
Reyhan membawa Diva berkunjung ke rungan kerjanya . Diva masuk kedalam ruangan kerja Reyhan dengan sedikit keraguan membuat Reyhan gemas melihat
"Kenapa kamu diam aja disitu , sini masuk"ucap Reyhan namun Diva tak bergerak dari tempatnya
"Hey , ayo"Reyhan kembali mendekati Diva menggenggam tangan Diva dan membawanya masuk kedalam ruangan kerja
"Tenang aja mas nggak akan ngapa-ngapain kamu kok disini . Lagian kalau mas maupun pasti sudah lama mas lakukan saat kita di apartemen"jelas Reyhan seolah-olah tau apa yang di takuti oleh Diva
Reyhan menyuruh Diva duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam ruangannya , sebelum berlalu pergi Reyhan membelai puncak kepala Diva dan tersenyum penuh ketulusan membuat Diva tersipu malu dan sebisa mungkin untuk menyembunyikan senyumannya
"Jantung gue"batin Diva seraya memegang dadanya
"Tunggu disini mas ada pemeriksaan pasien sebentar setelah itu kita pulang bareng"ucap Reyhan dan langsung pergi meninggalkan Diva
Setelah kepergian Reyhan , Diva berjalan melihat-lihat isi ruangan kerja Reyhan . Di meja kerja ada satu bingkai foto yang ada gambar seorang wanita berhijab yang sedang tersenyum . Foto itu diambil secara candid
"Cantik"Diva memegang bingkai foto yang ada di atas meja kerja Reyhan . Ada rasa yang tak bisa Diva ekspresi kan setelah melihat foto itu
__ADS_1
"Kok sakit sih"lagi-lagi Diva memegang dadanya hingga suara pintu terbuka pun Diva tak mendengarnya
"Jangan berfikiran negatif ini adik mas"Reyhan yang baru datang langsung mengambil foto Aisyah dan kembali menaruh nya keatas meja kerja
"Siapa yang berfikiran negatif ? Diva biasa aja"jawab Diva
"Biasa aja kok manyun ? Apa mau kiss ?"Goda Reyhan
"Apaan sih nggak lucu"Diva kembali duduk ditempat awalnya diikuti dengan Reyhan yang juga duduk di samping Diva
"Mau sampai kapan kamu diam terus ? Mas tau kamu lagi tersipu kan"ucap Reyhan menahan tawa
"Nggak lucu ya dok"jawab Diva
"Memang nggak lucu kan mas nggak melakukan komedian"balas Reyhan
"Ya udah yang tadi lupain aja , lebih baik sekarang kita pulang udah mau malam"ajak Reyhan dan Diva hanya mengikuti apa yang Reyhan bilang
__ADS_1
Dalam perjalanan tak banyak yang Reyhan bicarakan begitupun Diva , Diva hanya diam menatap keluar jendela seraya memikirkan kata-kata yang tadi dilontarkan oleh Reyhan . Memikirkan perkataan Reyhan tadi membuat jantungnya semakin berdegup lebih cepat dari biasanya , Diva merasa tidak nyaman sehingga Diva terus memegang dadanya membuat fokus Reyhan pada Diva
"Kami kenapa ?"tanya Reyhan khawatir
"Aku nggak apa-apa"jawab Diva seraya tersenyum paksa
"Dada kamu sakit ?"tanya Reyhan kembali yang langsung menepikan mobilnya
"Nggak kok"jawab Diva gugup karena jarak antara Diva dan Reyhan sangatlah dekat
"Kita kembali kerumah sakit ya"ucap Reyhan
"Nggak usah , kita langsung pulang aja . Aku nggak apa-apa kok"jelas Diva
"Tapi tangan kamu dingin lho"Reyhan tak sengaja memegang tangan Diva dan merasakan tangannya yang begitu dingin
"Kita langsung pulang aja ya mas"mendengar Diva memanggilnya dengan sebutan mas membuat Reyhan tersenyum dan dengan cepat kembali menjalankan mobilnya agar segera sampai kerumah Diva
__ADS_1