SUNSET

SUNSET
Part 50


__ADS_3

Setelah kepergian Aisyah mengantar makan siang untuk Reyhan dan Vito . Kini saat nya kedua rekan kerja untuk makan siang bersama sambil berbincang tentang pasien yang sedang di tangani . Namun disela-sela perbincangan terdengar suara yang begitu familiar bagi Reyhan


"Woy bengong Baek , kenapa Lo ?"tanya Vito


"Nggak ada , gue kayak familiar banget sama suara orang diluar"Vito hanya mengangguk memahami perkataan Reyhan


Suara tersebut sudah tak terdengar lagi , Vito dan Reyhan melanjutkan makan siang mereka . Karena hari ini mereka tak memiliki banyak pasien jadi mereka bisa bersantai lebih lama


*


Diva berjalan melewati banyak ruangan di setiap lorong rumah sakit seraya mendorong kursi roda seorang wanita paruh baya yang entah siapa


"Kan udah Diva bilang kalau sakit nggak usah kerja dulu . Bandel banget , udah tua juga nggak mau dengerin kata anak muda"Diva terus saja mengomel pada wanita paruh baya tersebut . Namun yang dimarahi hanya tersenyum mendengar setiap perkataan Diva


"Jangan senyum-senyum aja tapi dengerin"tambah Diva


"Diva"panggil seseorang yang baru saja keluar dari ruangannya membuat Diva beserta wanita paruh baya melihat ke asal suara


"Dokter Reyhan"balas Diva

__ADS_1


"Kamu nggak baik marah-marah sama orang tua , dosa"Reyhan berusaha mengingatkan Diva yang sudah mengomel sepanjang lorong rumah sakit


"Dokter nggak tau apa-apa jadi jangan ikut campur"jawab Diva


"Tapi Diva dia ibu kamu , kamu nggak baik marah-marah sama seorang ibu"Diva memutar bola matanya mendengar ucapan Reyhan yang menurutnya sok tau


"Ayo kita pulang , entar pingsan lagi . Untuk Diva cepat pulang"Diva mempercepat langkahnya mendorong kursi roda


"Diva dengerin mas , kamu nggak boleh kayak gini"Reyhan menahan tangan Diva yang sudah mendorong kursi roda yang di duduki wanita paruh baya tersebut


"Mau dokter apa sih ? Jangan ikut campur urusan orang deh , urusin aja pasien-pasien dokter sana"ucap Diva yang sudah mulai kesal


"Sudah non biar bibik yang jelasin sama dokter ini"jelas wanita paruh baya itu


"Perkenalkan dokter saya Ijah pembantunya non Diva , non Diva bersikap seperti ini bukan karena dia membenci saya tapi sebaliknya"jelas bik Ijah


"Maksudnya ?"Reyhan tak mengerti dengan penjelasan bik Ijah


"Tu kan bik dia nggak akan ngerti , ayo ah kita pulang"lagi-lagi Diva kembali mendorong kursi roda bik Ijah

__ADS_1


"Tapi non kalau nggak dijelasin nanti dokter itu akan salah faham sama non Diva"ucap dik Ijah


"Biarin aja , bukannya udah biasa ya orang menilai seseorang dari penampilannya tanpa tau aslinya"jelas Diva membuat bik Ijah geleng-geleng kepala


Benar saja apa yang dibilang bik Ijah , Diva mengomelinya karena kesalahannya sendiri . Sebelum berangkat ke sekolah Diva sudah melihat wajah bik Ijah yang pucat , disaat seperti itu Diva meminta bik Ijah untuk beristirahat dan jangan melakukan kegiatan apapun bahkan Diva sudah berpesan kepada supir pribadi nya untuk mengantarkan bik Ijah kerumah sakit namun bik Ijah selalu menolak dan terus saja mengerjakan pekerjaan rumah , mengakibatkan stamina bik Ijah semakin melemah mengakibatkan bik Ijah tak sadarkan diri


Semenjak kedua orangtuanya bercerai , hanya bik Ijah yang perhatian kepadanya . Bahkan bik Ijah sudah menjadi baby sitter dikala Diva masih bayi , makanya bagi Diva bik Ijah sangat berarti melebihi apapun . Bahkan saat mengetahui kalau bik Ijah pingsan Diva langsung meninggalkan area latihan nya untuk segera pulang dan mengantar bik Ijah kerumah sakit . Karena jika Diva yang mengantar bik Ijah tak akan ada lagi penolakan


"Non , jangan manyun lagi . Maafin bibik ya"ucap bik Ijah


"Iya dimaafin , awas aja kalau nggak dengerin Diva ngomong"balas Diva


"Nanti sampai rumah jangan kerja , nggak usah masak juga . Kalau lapar delivery aja"tambah Diva


"Iya non Diva cantik kesayangannya bik Ijah"jawab bik Ijah


"Jangan ngerayu , Diva masih marah bik"jelas Diva


"Tadi katanya bibik udah dimaafin"ucap bik Ijah

__ADS_1


"Iya tapi tergantung mood Diva , udah jangan keseringan ngomong buang-buang tenaga aja . Mending bibik tidur entar kalau udah sampai rumah Diva bangunin"mobil Diva mulai berjalan meninggalkan area parkiran rumah sakit


"Dasar anak nakal menyembunyikan perhatian dibalik sifat cuek"batin bik Ijah yang tak melepaskan pandangannya pada Diva


__ADS_2