
Tidak melakukan balapan liar bukan berarti bisa membuat Diva hanya berdiam diri di dalam rumah seharian apalagi dengan motor ninja ya yang entah dimana keberadaannya saat ini . Jalan-jalan sore dengan mengendarai mobil sport nya menikmati angin sore dengan pemandangan warna langit yang sudah mulai menguning keemasan menambah kesan bahagia di hari-hari Diva yang Sorang diri
Perjalanan yang awalnya tenang dan penuh kenyamanan kini berubah menjadi sedikitnya kesal karena banyaknya orang ditengah jalan entah apa yang mereka lakukan . Diva memutuskan untuk turun dari mobil dan melihat dari jarak yang lebih dekat , dan ternyata disana sedang ada seorang wanita paruh baya yang sedang tergeletak lemah karena korban tablak lari . Disamping wanita itu terdapat seorang anak yang mungkin usianya tak jauh dari Diva sedang menangis meminta pertolongan dari orang-orang
"Pak , buk tolong ibu saya"seperti itulah tangisan seorang anak yang memohon kesemua orang untuk menyelamatkan ibunya . Namun mereka hanya bisa terdiam dan terus menonton , Diva yang kesal melihat perlakuan orang-orang tersebut langsung duduk disebelah perempuan itu
"Woy tolongin dong jangan di tontonin aja"ucap Diva kesal seraya berusaha mengangkat tubuh sang ibu . Orang-orang yang awalnya hanya menonton melihat aksi Diva membuat hati mereka tergerak untuk membantu , Diva memasukkan wanita paruh baya tersebut kedalam mobilnya dan tak lupa membawa serta sang anak
"Kak tolongin mama saya kak"ucapnya lirih
"Lo tenang aja , kita akan segera sampai dirumah sakit"jawab Diva
Tanpa menunggu lama Diva langsung menancap pedal gas mobilnya menuju rumah sakit bahkan lampu merah jalanan pun tak dia hiraukan . Sampainya dirumah sakit Diva langsung memanggil suster untuk meminta bantuan , kini wanita paruh baya sudah masuk keruangan UGD dengan perawatan intensif dari para dokter
"Mama"anak wanita paruh baya itu terus menangis seraya memanggil sang mama
"Huuh , kamu tenang aja mama kamu nggak akan kenapa-kenapa"ucap Diva
Diva terus membujuk sang anak tersebut agar berhenti dari nangisnya walaupun usahanya sia-sia . Melihat anak sang ibu itu menangis mengingatkan Diva akan hal dia dulu disaat ditinggal oleh kedua orangtuanya yang memilih untuk hidup dijalan masing-masing tanpa memikirkan perasaan Diva
"Dokter gimana keadaan mama saya"anak sang wanita paruh baya langsung berdiri dari tempat duduknya saat melihat dokter baru keluar dari ruangan
"Kondisi sang ibu saat ini benar-benar kritis kita harus segera melakukan operasi . Namun adek harus menyelesaikan biaya administrasi nya terlebih dahulu barulah kita bisa segera melakukan operasi"jelas sang dokter
"Baik dok"jawabnya
Anak sang ibu langsung berlari mencari tempat pembayaran operasi sang mama diikuti oleh Diva dari belakang
"Permisi sus saya mau membayar uang administrasi operasional untuk mama saya"ucapnya
__ADS_1
"Sebentar ya dek"suster memberikan beberapa lembar kertas yang sudah bertuliskan jumlah angka-angka yang harus dibayar oleh sang anak
"Ya Allah banyak banget aku nggak punya uang sebanyak ini"ucap nya seraya mengeluarkan uang yang ada didalam saku celananya yang cuma ada uang Rp.10.500 membuat Diva ikut terbawa didalam kesedihan
"Ini dok , tolong lakukan operasi sesegera mungkin"ucap Diva seraya memberikan kartu debit kepada suster yang bertugas
"Kakak"ucapnya
"Udah tenang aja mama kamu akan baik-baik saja"ucap Diva seraya tersenyum
"Makasih banyak kak , aku janji akan membayar uang kakak"sang anak langsung memeluk Diva seraya terus menangis
"Udah jangan nangis terus berisik"bisik Diva
Pembayaran sudah selesai dilakukan , operasi pun sedang dalam pelaksanaan Diva beserta anak sang ibu masih setia menunggu di depan ruang operasi dan tak henti berdoa
***
"Terserah Lo aja , gue ikutin"jawab Reyhan
"Ya udah makan di kantin aja"ucap Vito
"Ya elah kalau makan di kantin mah nggak usah nanya mau makan dimana"balas Reyhan
Reyhan dan Vito berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit seraya bersenda gurau menuju kantin rumah sakit . Makan siang sudah berada tepat didepan mereka , menyantap makan siang seraya mengobrol kan tentang piala dunia yang tadi malam mereka tonton
"Kamu tau nggak tadi waktu aku bertugas di administrasi ada kisah mengharukan"ucap salah satu suster yang sedang makan siang tak jauh dari Vito dan Reyhan duduk
"Kisah apa ?"tanya suster lainnya
__ADS_1
"Ada seorang bocil yang ingin melunasi uang operasi sang mama tapi uangnya cuma rp.10.500 kasian kan"
"Terus-terus"
"Terus ada perempuan yang mungkin umurnya nggak jauh beda dari si bocil dia bayarin operasi mama sang bocil bahkan lengkap sama fasilitas VVIP"
"Mungkin aja perempuan itu kerabatnya"
"Mungkin aja nggak , soalnya mereka kayak nggak saling kenal gitu"
"Masya Allah ternyata masih ada ya orang baik di dunia ini sampai mau membiayai operasi orang yang nggak di kenal . Apalagi biaya operasi itu nggak murah Lo"
"Iya , aku aja yang nggak kenal sama dia sangat-sangat berterimakasih karena sudah mau membantu sesama"
"Semoga aja Allah membalas semua kebaikan dia dengan yang setimpal . Aamiin"
Setelah puas bercerita kedua suster tersebut pergi meninggalkan kantin karena sudah selesai menghabiskan makan siang mereka . Sedangkan Vito dan Reyhan yang sibuk menguping dari tadi hanya diam dan saling pandang
"Emang masih ada ya orang baik kayak gitu ?"tanya Vito
"Mungkin aja . Makanya kita harus selalu berbuat baik agar nanti disaat kita sedang dalam kesusahan Allah kirimkan orang baik untuk nolong kita"jelas Reyhan
"Gue penasaran sama tu cewek"ucap Vito
"Kalau penasaran ya samperin tapi jangan macem-macem . Ingat gue Abang nya Aisyah bisa gue tolak Lo jadi adik ipar"jelas Reyhan
"Hehe , tenang gue nggak bakal berpaling dari Adik Lo . Gue cuma mau liat malaikat tanpa sayap yang sudah menolong nyawa seseorang"ucap Vito
"Terserah , buruan abisin . Udah keburu dingin nih makan siang"balas Reyhan
__ADS_1
Vito dan Reyhan langsung melanjutkan makan siang mereka yang sudah dingin namun tetap masih terasa nikmat