SUNSET

SUNSET
Part 15


__ADS_3

Sebelum pergi meninggalkan rumah Nathan menelfon Ara agar tak berangkat ke sekolah duluan . Awalnya Ara tak membolehkan Nathan menjemputnya namun karna kekerasan Nathan terpaksa Ara mengiyakan . Ara sengaja menunggu Nathan didepan gerbang rumahnya karna Ara tidak mau mang Ujang dan bik Narti salah sangka


"Ngapain Lo berdiri didepan gerbang ? Kenapa nggak nunggu didalam aja ?"tanya Nathan


"Nggak kenapa-kenapa"jawab Ara


"Ngapain masih disana , buruan naik"ucap Nathan


"Eeh , iya Ara lupa"Ara langsung berlari membuka pintu mobil Nathan


Setelah Ara memakai sabuk pengaman nya barulah Nathan menjalankan mobilnya menuju sekolah . Nathan sedikit kesal karna disepanjang perjalanan Ara hanya diam , biasanya kalau bersama Niko mereka selalu membicarakan hal-hal yang tak penting agar tak bosan


"Kenapa Lo diam aja ?"tanya Nathan


"Kan Ara nggak di ajak bicara makanya Ara diam aja"jawab Ara


"Iya sih , kenapa harus gue duluan yang ngajak Lo ngomong ?"tanya Nathan kembali


"Ya karna Ara nggak tau mau ngomongin apa"Ara menjawab dengan tatapan polosnya


"Umur Lo berapa ?"Nathan penasaran dengan sifat Ara yang polos


"16 tahun"jawab Ara


"Lo bukan anak TK yang nyamar jadi siswi SMA kan ?"tanya Nathan penuh penyelidikan


"Enggak lh , kalau anak TK umurnya 5 tahun . Sedangkan Ara udah 16 tahun . Anak 5 tahun nggak boleh sekolah SMA karna belum cukup umur"jelas Ara dengan semangatnya , sedangkan Nathan hanya terdiam mendengar penjelasan Ara


"Nathan umurnya berapa ?"tanya Ara


"17 tahun"jawab Nathan


"Hm , pantesan"ucap Ara


"Pantesan apa ?"tanya Nathan


"Pantesan Nathan suka marah-marah"jawab Ara


"Gue nggak pernah marah-marah"ucap Nathan


"Iya kok , buktinya tadi Nathan ngomongnya ngegas padalhan Ara santai aja . Kalau Nathan marah-marah Ara nggak apa-apa kok"jelas Ara


"Kok nggak apa-apa ? Lo nggak balik marah gitu sama gue ?"tanya Nathan penasaran


"Nggak"jawab Ara


"Kenapa ?"Nathan sedikit aneh dengan jawaban Ara yang tak akan balik marah kepadanya kalau dia memarahi Ara


"Karna Nathan lebih tua dari Ara , jadi Ara harus menghormati yang tua"jelas Ara


"Kita cuma beda setahun jadi gue belum tua"Nathan tak terima dibilang tua


"Nggak apa-apa Ara ngalah , Ara nggak mau debat sama Nathan entar darah tingginya kumat"ucap Ara


Nathan menarik nafasnya dalam-dalam lalu di keluarkan pelan-pelan , agar emosinya mereda . Nathan mempercepat jalan mobilnya karna tak ingin berlama-lama dengan Ara


Sampainya di parkiran sekolah Ara langsung keluar dari mobil Nathan dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Nathan terlebih dahulu . Dari sisi lain Niko sudah memperhatikan kedatangan Nathan dan Ara , setelah Ara pergi meninggalkan mobil Nathan barulah Niko mendekatinya

__ADS_1


"Cie , romantis banget pasangan baru"ucap Niko


"Bacot Lo , kayak gini kan yang Lo mau"Nathan kesal dengan Niko yang memberinya hukuman aneh


"Hahaha , tapi Lo menikmati kan ? Kapan lagi coba berangkat sekolah bareng cewek cantik"ucap Niko


"Bodo amat"Nathan langsung berlalu meninggalkan Niko diparkiran


"Woy Nat , tungguin gue dong . Gitu aja ngambek Lo kayak anak perawan aja"ucap Niko


"Buruan"teriak Nathan


*


Ara masuk kelasnya , kedatangan Ara sudah disambut oleh senyuman hangat dari Thalita


"Thalita , kamu udah sekolah"Ara langsung bergegas mendekati tempat duduknya


"Kalau belum nggak mungkin gue di kelas Ra"jawab Thalita


"Iya juga ya , Ara kangen sama Thalita"Ara langsung memeluk Thalita


"Lebay deh , baru juga nggak ketemu sehari"Thalita membalas pelukan Ara


"Hehe , namanya juga kangen mau sehari , seminggu bahkan setahun tetap kangen"jawab Ara


Thalita hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ara yang seperti anak kecil yang baru bertemu dengan ibunya


"Lo udah sarapan ?"tanya Thalita


"Udah"jawab Ara


Bel berbunyi menandakan akan dimulainya jam pelajaran , jam pelajaran kelas 12 IPA.2 saat ini olahraga . Semua siswa siswi kelas 12 IPA.2 sudah berbaris di lapangan untuk melakukan pemanasan termasuk Ara


Kelas 12 IPA.2 melaksanakan olahraga dengan tawa ceria begitupun Ara yang menikmati pelajaran olahraga untuk pertama kalinya setelah selama ini homeschooling . Berlari mengiringi bola basket tanpa rasa lelah , ditengah-tengah asyiknya bermain Ara terdiam ditempat merasakan kepalanya yang sudah mulai sakit . Melihat Ara yang tiba-tiba diam ditempat membuat Thalita heran dan menghampiri Ara


"Ara Lo kenapa ?"Thalita menepuk bahu Ara


"Ara nggak kenapa-napa kok"Ara tersenyum dan kembali mengiring bola sampai didepan ring


"Ara hidung Lo berdarah"teriak Puji yang berdiri tak jauh dari Ara


Teriakan Puji mampu membuat orang berhenti dari kegiatan olahraga dan mendekati Ara . Dengan cepat Ara mengelap darah yang keluar dari hidungnya , namun semakin di bersihkan darah yang keluar semakin banyak . Pengelihatan Ara mengabur dan tanpa disangka Ara sudah tak sadarkan diri


Karena sudah pertukaran jam pelajaran Niko sengaja tebar pesona didepan pintu kelasnya dan tanpa sengaja melihat kerumunan di lapangan . Niko kembali memfokuskan pengelihatannya dan benar saja Niko melihat Ara yang sudah tak sadarkan diri dengan bercak darah di baju olahraganya . Niko bergegas masuk ke kelas untuk memberitahu Nathan bahwa Ara pingsan di lapangan


"Nat , Nat gawat Nat"teriak Niko


"Apaan sih Lo berisik banget"Nathan merasa terganggu dengan teriakan Niko yang tiba-tiba


"Pacar Lo Nat , pacar Lo"ucap Niko


"Gue nggak punya pacar"ucap Nathan


Dengan kesadaran penuh Niko menepuk jidat Nathan dan kembali menyadarkannya bahwa pacarnya saat ini adalah Ara


"Oiya gue lupa"jawab Nathan dengan polosnya

__ADS_1


"Pacar Lo pingsan di lapangan"teriak Niko


"Ya terus gue harus ngapain ?"tanya Nathan


"Eh , goblok buruan kesana bawa dia ke UKS"Niko kesal dengan pertanyaan Nathan


"Disana pasti udah ada guru ngapain lagi gue kesana ?"tanya Nathan malas


"Ah , bodo lh . Lo emang nggak ada perasaan sedikitpun"Niko bergegas keluar kelas mendekati kerumunan siswa-siswi kelas 12 IPA.2


Belum sampai Niko di lapangan petugas UKS datang membawa tandu untuk membawa Ara ke UKS . Niko hanya memperhatikan dari kejauhan


"Gue bilang juga apa , udah ada yang nolongin"ucap Nathan yang baru datang


"Lo nggak ada perasaan banget"ucap Niko kesal


"Ya abis gue harus ngapain ? Lo aja yang udah lari-larian dari kelas tetap aja nggak bisa apa-apa kan"ucap Nathan


"Buruan sana samperin pacar Lo , ingat Lo harus menjalani tantangan Lo seperti layaknya pasangan kekasih beneran"ucap Niko mengingatkan Nathan kembali


"Males ah"Nathan yang baru saja ingin melangkahkan kakinya terhenti karna Niko sudah menarik belakang kerah baju Nathan


"Buruan sana"tambah Niko


"Huuuf , nyebelin banget Lo"ucap Nathan yang pasrah melangkahkan kakinya ke UKS


Di UKS sudah ramai dengan siswa-siswa kelas 12 IPA.2 yang ingin melihat keadaan Ara , namun keramaian itu hilang setelah salah satu guru menyuruh semua murid kembali kedalam kelas . Kini Ara sedang diperiksa oleh dokter yang bertugas di sekolah didampingi oleh Thalita dan Puji , Nathan hanya bisa melihat dari luar jendela


"Dia kenapa ?"tanya Nathan pada Puji yang baru keluar dari ruangan UKS


"Ara pingsan tadi waktu lagi olahraga"jawab Puji


"Pingsan gitu aja ?"tanya Nathan kembali


"Iya , udah ya gue mau kekelas dulu bentar lagi jam guru gue masuk"Puji pergi meninggalkan Nathan setelah dijawab dengan anggukan


"Gue bilang juga apa dia itu cewek aneh , nggak kena apa-apa aja bisa pingsan"batin Nathan


Saat dokter dan guru ingin keluar ruangan Nathan bergegas mencari tempat persembunyian agar dia tidak dimarahi karena keluar kelas saat jam pelajaran . Setelah cukup aman barulah Nathan keluar dari persembunyiannya dan bergegas masuk ke dalam


"Nathan , Lo ngapain disini ?"tanya Thalita yang masih setia disamping Ara


"Lo sendiri ngapain disini ?"tanya Nathan kembali


"Gue jagain Ara lh , ngapain lagi"jawab Thalita


"Udah Lo balik aja ke kelas lagian guru Lo udah otw kelas noh"ucap Nathan


"Biarin aja , lagian Puji bakal mintain izin gue ke guru karna gue jagain Ara di UKS"jawab Thalita


"Udah , dia biar gue yang jagain"Nathan mendorong Thalita keluar dari UKS dan langsung mengunci pintunya yang membuat Thalita tak bisa masuk kedalam


Dengan rasa kesal dan tak ikhlas akhirnya Thalita mengalah karna tak ingin membuat keributan yang akan mengganggu temannya istirahat . Merasa menang Nathan menjulurkan lidahnya didepan Thalita , untung saja berbatasan kaca jendela jika tidak mungkin Thalita sudah menghajar Nathan


Nathan memperhatikan Thalita yang semakin lama semakin menjauh dari UKS barulah Nathan kembali membuka kunci pintu , berjalan mendekati Ara yang terbaring lemah


"Lo kok bisa pingsan waktu olahraga ya ? Kena bila nggak ? Cuaca juga nggak terik-terik amat"gumam Nathan pada Ara yang masih belum sadar dari pingsannya

__ADS_1


"Atau karna Lo belum sarapan ? Tapi Lo bilang tadi udah . Apa gue dibohongi ya ? Gue beliin Lo makanan kali ya biar entar kalau Lo sadar Lo bisa langsung makan"Nathan membenarkan selimut yang dipakai Ara dan pergi keluar UKS menuju kantin


__ADS_2