SUNSET

SUNSET
Eps 156


__ADS_3

Adimas yang sudah lega mendengarkan penjelasan sang anak, kini saat nya dia yang akan berbicara.


"Urusan Abang sudah selesai, sekarang papa mau bicara serius sama Nathan"Nathan yang mendengarkan ucapan sang papa langsung duduk dengan tegap, seperti biasa Nathan selalu menanggapi keseriusan sang papa dengan sedikit bercanda


"Ay ay kapten"ucap Nathan


"Nathan, papa mau ngomong serius sama kamu"jelas Adimas


"Silahkan pa"balas Adimas


"Kemaren papa membahas tentang kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan ternama Belanda, kerjasama itu akan mereka setujui asalkan kamu menikah dengan cucu mereka"jelas Adimas sementara Nathan yang mendengar hanya diam terpaku


"Maksud papa ?"tanya Reyhan


"Papa akan menjodohkan Nathan dengan cucu pemilik perusahaan Queen Company"jelas Adimas


"Nggak bisa gitu dong mas, Nathan masih muda perjalanannya masih panjang. Lagian pernikahan bisnis itu nggak akan buat dia bahagia, biarkan anak-anak memilih kebahagiaannya sendiri"Amanda tidak setuju dengan keputusan sang suami

__ADS_1


"Maaf sayang ini sudah keputusan mas, tidak ada yang boleh menentang"Adimas berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan keluarganya


Amanda mendekati sang anak yang masih terdiam dalam duduknya


"Kamu nggak usah khawatir biar bunda yang bicara sama papamu"tangan Amanda di tahan oleh sang anak ketika ingin beranjak pergi


"Biarin bunda, papa sudah bilang kalau tidak ada yang bisa menentang perkataannya"Nathan menunjukkan senyum palsunya kepada sang bunda lalu bergi menuju kamarnya


"Bunda nggak usah khawatir, biar Abang yang bicara sama papa. Abang yakin papa nggak serius dengan ucapannya"Reyhan berusaha menenangkan sang bunda, tidak hanya sang bunda bahkan dia pun ikut terkejut dengan keputusan sang papa yang akan menjodohkan adiknya


Nathan masuk kekamar dengan badan yang lesu, bagai tersambar petir, keputusan sang papa menjodohkannya benar-benar membuatnya tak berdaya. Kedatangan Nathan kekamar di sambut dengan foto Ara yang tersenyum kearahnya.


"Apa kamu marah ?"


"Aku harus apa Ra ? Apa yang harus aku lakukan ?"


"Andai kamu masih ada, aku akan menentang itu Ra"Nathan menangis seraya mendekap erat foto Ara

__ADS_1


Reyhan mengurungkan niatnya untuk masu kekamar sang adik, ini kedua kalinya Reyhan melihat Nathan menangis. Dengan cepat Reyhan berjalan menuju kamar sang papa


Suara ketukn pintu terdengar dari luar, Adimas yang sedang duduk bersantai seraya memainkan ponselnya tiba-tiba tersenyum


"Masuk"ucapnya


"Pa, kok papa tega sih jodohin Nathan ? Lihatlah sekarang Nathan sedang menangis"jelas Reyhan panjang lebar


"Biarkan saja"balas Adimas seraya memainkan ponselnya


"Pa, ayolah"Reyhan duduk disamping sang papa


"Reyhan, dengarkan papa. Semua keputusan yang sudah papa ambil itu adalah yang terbaik, tidak usah kamu fikirkan Nathan biar dia jadi urusan papa. Sekarang yang menjadi urusan kamu , kapan mau kamu bawa calon kamu ke rumah ?"tanya Adimas


"Nggak bisa gitu dong pa"Reyhan benar-benar tidak tega memgingat bagaimana kesedihan Nathan


"Sudahlah, keputusan tidak bisa di ganggu gugat. Papa mau istirahat Abang keluar yaa"Adimas mengantar anaknya kepintu keluar

__ADS_1


"Pa"Reyhan masih berusaha untuk mengubah keputusan sang papa namun apalah daya semua hanya sia-sia


"Maafin Nathan, Abang nggak bisa berbuat apa-apa lagi. Semoga yang papa bilang adalah hal yang benar"batin Reyhan seraya menatap pintu kamar sang papa


__ADS_2