SUNSET

SUNSET
Part 34


__ADS_3

Niko memastikan tali sepatunya terikat dengan kuat , setelah itu baru melakukan sedikit pemanasan dan berlatih sebelum memulai pertandingan . Nathan yang baru sampai langsung menepuk bahu Niko membuat Niko terkejut


"Kampret Lo emang suka banget bikin gue kaget . Kalau gue jantungan gimana ?"tanya Niko


"Ya nggak apa-apa juga kalau Lo jantungan jadi gue bisa ganti sekertaris baru"jawab Nathan seenaknya


"Setan Lo emang . Lama banget Lo tambal ban dimana ? Hongkong ?"tanya Niko


"Hehehe , sorry bro tadi ngantri"jawab Nathan


"Coba kalau Lo datangnya 15menit lebih cepat tadi"Niko sengaja menggantung ucapannya agar Nathan bertanya namun tidak sesuai ekspektasi nya


"Woy kenapa diam aja Lo ? Tanya kek kenapa"Niko kesal melihat ekspresi Nathan yang biasa saja


"Ngapain gue nanya ? Nggak penting juga . Mumpung masih ada waktu ayo kita latihan"ajak Nathan yang sudah membawa bola basket ke tepi lapangan


"Tadi ada pacar Lo di sini"ucap Niko kesal . Nathan pun langsung menghentikan kegiatannya dan mendekati Niko


"Lo serius ?"tanya Nathan tak percaya


"Katanya nggak penting ngapain nanya ?"ucap Niko


"I-iiya tadi kan gue kira Lo mau ngomongin masalah tanding"jelas Nathan


"Dasar ! Iya pacar Lo tadi disini duduk disana sambil nontonin orang tanding"mendengar jawaban Niko , mata Nathan langsung memperhatikan semua orang yang sedang tanding mereka semua hanya menggunakan baju dan celana pendek


"Kenapa Lo bengong baek , kesambet baru tau rasa"ucap Niko kembali


"Lo serius dia disini ? Sama siapa ?"tanya Nathan penasaran


"Itu sama cewek yang pernah meras duit gue sampai 5jt"jawab Niko


"Oke thanks"Nathan langsung bergegas pergi meninggalkan Niko yang sudah teriak-teriak memanggil nama Nathan


"Buset , mau kemana lagi tu anak"gumam Niko


Nathan berlari menuju parkiran taman ibu kota , berharap orang yang baru saja disebutkan oleh sahabatnya masih ada disekitar taman . Namun tak kunjung dia temukan dan akhirnya Nathan memutuskan untuk menelfon nya


"Katanya 15menit yang lalu kok udah nggak ada"gumam Nathan

__ADS_1


"Halo , dimana Lo ?"Nathan bertanya dengan lawan bicaranya sambil sesekali melihat ke sekitar taman


"Dijalan , memangnya ada apa ?"jawabannya


"Kata Niko Lo tadi di taman ? Ngapain ?"tanya Nathan


"Ara nonton orang tanding basket . Eh bukan Ara tapi sahabat Ara"siapa lagi yang di telfon Nathan kalau bukan Arabelle sang pacar taruhan nya


"Kenapa Lo nggak bilang ke gue kalau Lo mau ke taman hari ini ?"tanya Nathan


"Memangnya harus ya ?"tanya Ara


"Haruslah , Lo kan pacar gue jadi kemana pun Lo pergi harus izin dulu ke gue"jawab Nathan


"Iya maaf"jawab Ara


"Pulang sama siapa Lo ?"tanya Nathan kembali


"Sama sahabat Ara"jawab Ara sambil melirik pada Nala


"Cewek apa cowok ?"tanya Nathan kembali


"Nelfon sama siapa sih Ra segitunya banget ? Udah matiin aja"ucap Nala yang kesal melihat raut wajah Ara yang berubah menjadi murung


"Suaranya kayak gue kenal , tapi nggak mungkin kayaknya"batin Nathan


"Ya udah langsung pulang jangan keluyuran , awas aja kalau nggak langsung pulang"ucap Nathan


"Iya"jawab Ara


Setelah panggilan berakhir Ara langsung memasukkan ponsel genggamnya kedalam tas . Dan hanya diam tak seperti sebelum menerima telfon dari Nathan


"Kenapa Lo siap Nerima telfon langsung murung ?"tanya Nala


"Pacar Ara marah"jawab Ara


"Marahin Lo ? Kenapa ? Berani banget tu orang marah-marahin Lo"mendengar jawaban Ara membuat Nala langsung emosi


"Karena Ara nggak izin ke dia kalau Ara mau ke taman hari ini"jawab Ara

__ADS_1


"Sekarang dia dimana ? Bilang ke gue , biar gue labrak tu orang"Nala menghentikan mobilnya dipinggir jalan seraya menantikan jawaban dari Ara


"Nala nggak boleh jahat , kita pulang aja ya"ajak Ara


"Tapi Ra dia udah berani marah-marahin Lo , gue nggak terima mood sahabat gue dirusak sama cowok kurang ajar kayak dia"jelas Nala dengan emosi yang memuncak


"Udah-udah Nala tarik nafas dalam-dalam terus hembuskan pelan-pelan"ucap Ara yang diikuti oleh Nala


"Udah tenang kan ?"tanya Ara


"Tenang apaan ? Sampai kapan pun gue nggak terima sahabat gue di jahatin orang"Nala kembali ngegas dalam berbicara


"Kita pulang aja ya , Ara usah nggak apa-apa kok . Liat ni Ara senyum lagi kan"ucap Ara seraya menunjukkan senyum pepsodent nya


"Ini yang nggak gue suka dari Lo . Lo seharusnya kalau di jahatin orang bales dong jangan diam aja , di pijak-pijak Lo entar"ucap Nala


"Kita nggak boleh balas kejahatan dengan kejahatan juga . Kalau kita jahat sama orang terus apa bedanya kita sama dia"jelas Ara


"Ah terserah Lo lah pusing gue"Nala kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan emosi yang masih berada di tempat


"Awas aja kalau gue ketemu sama tu orang , gue bakal bikin perhitungan"batin Nala


"Nala , Nala nggak apa-apa kan ?"tanya Ara yang bingung dari tadi melihat Nala yang selalu menunjukkan senyum sinis nya


"Hm , gue nggak apa-apa"jawab Nala yang tetap fokus pada jalanan


*


Niko yang sedang berlatih menghentikan latihannya saat melihat Nathan yang berlari kearahnya . Niko memandang Nathan dari kejauhan seraya memeluk bola basket


"Dari mana Lo ?"tanya Niko


"Gue tadi kebelet makanya buru-buru takut kebablasan disini"jawab Nathan dengan kebohongan


"Beneran ?"Niko memajukan wajahnya mendekati wajah Nathan untuk mencari kebenaran


"Beneran lah masa iya gue bohong . Bohong dosa entar masuk neraka"jawab Nathan yang dengan segera menjauhkan kepala Niko dari wajahnya


"Dapat kata-kata dari mana Lo ?"tanya Niko

__ADS_1


"Dari Ara haha"jawab Nathan yang langsung merebut bola basket dari pelukan Niko . Niko langsung mengejar Nathan dan tak ingin membahas hal yang tak penting walaupun dia sendiri masih penasara


__ADS_2