
Cukup lama tuan Teguh berdiam diri, sedangkan Nathan sudah menghabiskan satu gelas minuman dinginnya
"Saya tidak bisa menunggu terlalu lama lagi, bagaimana apakah anda setuju dengan usulan saya ?"tanya Nathan yang sudah mulai bosan menunggu sebuah jawaban
Dengan menarik nafas dalam serta memejamkan mata seperkian detik tuan Teguh pun akhirnya menjawab
"Maaf tuan saya tidak bisa menikahkan putri saya dengan anda"jawab tuan Teguh tegas
"Kenapa ? Bukankah Anda membutuhkan kerjasama ini ? Saya bisa bantu bahkan lebih jika Anda membiarkan anak anda menikah dengan saya"jelas Nathan kembali
"Saya memang membutuhkan kerjasama ini demi memulihkan perusahaan saya yang dalam masa kritis tapi maaf saya tidak bisa menukar anak saya demi kepuasan saya sendiri"jelas tuan Teguh
"Menurut saya, anak anda akan bahagia dinikahkan dengan saya. Anda jangan khawatir saya akan membuatnya bahagia"ucap Nathan
"Mungkin tuan bisa membuatnya bahagia tapi belum tentu dia bisa bahagia bersama tua"jelas tuan Teguh kembali
Mendengar ucapan tuan Teguh membuat Nathan tersenyum dengan penuh arti
"Anda begitu menyayangi anak anda ternyata"ucap Nathan
"Tentu saja tuan, tidak ada orangtua yang tidak menyayangi anaknya"jawabnya
"Hahaha, jawaban anda membuat saya tertawa"ucap Nathan
"Apakah ada yang lucu sehingga tuan tertawa ?"tanya tuan Teguh
"Bagaimana saya tidak tertawa melihat anda yang seolah-olah menyayangi putri anda, sementara bagaimana kondisi putri anda saat ini saja anda tidak tau"ucap Nathan dengan tegas namun penuh dengan penekanan
__ADS_1
Mendengar ucapan Nathan yang seolah-olah tau dengan putrinya membuat tuan Teguh terdiam dan dipenuhi dengan kebingungan
"Maksud tuan apa ?"tanya tuan Teguh
"Anda beserta mantan istri anda adalah orangtua yang tidak memiliki perasaan, anda menelantarkan anak anda ! Darah daging anda sendiri"jelas Nathan
"Anda mengenal anak saya ?"tanyanya
"Hahaha, tentu saja. Bagaimana mungkin saya tidak mengenal calon kakak ipar saya"jelas Nathan
"Calon kakak ipar ?"tanya nya penuh kebingungan
"Iya, Diva putri anda akan segera menikah dengan Abang saya"jawab Nathan
"Kenapa anak itu tidak menghubungi saya"ucap Teguh pelan namun terdengar jelas di telinga Nathan
"Hahaha, aduh tuan Teguh. Ucapan anda sungguh menggelitik perut saya, anda berharap di hubungi oleh anak anda ? Sementara nomor ponsel Anda beserta mantan istri anda saja tidak bisa di hubungi"jelas Nathan seolah-olah mengejek
"Aaaa, dan anda tau apa yang terjadi ? Dia mengalami kecelakaan yang membuat kedua matanya buta. Apa anda tau itu ? Dunia memang tak adil untuknya"Nathan benar-benar sudah tak bisa menahan amarahnya sementara tuan Teguh hanya diam dengan rasa bersalah
"Oke, urusan kita telah selesai. Saya permisi"Nathan berdiri dan pergi meninggalkan tuan Teguh yang masih diam
Namun ketika Nathan ingin membuka mobilnya sosok tuan Teguh kembali datang mengejarnya
"Tuan tunggu sebentar"ucapnya
"Ada apa lagi ? Saya sudah tidak berselera melihat wajah orangtua seperti anda"ucap Nathan
__ADS_1
"Saya mohon maafkan saya, dan izinkan saya untuk bertemu dengan anak saya tuan"ucapnya memelas
"Untuk apalagi ?"tanya Nathan
"Saya ingin menebus kesalahan saya tuan"ucapnya
"Menebus kesalahan ? Supaya anda bisa bekerjasama dengan perusahaan saya ? Begitu ?"tanya Nathan
"Tidak, saya ingin menebus kesalahan saya dan akan membahagiakan putri semata wayang. Ini rasa bersalah orangtua kepada anak"jelasnya
"Ah, sudahlah tuan. Saya sudah tidak bernafsu menjalani adegan drama ini, kisah-kisah seperti ini sudah sering saya lihat di televisi jadi anda tidak usah berdrama di depan saya"ucap Nathan malas
"Saya mohon tuan, tidak masalah jika tuan tidak mau bekerjasama dengan saya. Tidak masalah jika perusahaan saya bangkrut, saya hanya ingin bertemu putri saya tuan"tuan Teguh berlutut di depan Nathan memohon agar Nathan mempertemukannya dengan sang putri
"Bagaimana jika anda ingkar dengan ucapan anda ? Saya tidak suka bermain-main"tegas Nathan
"Saya bersungguh-sungguh tuan, saya mohon"tuan Teguh sudah menitikkan air matanya dimana dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya
"Berdirilah"ucap Nathan
Setelah tuan Teguh berdiri, Nathan masuk ke mobil namun bukan untuk pergi melainkan untuk mengambil undangan yang sudah terbungkus rapi
"Ini simpan undangan pernikahan anak anda, anda bisa menemuinya besok tapi tanpa undangan ini anda tidak bisa masuk"ucap Nathan seraya menyodorkan undangan
"Anak saya benar-benar akan menikah ?"tanyanya
"Tentu saja"jawab Nathan
__ADS_1
"Ingat kata-kata saya, kedatangan anda kesana untuk membuat anak anda bahagia bukan malah sebaliknya. Sempat terjadi kekacauan di hari pernikahan itu orang yang saya cari pertama kali itu anda"jelas Nathan
"Jangan menganggap remeh ucapan saya, karena saya tak pernah bermain-main dengan ucapan saya. Aaa bahkan saya mampir memisahkan nyawa dari raga anda"tambah Nathan dan langsung berlalu pergi meninggalkan tuan Teguh yang masih diam di tempat