SUNSET

SUNSET
Eps 136


__ADS_3

Semua persiapan sudah siap, Oma Grace beserta bik Narti bergegas keluar ruangan karena Ara sudah dibawa kedalam ambulans


"Saya akan membawa beberapa dokter beserta suster dari rumah sakit ini untuk mendampingi keberangkatan saya. Karena saya masih mengharapkan sebuah mukjizat"jelas Oma Grace


"Permisi nyonya bisa kita bicara sebentar"Adimas yang entah dari mana mendekati Oma Grace


"Narti kamu pergi duluan, tunggu saya di mobil"jelas Oma Grace


"Baik nyonya"ucap bik Narti


"Mari kita bicara sambil duduk"ajak Oma Grace


"Atas nama anak saya Nathan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena atas ke kebodohan Nathan, cucu nyonya meninggal dunia"Adimas meminta maaf dengan sungguh-sungguh


"Sudahlah, tidak ada yang perlu dimaafkan mungkin saja kepergian Ara memang sudah takdirnya. Sekarang cucu saya sudah tidak merasakan sakit lagi, biarkan dia beristirahat dengan tenang"ucap Oma Grace dengan air mata yang berlinang


"Terimakasih banyak nyonya Grace"Adimas begitu senang mendengar ucapan Oma Grace


"Saya tidak bisa berlama-lama karena cucu saya sudah menunggu. Semoga anak anda segera siuman dan bisa melupakan Ara"jelas Oma Grace yang langsung pamit untuk pergi

__ADS_1


Setelah Oma Grace menghilang dari pandangannya Adimas langsung bergegas kembali ke ruang rawat inap Nathan untuk mengecek keadaan sang anak


"Bagaimana mas ?"tanya Amanda


"Semua baik-baik aja sayang, nyonya Grace sudah memaafkan Nathan"jawab Adimas seraya melihat wajah sang anak yang masih terpejam


"Om, maafkan Niko ya om"Niko yang merasa bersalah meminta maaf atas kejadian hari ini. Jika bukan karena taruhan konyolnya semua ini tidak mungkin terjadi


"Sudahlah nak, semua sudah terjadi. Jadikan peristiwa ini manjadi pelajaran buat kita"jelas Adimas


Ini adalah pingsan pertama kali buat Nathan bahkan ini juga pingsan terlama yang Nathan alami. Semua anggota keluarga menantikan kesadaran Nathan seraya duduk bermain ponsel genggam didalam ruangan


"Adik kamu belum sadarkan diri dari sejam yang lalu"jelas Adimas


"Reyhan kamu tenang aja nak, kata dokter tadi paling sebentar lagi Nathan akan siuman. Mending kamu duduk dulu nak, kamu pasti capek lari-larian kan"Amanda melihat nafas Reyhan yang tidak beraturan menandakan sang anak pasti berlari dari lantai satu rumah sakit


"Ra, Ara, sayang kamu mau kemana ? Jangan tinggalin aku Ra. Ara, Raa"Nathan mengigau membuat seluruh keluarga terkejut dan langsung mendekati Nathan


"Nathan, nak bangun nak ini bunda sayang"Amanda menangis melihat anaknya yang terus memanggil nama sang kekasih

__ADS_1


"Araa"panggilan terakhir yang kencang sekaligus membangunkan Nathan


"Anak bunda siuman"Amanda menangis seraya memeluk sang anak


"Nathan dimana bunda ? Ara mana ?"tanya Nathan


"Kamu dirumah sakit sayang"jawab Amanda


"Berarti yang tadi bukan mimpi"ucap Nathan yang tiba-tiba langsung mencabut jarum infus di tangannya dan langsung berusaha untuk turun dari tempat tidur


"Nathan, kamu mau kemana ? Kamu baru sadarkan diri"ucap Adimas


"Ara pa, Nathan mau nemuin Ara"jelas Nathan


"Ara sudah tidak ada, dia sudah dibawa ke Belanda untuk segera dimakamkan"jelas Adimas


Penjelasan dari Adimas membuat Reyhan terkejut, begitupun Nathan


"Apa yang sebenarnya terjadi"batin Reyhan

__ADS_1


"Nggak mungkin, papa pasti bohongi Nathan kan ? Ara nggak mungkin ninggalin Nathan"Nathan menangis dalam pelukan sang bunda


__ADS_2