
Karena ada rapat guru seluruh siswa-siswi SMA BhinaBakti dipulangkan . Ada yang langsung pulang dan ada juga yang memilih untuk bermain basket di lapangan sekolah termasuk Nathan
"Nat kita nggak bisa berlama-lama disini"ucap Niko
"Emang kenapa ?"tanya Nathan
"Hari ini ada rapat direksi"jawab Niko
"Ya udah kalau gitu kita akhiri sekarang"Nathan dengan spontan membuang bola basket yang ada di tangannya dan langsung berlalu pergi
"Mau kemana Lo ?"teriak Niko memandang punggung Nathan yang semakin menjauh
"Jemput pacar kesayangan lah kemana lagi , emang kayak Lo jomblo"jawab Nathan
"Gue mah selow lagian hubungan Lo nggak akan lama"mendengar ucapan Niko membuat Nathan langsung menghentikan langkah kaki nya
"Maksud Lo ?"tanya Nathan bingung
"Ingat hubungan Lo didasari perjanjian karena kalah taruhan . Lupa Lo"ucap Niko to the poin . Nathan langsung panik melihat ke sekeliling takut ada yang mendengar ucapan Niko barusan . Setelah memastikan tak ada satu orangpun di lapangan kecuali mereka Nathan bergegas mendekati Niko
"Lo kalau ngomong jangan keras-keras entar ada yang denger . Masalah itu gue nggak pernah lupa Lo tenang aja , lulus sekolah putus kan ? Gue ingat itu , soal itu biar menjadi rahasia kita"setelah membalas perkataan Niko Nathan langsung pergi meninggalkan Niko sendirian dilapangan
"Kita liat aja nanti , Lo sanggup apa nggak buat lepasin Ara "batin Niko tersenyum geli mendengar ucapan Nathan barusan
Nathan berjalan cepat menuju perpustakaan dimana terakhir dia bertemu dengan Ara dan teman-teman sekelasnya sedang mengerjakan tugas kelompok . Walaupun sudah di perbolehkan pulang Ara dan teman-teman nya memilih stay di perpustakaan untuk mengerjakan tugas sekolah
"Ara , Ara , Ara sayang"ucap Nathan dari luar perpustakaan
"Tuh Ra baby sitter Lo udah nyariin"ucap Thalita
"Ara nggak punya baby sitter kok , lagian Ara kan udah besar jadi nggak pakai baby sitter lagi"ucap Ara dengan cerianya
"Haha , maksud Thalita itu pacar Lo udah nyariin"tambah Puji
"Pacar ? Ara nggak punya pacar"jawab Ara
Puji yang sudah melihat keberadaan Nathan dibelakang Ara dan mendengar semua ucapan Ara barusan merasa sedikit ngeri melihat perubahan raut wajah Nathan yang awalnya ceria kini berubah menjadi menakutkan . Berdiri di belakang Ara dengan berkacak pinggang , Puji menepuk tangan Ara pelan mengisyaratkan bahwa ada seseorang dibelakangnya
__ADS_1
"Apa Puji ? Jangan kode-kode Ara nggak ngerti"ucap Ara namun Puji terus saja cengar-cengir
Melihat kelakuan Puji yang tak kunjung berbicara membuat Thalita sedikit kesal dan akhirnya Thalita lah yang harus bmturun tangan . Thalita memegang kedua pipi Ara dan sedikit memutarkan kebelakang agar Ara bisa melihat ada siapa dibelakangnya , betapa terkejutnya Ara melihat Nathan sudah berdiri dibelakangnya
"Nathan ? Eh iya Ara punya pacar ya , hehe maaf Ara lupa"jawab Ara dengan tawa yang dipaksa namun Nathan masih menatap Ara dengan tatapan yang tak bisa di artikan
"Kalau gitu gue sama Thalita pulang duluan ya Ra , lagian tugas kita kan udah selesai . Dada Ara"ucap Puji
"Eh kok udahan ? Ara kan belum selesai"ucap Ara
"Udah Lo nyantai aja , entar gue fotoin aja Lo tinggal salin"balas Thalita
"Emang boleh ?"tanya Ara
"Ini kan tugas kelompok , kita ngerjainnya sama-sama jadi isi jawaban kita juga sama"jelas Thalita lagi
"Oo gitu ya , siap bos nanti Ara kerjain dirumah"Jawab ramah
"Kita duluan ya Ra"ucap Puji melambaikan tangan pada Ara
"Jangan Lo apa-apain temen gue , awas aja Lo"bisik Thalita saat berpapasan dengan Nathan sedangkan Nathan tak melepaskan pandangannya dari wajah Ara
"Kenapa bisa-bisa nya Lo lupa kalau udah punya pacar"ucap Nathan tak suka
"Namanya juga lupa"jawab Ara yang sudah menunduk menatap sepatunya
"Ara , gue lagi ngomong sama Lo . Lo harus liat muka gue"ucap Nathan namun di jawab dengan gelengan kepala oleh Ara
"Kenapa Lo geleng-geleng kepala ? Lo nggak mau liat gue ?"tanya Nathan kembali dan dijawab hanya dengan anggukan kepala
"Kenapa Lo nggak mau liat muka gue ?"tanya Nathan
"Nathan nyeremin kalau marah"jawab Ara pelan
Mendengar ucapan Ara barusan membuat Nathan harus meredam emosinya dalam-dalam . Nathan mengangkat dagu Ara agar Nathan bisa melihat raut wajah Ara dengan jelas
"Lo liat muka gue , gue nggak marah sama Lo . Gue cuma nggak mau Lo lupa kalau Lo punya pacar , sekarang gue pacar Lo dan sampai seterusnya . Cuma gue yang boleh jadi pacar Lo yang lain nggak"jelas Natha
__ADS_1
"Kenapa gitu ?"tanya Ara
"Ya karna gue sayang sama Lo , gue nggak suka berbagi Ra"jawab Nathan
"Nathan ngapain kesini tadi ?"tanya Ara
"Gue mau ngajak Lo ke suatu tempat , Lo mau ya"ucap Nathan
"Nggak ah , sebentar lagi pasti mang Ujang jemput Ara"jawab Ara
"Tenang aja , tadi mang Ujang udah gue telfon gue bilang kalau Lo pulang sama gue"jelas Nathan
"Kapan ?"tanya Ara
"Kapan pun itu Lo nggak harus tau"jawab Nathan langsung menarik tangan Ara keluar dari perpustakaan
"Kita mau kemana Nat ?"tanya Ara
"Ke K.U.A"jawab Nathan seraya tersenyum pada Ara
"Siapa yang nikah Nat ?"tanya Ara
"Kita lah siapa lagi"mendengar jawaban Nathan membuat Ara langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Nathan
"Kenapa Ra ?"tanya Nathan heran
"Ara nggak mau nikah sama Nathan"jawab Ara
"Kenapa ? Emang apa yang kurang dari gue ?"tanya Nathan
"Nggak ada sih , t-tapi kan Ara masih sekolah anak sekolahan nggak boleh nikah entar di keluarin dari sekolah"jelas Ara
"Tenang aja , kita main cantik biar nggak ada yang tau"bisik Nathan
"NATHAN"ucap Ara merengek kesal dengan ucapan-ucapan Nathan bahkan sebaliknya Nathan tertawa puas melihat Ara yang sudah mulai kesal
"Aduh Ara Lo mudah banget di bohongin . Tenang aja gue nggak akan ngajak Lo nikah sekarang kok tapi nanti"ucap Nathan kembali menarik tangan Ara menuju parkiran sekolah
__ADS_1
"Nanti ? Setelah Ara pergi ?"batin Ara
Setelah sampai di parkiran dan memastikan Ara duduk dengan nyaman barulah Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar perjalanan lama dan dia memiliki banyak waktu untuk terus bersama Ara , walaupun tak banyak yang mereka bicarakan .