
Setelah sholat subuh berjamaah Adimas bergegas mendorong kopernya dibantu oleh sang istri yang selalu setia mengikutinya dari belakang
"Mas, kamu jangan lama-lama ya disana"ucap Amanda
"Mas akan pulang kalau pekerjaan mas sudah selesai sayang, lagian kapan pun kamu mau kamu bisa menyusul"balas Adimas
"Huft, aku pasti sangat merindukanmu mas"ucap Amanda kembali
"Cuma sebentar sayang"Adimas mendekati sang istri dan memeluknya dengan penuh kehangatan
"Pa, Nathan ikut dong pa"Nathan yang mendengar suara sang papa di ruang keluarga bergegas keluar
"Kamu siswa baru, jadi harus fokus sama pelajaran mu dulu. Lagian perusahaan di Indonesia kan kamu yang pegang, yang ini biarkan papa"jelas Adimas
"Hm, iya deh tapi kalau butuh bantuan telfon aja ya. Nathan pasti dengan cepat nyusul papa"ucap Nathan
"Siap kapten"balas Adimas
"Papa mau berangkat sekarang ?"Reyhan yang mendengar keributan di ruang keluarga pun langsung keluar kamar
"Iya, Abang jagain bunda sama Nathan selagi papa pergi, papa pergi sebentar kok"pesan Adimas
"Iya papa tenang aja. Penerbangan jam berapa pa ?"tanya Reyhan
"Jam 06.00"jawab Adimas
"Ya udah kalau gitu Reyhan antar ya pa"ucap Reyhan
"Nathan ikut, bunda juga ikut"mendengar ucapan sang bunda beserta adik membuat Reyhan tersenyum lebar
"Iya iya semuanya ikut. Apa mau ikut ke Belanda juga ?"tanya Adimas
__ADS_1
"Emang boleh ?"tanya Nathan antusias
"Nggak"jawab Adimas singkat
"Hahaha, ya udah Reyhan ambil jaket sama kunci mobil dulu ya"ucap Reyhan berlalu pergi ke kamar
"Bunda juga mau ganti baju"ucap Amanda
"Emang kenapa sama baju bunda ? Kenapa harus di ganti ?"tanya Nathan
"Nggak mungkin bunda mu pakai daster ke bandara sayang, nanti banyak yang lirik"jawab Adimas membuat Nathan tertawa geli
"Kamu nggak ikutan ganti ?"Adimas heran melihat sang anak yang masih duduk tenang di sofa dengan ponsel genggamnya
"Ngapain ganti ? Orang ganteng itu mau pakai apa aja tetap ganteng pa"jelas Nathan dengan percaya dirinya
Adimas hanya terdiam seraya memandang sang anak yang memakai celana pendek di atas lutut sweater hitam nya
"Tuan, tunggu sebentar"bik Inah berjalan cepat mengejar Adimas beserta keluarga yang baru saja keluar dari rumah
"Ada apa bik ?"tanya Amanda
"Bibik titip ini buat neng Nala disana ya tuan"bik Inah menyodorkan kotak makan yang entah apa isinya
"Apa ini bik ?"tanya Nathan
"Itu kue kering kesukaannya neng Nala den, bibik sengaja bikin tadi malam untuk neng Nala"bik Inah ingat betapa sukanya Nala dengan kue kering bikinan bik Inah
"Berarti bau kue tadi malam itu bik Inah yang bikin ?"tanya Reyhan
"Iya den"jawab bik Inah
__ADS_1
"Bibik bikin buat Nala aja ? Buat aku nggak ?"tanya Nathan yang sedikit ngambek
"Aden tenang aja, bibik bikin banyak kok"jawab bik Inah
"Nah gitu dong, sayang bibik"Nathan merangkul bik Inah dengan senyuman
"Makasih ya bik, nanti saya kasih ke Nala langsung"ucap Adimas
"Nala pasti senang banget dapat kiriman kue dari bibik"ucap Nala bahagia
"Aamiin"jawab bik Inah
Adimas beserta keluarga pergi meninggalkan perkara gan rumah menuju bandara. Sampainya di bandara semua keluarga mengiringi kepergian Adimas dengan senyuman, sedangkan Nathan berjalan di belakang orang tua dan abangnya
"Nat, kok kamu jalannya lama banget"ucap Reyhan
"Jam segini ternyata masih dingin banget ya bang"mendengar ucapan Nathan membuat Reyhan langsung memperhatikan celana pendek yang Nathan pakai
"Lho kamu nggak ganti tadi ?tanya Reyhan
"Cowok ganteng mau pakai apapun tetap ganteng bang"ucap Adimas dari belakang membuat Reyhan terkejut
"Nathan kan nggak pernah ke bandara pakai celana pendek pa, apalagi masih subuh gini"jelas Nathan
"Kalau kamu kedinginan tunggu di mobil aja nak"ucap Amanda
"Nggak ah, aku kan mau ngantar papa"jawab Nathan
"Kalau nggak kamu pergi ke parkiran, di dalam mobil ada celana Abang. Celana itu baru beli kemaren kamu pakai aja"ucap Reyhan
"Beneran bang ?"tanya Nathan
__ADS_1
"Iya, cepat sana"Reyhan memberikan kunci mobilnya pada Nathan, Nathan bergegas lari menuju parkiran