
Sampainya dirumah Ara , Nathan melihat Ara sudah tertidur pulas di sampingnya , timbul rasa tak tega di hati Nathan untuk membangunkan Ara dan dengan hati-hati Nathan menggendong Ara . Kebetulan sebelum Nathan menggendong Ara , Nathan membunyikan bel rumah terlebih dahulu
"Bik di bangku belakang ada gulalinya Ara tolong dibawain ya"pinta Nathan yang sudah membawa Ara kedalam rumah
"Baik den"jawab bik Narti
"Den , neng Ara nya tolong langsung dibawa masuk ke kamarnya aja . Kalau disini takut nanti kebangun"pinta mang Ujang
"Emang nggak apa-apa mang kalau Nathan masuk kekamar Ara ?"tanya Nathan
"Nggak apa-apa"jawab mang Ujang
Setelah bik Narti masuk membawa lima gulali , Bik Narti langsung memberikan lima gulali tersebut kepada suaminya dan bergegas menyusul Nathan kekamar Ara
Nathan membuka pintu kamar Ara dengan sangat pelan-pelan agar Ara yang di dalam gendongannya tak terganggu , saat masuk kekamar Ara Nathan memperhatikan seluruh ruangan kamar yang dominan dengan warna abu-abu . Menidurkan Ara dengan perlahan dan menyelimutinya dengan benar setelah itu Nathan kembali fokus dengan kamar Ara
Nathan melihat ada pas foto yang tertelungkup diatas meja belajar , saat ingin membenarkannya bik Narti datang dengan ucapan beribu terimakasih kepada Nathan karena sudah mengantarkan Ara tak hanya sampai rumah tapi sampai ke kamarnya
"Bik kamar Ara kok dominan warna abu-abu ya ?"tanya Nathan bingung
"Memangnya kenapa den ?"tanya bik Narti kembali
"Nggak , heran aja pada umumnya kan perempuan dominan sama warna pink beda dengan Ara"jelas Nathan
"Bibik juga nggak tau alasannya apa den , soalnya neng Ara nggak pernah cerita soal cat kamarnya ke bibik"jelas bik Narti
"Hehe , Nathan kira bibik tau"ucap Nathan
"Ya udah kalau gitu Nathan langsung pamit pulang ya bik , nggak enak juga lama-lama dikamar Ara"ucap Nathan
Bik Narti memastikan posisi tidur Ara sudah berada di sisi paling nyaman setelah itu barulah Bik Narti dan Nathan keluar dari kamar Ara . Nathan berpamitan kepada bik Narti dan mang Ujang setelah itu baru bergegas masuk kedalam mobil menuju rumah
*
Suara serinai mobil polisi terdengar di jalan dimana tempat balap liar dilaksanakan . Membuat semua orang langsung berhamburan pergi mengendarai motor masing-masing kesana kemari , berpencar agar polisi kehilangan jejak mereka
Diva kini saling kejar-kejaran dengan polisi yang kebetulan juga ahli dalam mengejar para peserta balap liar . Menyelip semua pengendara mobil di jalan raya dan menerobos ke jalan yang sepi , mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata membuat Diva menyerempet mobil dan terjatuh
"Aduh buset"gumam Diva
Sang pemilik mobil langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil . Karena lampu mobil yang menyorot wajah Diva secara terang-terangan membuatnya tak bisa melihat siapa pemilik mobil yang dia serempet
"Kamu nggak apa-apa ?"tanya sang pemilik mobil
"Maaf saya nggak sengaja"ucap Diva
__ADS_1
Dengan seketika lampu mobil di matikan , dengan adanya cahaya lampu jalanan membuat Diva bisa melihat wajah sang pemilik mobil dan benar saja Diva mengenali orang tersebut
"Dokter"ucap Diva
"Kamu"balas Reyhan
"Maaf ya dok saya nggak sengaja beneran"ucap Diva
"Sepertinya kamu begitu terburu-buru sampai menyerempet mobil mas"ucap Reyhan
"Iya soalnya tadi"ucapan Diva terhenti saat serinai polisi terdengar kembali oleh nya
"Aduh mampus , gue harus gimana ini"gumam Diva yang sudah mati akal
"Ada apa ? Kenapa kamu terlihat begitu panik ?"tanya Reyhan
"Dok saya lagi dikejar-kejar polisi , tolongin saya dong dok"Diva memohon agar Reyhan bisa membantunya
"Kok bisa ? Masalahnya apa ?"tanya Reyhan
"Nanti saya jelasin dok , intinya saya nggak melakukan kejahatan . Saya nggak mau ke tangkap dok"Diva kembali memohon kepada Reyhan
"Wajah kamu di kenali sama polisi ?"tanya Reyhan kembali
"Kalau bukan karena kepepet gue nggak akan memohon kayak gini"batin Diva
"Ya sudah kamu masuk kedalam mobil , buka jaket kamu dan pakai mukenah yang ada di bangku belakang"ucap Reyhan
"Tapi motor saya jangan sampai di ambil polisi ya dok"pinta Diva yang dijawab dengan anggukan oleh Reyhan
Tanpa menunggu lama Diva langsung bergegas masuk kedalam mobil Reyhan dan menuruti apa yang Reyhan perintahkan kepadanya . Reyhan mengambil kunci motor Diva dan mengempeskan ban motor Diva . Dalam hitungan beberapa menit empat orang polisi sudah datang mendekati Reyhan
"Selamat malam pak"ucap sang polisi A
"Malam pak , ada apa ya ?"tanya Reyhan
"Maaf pak , apa ini motor anda ?"polisi A mengamati motor Diva
"Ini motor adik saya pak , tadi saya di telfon untuk menjemput motornya disini"jelas Reyhan
"Lalu adik anda dimana sekarang ?"tanya sang polisi B
"Adik saya sudah baik taksi online setengah jam yang lalu pak karena dia buru-buru harus ke bandara"saat polisi A sedang mengintrogasi Reyhan , polisi yang lain sibuk mengamati mobil Reyhan
"Memangnya ada apa ya pak ?"tanya Reyhan
__ADS_1
"Apa di mobil anda ada orang lain ?"tanya polisi B
"Iya pak , saya bersama istri saya . Tapi lagi tidur didalam mobil , memangnya ada apa ya pak ?"tanya Reyhan
"Maaf pak , kami lagi patroli pengejaran para pemuda-pemudi yang lagi melaksanakan balap liar di area jalan ini . Makanya kami sangka anda salah satu peserta balap liat tersebut"jelas sang polisi
"Haha , nggak lah pak . Saya seorang dokter udah punya istri lagi nggak mungkin saya ngelakuin hal-hal yang nggak bener kayak gitu . Kalau saya tabrakan kan kasian istri saya pak tidur sendirian"Reyhan menjelaskan dengan nada bicara bercanda
"Haha , benar juga itu . Maaf sudah mengganggu waktu nya pak , kalau begitu kami permisi untu berpatroli kembali"ucap sang polisi
"Baik pak , semangat ya pak"Reyhan melambai-lambaikan tangannya mengiringi kepergian para polisi
"Huufft , ya Allah maafin Reyhan yang sudah berbohong"gumam Reyhan
Reyhan menelfon seseorang untuk menjemput motor Diva dan tak lupa menyuruh orang tersebut untuk membawa pompa ban karena ban motor Diva sudah kempes . Setelah itu Reyhan langsung masuk kedalam mobil
"Lho kok dokter masuk ke mobil , bukannya jagain Motor saya"ucap Diva bingung
"Polisinya udah pergi"jawab Reyhan yang langsung melihat Diva
Reyhan dibuat terpana akan kecantikan Diva saat menggunakan mukenah . Perempuan yang biasanya selalu menggirai rambut kalau tidak menguncir nya seperti ekor kuda itu kini terlihat cantik saat auratnya tertutup dengan sempur oleh mukenah
"Subhanallah"gumam Reyhan
"Kok dokter ngucap ? Ada apa ? Jangan bikin takut ya"ucap Diva
"Nggak ada kok"Reyhan menghidupkan mesin mobil nya yang tambah membuat Diva semakin kebingungan
"Lho lho lho kok kita pergi , motor saya gimana dok . Entar diambil orang , dok"Diva duduk dengan tak tenang melihat motor ya ditinggal dijalanan yang cukup sepi
"Tenang aja , sebentar lagi motor kamu ada yang jemput . Kalaupun hilang nanti mas ganti sama yang baru"jelas Reyhan
"Awas aja kalau hilang"ancam Diva
"Terus sekarang saya mau dibawa kemana ?"tanya Diva
"Ke apartemen mas , kamu berhutang sebuah penjelasan sama mas"jawab Reyhan
"Penjelasan apa ?"tanya Diva
"Tentang kejadian tadi , kamu perhutang penjelasan . Jadi duduk yang tenang biar mas bisa fokus menyetir kalau nggak mau tenang motor kamu mas jual"ancam Diva
"Apa-apaan sih ni orang"batin Diva seraya memperbaiki cara duduknya
Reyhan tak lagi memperhatikan Diva dan hanya fokus menatap jalanan . Bahkan saat ini dia sedang berdebat dengan pikirannya yang tak sesuai dengan mulut dan hati
__ADS_1