
Nala sedang membantu sang bunda yang sedang memasak didapur , sedangkan Nathan sibuk dengan PlayStation nya . Reyhan yang baru saja masuk langsung bergegas kedapur untuk memeluk adik bungsunya
"Adik Abang sayang"ucap Reyhan seraya merentangkan tangannya untuk memeluk Nala
Nala yang mendapatkan perlakuan manis yang tiba-tiba dari sang Abang merasa bingung . Berkali-kali melihat sang bunda meminta jawaban namun sang bunda hanya menjawab dengan senyuman seraya mengangkat kedua bahunya
"Abang sakit ya ?"tanya Nala
"Nggak Abang nggak lagi sakit"jawab Reyhan yang masih memeluk Nala dengan erat
"Lepasin Nala nggak bisa bernafas Abang"ucap Nala yang sudah mulai memberontak
"Iih kok Nala gitu , Abang kan kangen"ucap Reyhan dengan nada bicara seperti orang merajuk
"Idih geli banget Nala dengernya"ucap Nala yang berlari mendekati sang bunda
"Hahaha , kalian ini ada-ada saja"ucap Amanda
"Lagian Abang peluk Nala terus bilang kangen ya iyalah Ara geli bunda"jelas Nala
"Emang nya salah ya Bun kalau seorang Abang kangen sama adiknya ?"tanya Reyhan pada sang bunda
"Ya salah lah"jawab Nathan yang baru datang ke dapur
"Kamu baru datang udah motong pembicaraan orang aja"ucap Reyhan
"Tu kan bener kata Nathan salah"tambah Nala
"Salah kenapa ? Coba jelasin ?"tanya Reyhan penasaran
"Bang , adik Lo itu ada tiga kenapa cuma kangen sama Nala ?"tanya Nathan
"Ya karena Nala adik bungsu Abang"jawab Reyhan
"Gue juga bungsu , kenapa Abang nggak kangenin gue juga ?"tanya Nathan
"Ngapain kangenin kamu ? Kita ketemu setiap hari"jawab Reyhan
"Bunda liat kan Abang itu pilih kasih , masa kangennya sama Nala doang sama Nathan nggak"rengek Nathan
"Kalian itu udah pada besar jangan berantem terus"ucap Amanda seraya geleng-geleng kepala melihat perdebatan anak-anaknya
"Nathan yang duluan bunda"jawab Reyhan
"Kok gue , kan Lo duluan bang"ucap Nathan
__ADS_1
"Iya Abang duluan yang kangen-kangenan"tambah Nala
"Hey kercaci-kurcaci papa kenapa ribut ?"Reyhan , Nathan dan Nala mencari dari mana sumber suara tersebut namun tak kunjung mereka temukan dan pada akhirnya sang bunda lah yang memberitahu dimana keberadaan papa mereka
Adimas yang baru selesai mandi bahkan belum sempat memakai bajunya langsung keluar kamar karena mendengar keributan yang dibuat oleh anak-anaknya . Sudah 15menit Adimas berdiri menggunakan kimono di lantai dua seraya menyaksikan perdebatan anak-anaknya , berharap akan terselesaikan malah semakin menjadi-jadi
"Papa Nala bukan kurcaci , Nala udah besar tinggi Nala aja 162cm"jawab Nala
"Masih tinggian papa berarti kamu kurcaci papa . Selagi anak-anak papa tingginya dibawah papa sama saja dengan kurcaci"jawab Adimas
"Mas selesai mandi pakai bajunya langsung , entar masuk angin lho"ucap Amanda
"Mas maunya di pakaikan"jawab Adimas
"Huuu , modus modus"ucap Nathan
"Apa sih anak kecil syirik aja"jawab Adimas
"Abang mau kemana ?"tanya Nala
"Kenapa ? Tadi Abang kangen dicuekin sekarang Abang pergi malah ditanya"ucap Reyhan
"Huh , mending kekamar deh dari pada disini penuh ke modusan"ucap Nathan yang langsung berlalu ke kamarnya begitupun Reyhan dan Nala sedangkan Adimas dan Amanda hanya terdiam melihat kepergian anak-anak nya
"Gara-gara kamu sih mas"ucap Amanda
"Siapa suruh ngomong kayak gitu di depan anak-anak , jadi bubarkan mereka"ucap Amanda sedikit kesal
"Iya bagus dong , nggak ada yang berisik lagi"ucap Adimas tak mau kalah
"Tapi kan asyik mas liat anak-anak ribut , rumah kita jadi ramai"ucapan Amanda tak mendapatkan jawaban dari sang suami , saat melihat ke lantai dua suaminya pun sudah tak ada di tempat
"Tinggalin aja terus , udah buat anak-anaknya pergi sekarang malah dia yang pergi"ucap Amanda
"Gimana kalau kita bikin adik baru untuk Nala"bisik Adimas yang baru keluar dari lift
"Nggak ah , udah pada tua masih aja mikirin gituan"ucap Amanda yang langsung berlalu masuk lift meninggalkan suaminya yang masih terdiam
"Sayang tunggu mas dong"Adimas berlari menyusul sang istri masuk kedalam lift
*
Disaat semua keluarga sedang berkumpul diruang keluarga seraya menunggu jam makan malam datang , Nathan yang baru keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi mampu membuat semua anggota keluarga bertanya-tanya
"Wih rapi bener mau kemana ?"tanya Adimas
__ADS_1
"Urusan anak muda , papa nggak akan tau"jawab Nathan
"Mau pergi malam mingguan ya ?"tanya Reyhan
"Iya dong , emang nya Abang jomblo"ucap Nathan menyombongkan diri
"Eleh gaya , palingan juga bentar lagi putus"ucap Nala yang baru keluar dari lift
"Nggak akan ada perempuan yang nolak pesona gue"ucap Nathan
"Ada"jawab Aisyah
"Siapa ?"tanya Nathan
"Kakak , kakak nggak pernah terpesona kalau liat Nathan"jawab Aisyah
"Iis nyebelin"semua anggota keluarga tertawa melihat ekspresi Nathan yang sudah badmood
"Berarti apa yang dibilang Niko bener dong kalau anak bunda udah punya pacar ?"tanya Amanda
Mendengar pertanyaan sang bunda membuat Nathan langsung terdiam begitupun anggota keluarga yang lain
"Aduh mampus gue , ini mulut nggak bisa dijaga bener . Sekarang gue harus jawab apa ? Nggak mungkin gue bilang iya , tapi gue nggak ada pilihan lain"batin Nathan
"Nat , bunda nanyain tu dijawab"ucap Reyhan
"Aduh bunda , Nathan lagi buru-buru takut ditungguin . Nathan duluan ya bunda"jawab Nathan yang sudah melangkahkan kakinya , namun saat ingin membuka pintu rumah tak bisa karna terkunci
"Nyariin ini ya"ucap Adimas seraya memperlihatkan anak kunci pada Nathan
"Hehe , iya pa . Minta Nathan kuncinya pa Nathan mau pergi malam mingguan"ucap Nathan seraya tertawa garing
"Jawab dulu dong pertanyaan bunda mu nak"balas Adimas seraya tersenyum penuh kemenangan
Dengan langkah pasrah Nathan kembali mendekati keluarganya dan memberitahu yang sebenarnya kalau dia sudah memiliki seorang kekasih namun Nathan tak memberitahu kan fakta yang sebenarnya kalau dia hanya pacaran dengan Ara karena sebuah pertaruhan . Sebab dialah yang akan dimarahi oleh kedua orangtuanya
Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan barulah Adimas memberikan kunci rumah kepada sang anak . Dengan langkah seribu Nathan langsung bergegas keluar dari rumah karena tak ingin di di goda oleh keluarganya
"Kok mas tau kalau Nathan mau pergi ?"tanya Amanda
"Tadi waktu mas lewat kamarnya Nathan denger dia lagi nelfon sama seseorang"jawab Adimas
"Isi pembicaraannya apa pa ?"tanya Nala
"Gini "pokoknya Lo siap-siap sekarang , bentar lagi gue jemput" gitu"jelas Adimas
__ADS_1
Mendengar ucapan Adimas membuat semua keluarga akhirnya berOo ria