
Lampu malam yang indah memenuhi jalanan ibu kota, laki-laki tampan dengan mobil Pajero sport putihnya melaju disepanjang jalan membelah lautan pengendara ibu kota. Seseorang dari sebuah klub malam menelfon nya memberitahu bahwa sang rekan sedang mabuk berat disana
Baru saja sampai di parkiran Niko sudah mencium bau alkohol yang sudah lama tidak dia sentuh, dengan cepat Niko memasuki klub malam dan mencari dimana keberadaan sang sahabat
"Dimana Lo Nat ?"gumam Niko yang matanya terus menyapu setiap sudut klub malam
"Ketemu Lo"ketiak mata nya menemukan sosok Nathan, dengan cepat Niko berjalan mendekatinya. Niko menyuruh perempuan penghibur menjauh dari Nathan, setelah mereka pergi kini tinggal mereka berdua
"Nat, Lo kenapa ?"tanya Niko panik
"Niko, Lo kesini juga ? Mau minum ? Gue yang traktir"ucap Nathan dengan tersenyum seolah-olah dunianya baik-baik saja
"Nggak, gue nggak mau minum. Ayo gue antar Lo pulang"Niko memapah Nathan berjalan
"Lo tau, hidup gue, dunia gue sedang hancur. Perempuan itu akan gue bikin dia menyesal"ucap Nathan
"Perempuan ? Siapa maksud Lo ?"tanya Niko dengan bingung
__ADS_1
"Siapa ? Gue juga nggak tau siapa ?"jawab Nathan yang kemudian pingsan
"CK, kenapa harus pingsan sih. Badan Lo berat Nat"Niko bingung bagaimana cara membawa Nathan ke mobilnya, jarang antara mereka dengan sang mobil masih cukup jauh
"Bisa encok gue Nat kalau gendong Lo"mau tidak mau terpaksa Niko menggendong Nathan
Kini Nathan sudah masuk kedalam mobil, sementara Niko masih berdiri diluar untuk meregangkan otot-otot pinggangnya. Niko masuk kedalam mobil menatap Nathan yang masih terkapar di belakang
"Lo kenapa sih Nat ? Terakhir Lo kayak gini waktu kepergian Ara, kali ini apa lagi masalah Lo ?"ucap Niko pelan
Niko tak mau terlalu lama dalam kebingungannya, dengan cepat Niko melajukan mobilnya untuk segera membawa Nathan pulang, namun bukan pulang kerumah melainkan pulang ke apartemen Niko
"Kita mau masak apa besok ?"tanya Amanda
"Udah nggak usah aneh-aneh, kita bikin pecel lele aja pakai sambal terasi sama lalapan wih enak itu"jawab Vina
"Ngawur, masa calon menantu mau di suguhin makanan kayak gitu"ucap Rian
__ADS_1
"Kamu itu nggak tau apa-apa jadi diem aja"balas Vina
"Maksud aku bikin makanan kayak gitu supaya apa coba ? Supaya kita bisa nilai dia itu perempuan yang seperti apa ? Sederhana kah, matre kah ? Kita nggak tau lho seperti apa sifat dia ?"jelas Vina
"Bener juga itu bunda, apalagi kan Abang Reyhan nggak pernah pacaran sebelumnya. Jangan sampai Abang Reyhan bertemu orang yang salah"tambah Aisyah
"Nah kan, nanti kita makannya pakai tangan aja. Biar bisa liat ekspresi dia kayak mana"ucap Vina bersemangat
"Ya udah kalau gitu besok bikin pecel lele aja, udah lama juga nggak makan pecel lele"Adimas setuju dengan pendapat Vina
"Penasaran seperti apa calonnya Reyhan, selama ini kan anak itu terlalu cuek dengan percintaan"ucap Rian
"Kamu aja penasaran apalagi aku, anak itu tiba-tiba ngomong minta nikah"jelas Adimas
"Jangan-jangan Reyhan di guna-guna"tambah Vina
"Astaghfirullah Vina nggak boleh seuzon dosa"Amanda mencubit lengan Vina supaya sepupunya lekas sadar
__ADS_1
"Ya kan kita nggak ada yang tau. Reyhan seorang dokter, tampan, kaya, berpendidikan, siapa yang nggak mau sama dia"ucap Vina
"Udah jangan mikir yang aneh-aneh, kita berdo'a aja semoga calonnya Abang Rey adalah perempuan baik-baik"tegas Aisyah