SUNSET

SUNSET
Eps 197


__ADS_3

Satu demi satu para peserta wisudah berjabat tangan dengan Queen bahkan tak sedikit dari mereka mengagumi kecantikan Queen. Kini tiba saatnya bagi Nathan untuk bersalaman dengan Queen, ingin rasanya Nathan langsung memeluk sang pujaan hati yang sudah lama tak dia temui namun dia bisa mengondisikan keadaan


"Senang bisa bertemu denganmu lagi sayang. Kamu berhutang banyak penjelasan pada ku"ucap Nathan seraya terus menggenggam tangan Queen


"Waktumu sudah habis Nathan, sekarang gantian dengan yang lain"Queen melirik banyaknya mahasiswa yang berdiri dibelakang Nathan menanti giliran untuk berjabat tangan dengan Rekto yang baru


Dengan berat hati Nathan kembali ketempat dudukya. Namun pandangan mata Nathan tak pernah lepas dari Queen


Senyuman Ara yang selm ini dia rindukan, genggaman tangan Ara yang hangat, serta tatapan sendu yang selalu Ara pancarkan kini kembali dia dapatkan.


"Aku tidak aka mengulangi kesalahan yang sama Ra. Aku janji"batin Nathan


Kini saatnya bagi Rekto keluar ruangan meninggalkan seluruh mahasiswa yang belum boleh keluar. Queen melihat Nathan yang sedari tadi teus memperhatikannya. Panangan mata itu kini kembali bertemu dari sekian lama tak bertatap


Queen tersenyum seraya melambaikan tangan kepada Nathan, begitupun Nathan yang membalas senyuman Queen dengan tulus


"Tunggu aku sebentar sayang"gumam Nathan


Lima belas menit setelah Queen kelua, kini seluruh mahasiswa pun keluar. Nathan mencari-cari Queen bahkan keruangan para staff sekalipun


"Permisi, maaf pak apakah Ara ada di dalam ?"tanya Nathan pada seorang dosen yang baru saja ingin keluar

__ADS_1


"Ara ? Siapa maksud kamu ? Didalam tidak ada yang bernama Ara"ucap sang dosen


"Hm, nona Queenza maksud saya pak"jelas Nathan


"Oh, nona Queen. Dia sudah pergi sejak tadi"jawab sang dosen


"Kenapa cepat sekali perginya ?"gumam Nathan


"Kalau tidak salah dengar tadi beliau ada urusan keluarga"jelas sang dosen


"Hm, baiklah. Terimakasih pak"ucap Nathan


Dosen itu pun pergi meninggalkan Nathan. Dengan hati yang masih merindukan wanita kesayangannya, Nathan bergegas pergi keparkiran meninggalkan rekan-rekan yang ingin merayakan hari kelulusan dengannya demi pergi kerumah Ara


"Diman kamu Ra ? Semarah itukah kamu sama aku Ra"ucap Nathan dengan sendu


Dengan berat hati Nathan pergi meninggalkan rumah Ara. Pulang, ya itulah yang menjadi tujuan terakhir Nathan. Kini Nathan sudah berada di depan rumah, Nathan enggan untuk langsung masuk melainkan dia masih terdiam duduk didalam mobil seraya mengingat kembali bagaimana pertemuannya dengan sang kekasih


Singkat, namun begitu berkesan untuknya. Ingin rasanya untuk mengulang kejadian satu jam yang lalu namun apa daya waktu tak bisa diputar kembali. Dengan nafas panjang Nathan keluar dari mobil, berjalan mendekati pintu utama dengan langkah yang begitu berat


Ketika pintu utama dibuka Nathan begitu terkejut dengan keberadaan keluarga yang sedang membuat kan nya sebuah kejutan ucapan selamat. Terkejut ? Tentu saja, Nathan memandangi seluruh keluarga satu persatu dimana ada senyuman tulus terukir disana

__ADS_1


"Selamat brother, akhirnya wisuda juga"ucap Nala seraya memberikan buket bunga yang dia bikin sendiri


"Jangan lupa diamalkan"tambah sang kakak


"Selamat nak, bunda bangga sama kamu"ucap sang bunda seraya memeluk Nathan dengan bahagia


"Selamat jagoan papa, sekarang sudah memiliki gelar dan bisa resmi menggantikan papa mengurus perusahaan"Adimas memeluk sang anak dengan bangga


"Terima kasih pa, semua keberhasilan yang sudah Nathan capai tak pernah lepas dari dukungan kalian semua"ucap Nathan seraya tersenyum


Senyum ? Ya, senyum itu tulus dia berikan untuk keluarganya.


"Kapan makan-makannya ? Udah lapar ni"ucap Nala


"Hahaha, baiklah anak muda ayo kita serbu makananya"ajak Adimas


"Kalian duluan aja, Nathan mau bersihin badan dulu nanti Nathan nyusul"ucap Nathan


"Baiklah nak, Jangan lupa nyusul ke halaman belakang ya"balas sang papa


"Iya pa"ucap Nathan

__ADS_1


Semua keluarga pun satu persatu pergi meninggalkan Nathan yang masih terdiam di tempat. Sebenarnya suasana seperti ini sudah cukup membuat Nathan bahagia namun tetap saja dihati nya ada sesuatu yang kurang


__ADS_2