
Sudah hampir 3 jam Diva pergi dari rumah membuat bik Minah khawatir, apakah majikannya bertemu dengan orangtuanya atau bahkan sebaliknya. Mengingat bagaimana seringnya terjadi keributan antara anak dan orangtua dirumah ini. Bik Minah mondar mandir didepan pintu rumah seraya terus menelfon Diva
"Angkat non"Minah terus saja menelfon Diva sesekali dia melihat jalanan yang tersapu derasnya air hujan. Belasan bahkan puluhan kali bik Minah menelfon dan pada akhirnya diangkat juga
"Halo bik"jawab Diva dengan suara serak
"Non dimana ?"tanya bik Minah
"Dijalan, Diva di buang bik"ucap Diva seraya menangis
"Dibuang bagaimana non"sesuatu yang Minah takutkan ternyata terjadi. Diva kembali menangis oleh kedua orangtuanya
"Diva dibuang, nggak ada yang sayang Diva bik"jelasnya
"Siapa yang ngomong gitu ? Banyak yang sayang sama non Diva, sudah non jangan menangis. Cepat pulang ya non, bibik sudah masakan makanan kesukaan non Diva"bik Minah tidak tau bagaimana cara menghibur Diva
Di sela-sela suara isakan tangis ada suara tabrakan yang kencang, membuat bik Minah terkejut dan kembali memanggil sang majikan
"Non Diva, suara apa itu ?"tanya Minah
"Non, halo non Diva"bik Minah semakin khawatir, ingin sekali dia menyusul Diva tapi tak tau dimana posisi diva saat ini
"Halo, non Diva jawab bibik"teriak Minah
"Halo buk"suara laki-laki terdengar dari seberang sana
"Halo, ini siapa ? Non Diva mana ?"tanya Minah
"Maaf buk, sang pemilik hp mengalami kecelakaan, saya warga setempat yang kebetulan lewat"jelasnya
"Kecelakaan ? Ya Allah Gusti, mas saya minta mohon tolong anak itu ya mas"ucap bik Minah seraya menangis
"Pasti buk, kita akan membawanya kerumah sakit kasih ibu. Segeralah ibu menyusul"ucapnya
"Baik, baik saya akan segera kesana"dengan cepat bik Minah berlari masuk memanggil supir untuk mengantarnya kerumah sakit
__ADS_1
***
"Dokter Reyhan"panggil dokter Vito
"Apa"jawab Reyhan datar
"Lo kenapa dari tadi bengong aja ?"tanya Vito pelan
"Perasaan gue nggak enak"jawab Reyhan
"Perasaan Lo nggak enak mungkin karena belum makan kali"ucap Vito
"Entahlah, tapi perasaan seperti ini nggak pernah gue alami sebelumnya"Reyhan memegang ponsel genggamnya berusaha menghubungi seseorang
"Lo nelfon siapa ?"tanya Vito
"Diva, tapi nomornya nggak aktif"ucap Reyhan
"Ya elah, bentar lagi juga bakal jadi istri masih di kepoin aja dia lagi ngapain"balas Vito namun tak di tanggapi oleh Reyhan
"Mungkin yang dibilang Vito benar, perasaan nggak enak mungkin aja karena belum makan"Reyhan menyimpan ponsel genggamnya dan berjalan keluar ruangan
"Kita makan siang di cafe depan rumah sakit ya, banyak yang bilang makanannya enak-enak"ucap Vito
"Terserah Lo aja"jawab Reyhan
Baru saja sampai di lobi rumah sakit Reyhan dan Vito melihat ambulance yang baru datang dengan beberapa orang yang mendampingi pasien
"Kayaknya korban kecelakaan deh"ucap Vito seraya berjalan
"Tau dari mana ?"tanya Reyhan
"Darahnya banyak di baju bapak-bapak itu"ucap Vito
Reyhan dan Vito memberi jalan para dokter dan suster yang akan membawa pasien ke IGD, namun pandangan Reyhan tertuju pada sang pasien
__ADS_1
"Diva"Reyhan langsung berlari meninggalkan Vito
"Dok, dokter Reyhan"panggil Vito yang ikut berlari mengejar Reyhan
"Diva, sayang kamu kenapa"Reyhan tak berdaya melihat wanita yang disayangi terbaring lemah dengan darah yang memenuhi wajahnya
"Dokter mengenal nya ?"tanya dokter yang akan merawat Diva
"Dia calon istri saya dok"jawab Reyhan
"Maaf dok, anda tidak boleh masuk"ucap sang dokter
"Tapi dok"ucap Reyhan
"Percayakan sama saya dok"balas sang dokter
"Baiklah"Reyhan memandang bapak-bapak yang tadi membawa Diva ke rumah sakit
"Maaf pak, ada apa sebenarnya ? Kenapa calon istri saya bisa seperti itu ?"tanya Reyhan
"Calon istri bapak mengalami kecelakaan tunggal"jelas warga
"Terimakasih sudah menolong calon istri saya pak"ucap Reyhan
"Semoga calon istri dokter tidak apa-apa"ucap warga
"Kalau begitu kami pamit dulu dok"warga berpamitan untuk pergi pulang meninggalkan Reyhan yang masih terdiam menatap pintu IGD
"Ada apa ?"tanya Vito
"Diva"ucap Reyhan
"Iya Diva kenapa ?"tanya Vito kembali
"Dia mengalami kecelakaan tunggal"Reyhan duduk seraya menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Udah, kita cuma bisa berdoa semoga Diva nggak kenapa-napa"balas Vito yang ikut duduk menemani Reyhan