
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran sudah berakhir , Nathan bergegas membereskan buku-buku nya kedalam tas . Melihat Nathan yang begitu buru-buru membuat Niko penasaran
"Buru-buru amat Lo mau kemana ?"tanya Niko
"Mau ngantarin si anak baru pulang"jawab Nathan
"Cie elah tadi aja nolak-nolak sekarang cepat-cepat pengen ketemu"ucap Niko mengejek Nathan
"Anak orang lagi sakit makanya gue antarin pulang , lagian sesuai kesepakatan dari Lo kan kalau gue harus bertindak seperti pacar beneran . Ya udah sekarang gue jalanin"jelas Nathan
"Ya udah gue duluan"tambah Nathan yang keberadaannya secara perlahan mulai menghilang
Keluar dari kelasnya bukan berarti Nathan langsung ke ruang UKS melainkan Nathan masuk ke kelas 12 IPA.2 untuk mengambil tas Ara
"Mau ngapain Lo bawa-bawa tas Ara"ucap Thalita
"Emang salah gue bawa tas pacar gue sendiri"jawab Nathan dan langsung berlalu pergi
"Pacar ? Sejak kapan Ara pacaran sama si Nathan ? Kok Ara nggak pernah cerita ke gue ya ? Bodo amat lah itu urusan mereka"ucapan Nathan barusan membuat tanda tanya besar di kepala Thalita
Setelah cukup lama Thalita bergelut dengan fikiran nya akhirnya terselesaikan , Thalita bergegas keluar kelas menuju ruang UKS untuk melihat keadaan Ara namun sayangnya setelah Thalita sampai ruangan UKS sudah tak berpenghuni
"Wih , cepat banget tu si Nathan bawa temen gue pergi"ucap Thalita
*
Sampainya diparkiran Nathan langsung membukakan pintu mobil untuk Ara . Saat Nathan ingin masuk kedalam mobil niatnya terhenti saat Angel mendekatinya
"Nathan , gue boleh nggak pulang bareng Lo . Soalnya mobil gue di pinjem sama Bella"ucap Angel
"Naik taksi aja , gue sibuk"jawab Nathan yang langsung masuk kedalam mobilnya
"Kenapa ?"tanya Ara
"Nggak ada apa-apa"jawab Nathan
__ADS_1
Nathan langsung bergegas menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah , berjalan dengan kecepatan sedang
"Nathan"panggil Ara
"Hm"jawab Nathan
"Nanti sampai rumah jangan bilang siapa-siapa ya kalau Ara tadi pingsan"pinta Ara
"Emang kenapa ?"tanya Nathan yang masih fokus dengan menyetir
"Ara nggak mau orang dirumah Ara khawatir"jawab Ara
"Terserah Lo aja"mendengar jawaban Nathan membuat hati Ara sedikit lega , tapi tidak dengan Nathan yang penasaran
Jelas saja bagi Nathan ucapan Ara tadi adalah sebuah alasan dari sebuah masalah yang dia sembunyikan
"Sangat tak masuk akal , bagaimana orang bisa yakin kalau Lo nggak kenapa-kenapa ? Baju Lo aja penuh dengan darah"batin Nathan
Sampainya dirumah kepulangan Ara yang diantar oleh Nathan disambut dengan hangat oleh bik Narti
"Neng Ara bibik udah pulang"balas bik Narti dengan senyuman yang tak kalah ceria
"Neng Ara diantar siapa ?"tanya bik Narti
"Kenalin bik ini Nathan temennya Ara"jawab Ara
"Halo bik kenalin saya Nathan pacarnya Ara"ucap Nathan memperkenalkan dirinya
Jawaban Nathan dan Ara yang berbeda membuat bik Narti sedikit terkejut namun secara perlahan raut wajah bingung berubah menjadi senyuman . Karena paham dengan situasi saat ini
"Halo den , bibik pembantunya neng Ara . Den Nathan bisa panggil bik Narti"balas bik Narti
"Tugas Nathan udah selesai , Nathan pamit pulang dulu bik"Nathan berpamitan pada bik Narti karna sudah menyelesaikan tugasnya mengantar Ara pulang
"Den Nathan nggak mau mampir dulu ngobrol sama neng Ara , nanti bibik masakin makan siang"bik Narti menawarkan Nathan untuk singgah terlebih dahulu
__ADS_1
"Nggak usah makasih bik , Nathan masih ada keperluan"jawab Nathan
Setelah berpamitan Nathan langsung masuk ke mobil dan melanjutkan perjalananya kembali . Kepergian Nathan membuat bik Narti kembali fokus kepada Ara , betapa terkejutnya bik Narti yang baru menyadari kalau baju Ara penuh dengan darah
"Ya Allah neng , ini darah apa ? Neng Ara mimisan lagi ?"tanya bik Narti panik
"Hehe , Ara nggak kenapa-napa kok bik tenang aja"jawab Ara dengan senyuman
"Tapi neng , ini harus bilang ke Oma kalau nggak nanti bibik kena marah neng"ucap bik Narti
"Jangan bik , Ara mohon jangan . Kalau Oma tau nanti Ara di suruh homeschooling lagi , Ara nggak mau bik"Ara memohon dengan cara memelas
"Tapi neng"ucapan bik Narti terhenti saat melihat wajah Ara yang sudah berlinang air mata
"Ya sudah , bibik nggak akan bilang ini ke Oma tapi neng Ara harus janji untuk jaga kesehatan , jangan terlalu capek"jelas bik Narti
"Hehe , siap bik"Ara kembali ceria
Bik Narti bahagia melihat keceriaan di wajah Ara . Sudah sekian lama Ara menyembunyikan keceriaannya
"Semoga saja anak kasep tadi bisa membuat neng Ara selalu menapakkan senyuman cerianya"batin bik Narti
"Oiya bik , kalau ada yang nanya gimana keadaan Ara jangan bilang-bilang kalau Ara sakit ya bik"pinta Ara
"Memangnya kenapa neng ?"tanya bik Narti
"Ara nggak mau mereka temenan sama Ara cuma karena kasihan sama Ara bik . Ara nggak suka dikasihani bik"ucap Ara
Ucapan Ara barusan membuat hari bik Narti seperti diiris , bik Narti yang mengurus Ara dari kecil . Bagaimana keceriaan diwajahnya menghilang semenjak kepergian kedua orangtuanya , bik Narti dan mang Ujang sudah menganggap Ara seperi anak mereka sendiri karena mereka tak memiliki seorang anak
"Bik , mau ya ikutin keinginan Ara"ucap Ara kembali
"Iya neng , bibik akan lakuin apapun untuk neng Ara . Asal neng Ara berjanji akan selalu bahagia dan cepat sembuh"ucap bik Narti yang dijawab dengan anggukan oleh Ara
Ara tersenyum bahagia mendengar ucapan bik Narti , tanpa aba-aba Ara langsung memeluk bik Narti . Ara bahagia ada bik Narti dan mang Ujang di kehidupannya
__ADS_1