liat-liat buruan sana"ucap Nathan


Karena tak mau memancing keributan Ara pun bergegas meninggalkan Nathan dan kembali dengan tujuan awalnya untuk meminjam buku


__ADS_2