SUNSET

SUNSET
Eps 154


__ADS_3

Diva tak bisa menjawab sapaan orang itu, entah apa yang ada di dalam pikiran Diva saat ini yang jelas ini benar-benar kejutan untuknya


"Hai, kenapa diam aja ?"tanya Reyhan namun tak ada jawaban dari Diva


"Jangan diam aja, mas pergi lagi ni"Reyhan sudah mengambil ancang-ancang untuk pergi namun dengan cepat Diva memegang tangan Reyhan


"Jangan"Reyhan melihat tangannya yang di pegang Diva langsung tersenyum, sedangkan Diva yang sadar kalau dia memegang tangan Reyhan pun langsung melepasnya


"Kenapa dilepas, pegang aja terus"ucap Reyhan


"Bukan muhrim"jawab Diva seraya tersenyum malu


"Haha, Miss you sayang"ucap Reyhan seraya mengusap puncak kepala Diva


"Miss you to mas"jawab Diva dengan malu


Reyhan terus tersenyum seraya memandangi Diva disampingnya, wanita nya sudah banyak berubah. Namun perubahan Diva mampu membuat rasa sayang Reyhan bertambah berkali-kali lipat


"Ayo kita menikah"ucap Reyhan dengan santai membuat Diva yang sedang menikmati coffe nya langsung tersedak


"Pelan-pelan sayang"Reyhan yang melihat coffe yang mengenai baju Diva langsung memberikan tisu


"Mas sih ngomongnya nggak pakai mikir dulu"balas Diva


"Mas serius sayang, ayo kita menikah"ucap Reyhan dengan yakin


"Mas serius ngajak aku nikah ?"tanya Diva


"Mas serius, waktu mas nggak lama sayang. Mas nggak bisa ninggalin kamu disini, kamu harus ikut dengan mas"jelas Reyhan

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kuliah ku mas ?"tanya Diva


"Semua biar mas yang ngurus. Kamu mau kan nikah sama dokter tampan ?"tanya Reyhan seraya bercanda agar Diva tidak terlalu tegang


"Mas beneran serius ?"Diva terus saja bertanya tentang keseriusan, bagi Diva pernikahan adalah hal yang sangat berharga. Dia tak ingin pernikahannya hancur seperti orangtuanya


"Insya Allah, mas akan jadi imam dunia akhirat mu"jelas Reyhan


Mendengar ucapan Reyhan yang begitu serius membuat Diva yakin untuk menerima ajakan Reyhan


***


Adimas yang tak memberi tahu keluarganya kalau dia pulang ke Indonesia membuat sang istri yang sedang menyiram bunga langsung berlari menyambut kedatangannya


"Mas, kok nggak ngomong kalau pulang hari ini"ucap Amanda seraya mencium punggung tangan sang suami


"Ayo kita masuk, mas pasti capek"Amanda merangkul tangan suami dan berjalan beriringan memasuki rumah


Sampainya di dalam Amanda langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan sang suami kopi, namun sang suami yang baru saja pulang tak ingin lepas darinya


"Jangan pergi-pergi sayang, mas kangen"ucap manja Adimas


"Jangan lebay, udah tua juga"balas Amanda


"Emang kalau udah tua nggak boleh kangen-kangenan ?"tanya Adimas


"Boleh sih tapi jangan lebay"ucap Amanda seraya tertawa


"Kemana anak-anak ?"tanya Adimas

__ADS_1


"Nathan kuliah, Reyhan ada keperluan. Paling juga sebentar lagi anak-anak pulang, nah itu suara mobil Nathan"Amanda langsung mendengar suara mobil sang anak baru saja datang


"Assalamu'alaikum"ucap salam Nathan


"Wa'alaikumusalam jagoan papa"jawab Adimas


"Papa udah pulang ?"tanya Nathan


"Sudah, ini buktinya papa udah ada di dapur"jawab Adimas


"Kok cepat banget ?"tanya Nathan kembali


"Kenapa harus lama-lama di negeri orang"jawab Adimas kembali


"Tapi kan seharusnya,-"ucapan Nathan terhenti ketika mendengar suara sang Abang mengucap salam


"Papa kapan sampainya ?"tanya Reyhan yang berjalan mendekati orangtuanya


"Baru aja, gimana kabarmu nak ?"tanya Adimas


"Baik-baik aja pa. Oiya pa, ada sesuatu yang mau Reyhan omongin sama papa sama bunda"ucap Reyhan


"Apa sayang, katakan"ucap Adimas


"Papa juga ada yang mau di sampaikan"tambahnya


Nanti malam aja pa sesudah makan malam biar santai, sekarang papa istirahat aja dulu"ucap Reyhan


Sang papa pun menyetujui apa yang dibilang oleh sang anak, semua keluarga masuk kamar untuk membersihkan badan seraya menghilangkan rasa capek sehabis aktivitas seharian

__ADS_1


__ADS_2