
Tepat setelah Nathan sholat subh dering ponsel Nathan berbunyi menandakan oanggilan masuk dan saat di lihat nama Niko lah yang tertera di layar ponsel
"Nat , hari ini kita harus pergi ke Amerika karena ada pertemuan dengan kepala cabang perusahaan disana"belum sempat Nathan mengucapkan salam Niko sudah menghujani dengan ucapannya
"Kenapa Lo baru ngasih tau gue ?"tanya Nathan terkejut
"Gue juga baru tau , makanya gue nelfon Lo subuh-subuh gini . Kalau nggak ada kepentingan juga ogah gue nelfon Lo "jawab Niko
"Nggak bisa diundur ?"tanya Nathan lagi
"Nggak bisa , ini pertemuan dengan orang-orang penting jadi nggak bisa di undur . Kalau kita nggak pergi kita yang rugi"jawab Nathan
"Tapi ,"ucapan Nathan di potong oleh Niko
"Nggak usah tapi-tapian , buruan packing , tiket pesawat udah gue pesan . Kita berangkat jam 06.00 wib"jelas Niko
"Gila Lo , sekarang udah jam 05.30 wib nggak akan kekejar"ucap Nathan
__ADS_1
"Kekejar tenang aja , nggak usah bawa baju banyak-banyak kalau urusan selesai malam juga udah balik . Sekarang masih subuh jalanan masih sepi , BURUAAAAN"teriak Niko dari seberang sana dan langsung mematikan panggilan
Nathan menjauhkan ponsel genggamnya dari telinga karena teriakan Niko membuat telinganya berdengung
"Gila ni orang kalau teriak ngalahin teriakan Nala , mana cempreng lagi"setelah terdiam sejenak Nathan kembali pada ingatannya bahwa dia harus segera packing barang
Nathan tipe laki-laki simple , karena ini dadakan Nathan memutuskan untuk tidak membawa apa-apa . Berpakaian dengan setelan jas navy sudah membuatnya sangat tampan , sebelum keluar kamar Nathan berusaha menelfon Ara namun tak mendapatkan jawaban dan akhirnya beralih menelfon mang Ujang untuk memberi tahu Ara bahwa dia tak bisa menjemput Ara untuk hari ini dan menjelaskan semua kendala agar Ara tak berburuk sangka
Setelah semua siap , Nathan berjalan cepat menuruni anak tangga . Sampai dibawah Nathan sudah disambut oleh bik Inah yang sudah sibuk mengurus dapur
"Morning bik"ucap Nathan
"Nathan ada urusan kantor bik , nanti kalau bunda sama papa nanya bilang Nathan ada pertemuan sama ketua kepala cabang di Amerika , paling cepat nanti malam pulang"jelas Nathan yang langsung berjalan meninggalkan dapur
"Eeh , den tunggu sebentar . Ini dimakan dijalan aja Aden kan belum sarapan , susu nya diminum dulu biar hangat"entah kapan bik Inah menyiapkan roti dengan selai favorit Nathan dan tak lupa segelas susu hangat membuat Nathan terharu
"Aaaa , sayang bibik"Nathan memeluk bik Inah sebentar dan langsung bergegas meminum susunya setelah semua selesai Nathan berlari keluar dengan kotak bekal di tangannya
__ADS_1
Menyusuri jalan raya di subuh hari membuat pengalaman baru untuk Nathan , benar saja apa yang di bilang oleh Niko bahwa jalanan masih sangat sepi disaat subuh . Dengan kecepatan penuh Nathan membawa mobilnya menuju bandara , sampai nya disana sudah ada Niko yang menanti
"Barang-barang Lo mana ?"tanya Niko yang heran ketika Nathan mulai masuk bandara tak membawa apapun
"Barang apaan ?"tanya Nathan kembali
"Baju ganti Lo disana , dan perlengkapan Lo lainnya"jelas Niko
"Gue bisa beli disana , gue nggak sempat packing lagian biasanya bunda gue yang packing in barang-barang gue tapi tadi gue nggak enak buat bangunin bunda"jawab Nathan
"Kan Lo bisa packing sendiri Nat"ucap Niko
"Bisa , cuma masalahnya gue nggak tau apa aja yang harus gue bawa"jawab Nathan
"Bawa aja apa yang Lo butuhin saat di luar negeri"jelas Niko lagi
"Tapi bagi gue semuanya gue butuhin , makanya gue nggak pernah mau packing barang sendiri"jawab Nathan dengan santainya berjalan meninggalkan Niko
__ADS_1
Ucapan Nathan barusan mampu menghipnotis daya fikir Niko . Bagaimana mungkin anak sebesar Nathan nggak bisa mempacking barang bawaannya sendiri
"Packing barang aja Lo nggak bisa gimana mau backingin rumah tangga entar ? Dasar Nathan"Niko geleng-geleng kepala melihat atasannya yang terus berjalan meninggalkan dia sendirian