SUNSET

SUNSET
Part 88


__ADS_3

Jam 14.35 wib Nathan dan Aisyah masih sibuk dengan kertas-kertas gambar Aisyah yang sudah dia buang tadi , Nathan mendaur ulang gambar tersebut menjadi gambar yang sangat bagus . Bagaimana mungkin Nathan tiba-tiba bisa mendesain ? Apakah ini bakat terpendamnya ? Entahlah , aku pun tidak mengerti


"Kak , ingat ya desain yang pertama tadi Nathan buat khusus jadi jangan sampai tertukar . Nathan mau kakak buatkan gaun sesuai dengan desain Nathan"jelas Nathan


"Iya iya bawel , memangnya itu gaun untuk siapa ? Spesial banget kayaknya"tanya Aisyah namun masih setia memperhatikan gerak-gerik jemari Nathan yang lihai dalam menggambar


"Tentu untuk orang yang spesial jadi segala sesuatunya juga harus spesial"jelas Nathan


"Buat Ara ?"tanya Aisyah


"Nah itu kakak tau kenapa harus nanya lagi"jawab Nathan


"Ya siapa tau ada yang lain"ucap Aisyah


"Gini-gini Nathan setia kak , udah ganteng , mapan , baik hati dan rajin menabung ditambah setia lagi . Nathan memang cowok tulen"Nathan berhenti menggambar dan membanggakan dirinya didepan sang kakak


"Alah gaya kamu"Aisyah tersenyum melihat adiknya yang membanggakan dirinya sendiri . Namun didalam lubuk hati Aisyah pun sangat bangga dengan adiknya yang satu ini , diusianya yang masih terlalu mudah dia sudah memiliki banyak beban . Selain beban dari tugas-tugas sekolah , ada juga beban-beban tugas kantoran yang harus dia selesaikan namun Nathan tak pernah mengeluh dia selalu bertingkah seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa


Bahkan mungkin saja bagi anak seumuran Nathan diluar sana banyak yang berfikir bahwa Nathan adalah anak yang beruntung karena hidup di keluarga yang kaya raya namun sebaliknya mereka tak tau bagaimana perjuangan Nathan yang harus belajar bertanggungjawab sama apa yang sudah dia miliki . Nathan dan Aisyah terkejut karena ada suara ketokan pintu disela-sela ke fokusan mereka dalam menggambar


"Siapa ?"tanya Aisyah


"Abang dek"jawab Reyhan dari luar kamar


"Masuk aja bang pintunya nggak dikunci"setelah mendengar ucapan Aisyah , Reyhan bergegas membuka pintu namun tak langsung masuk melainkan hanya menampakkan kepalanya saja


"Ya Allah dek berantakan banget kamar kamu"Reyhan melihat kamar Aisyah yang masih banyak kertas berserakan di setiap sudut kamar


"Hehehe abis nggak ada inspirasi tadi bang"jawab Aisyah dengan cengegesan

__ADS_1


"Nathan kamu lagi ngapain ?"tanya Reyhan


"Nathan lagi menggambar bang"jawab Nathan dengan tawa


"Kamu bisa mendesain ?"tanya Reyhan tak percaya


"Nggak , cuma ngasal aja"jawab Nathan apa adanya


"Abang sendiri ngapain kesini ?"tanya Nathan yang sudah menghentikan kegiatannya


"Oalah Abang sampai lupa , tadi Abang lewat toko roti jadi Abang ingat sama adik-adik Abang yang suka sama donat jadi Abang beli deh"Reyhan membuka box donat yang berukuran besar agar adik-adik nya bisa langsung memakannya


"Gimana enak kan ?"tanya Reyhan


"Enak dong bang , kan emang favorit kita"jawab Nathan


"Bunda sama papa dibeliin juga kan bang ?"tanya Aisyah


"Cie yang bentar lagi punya imam"Nathan menggoda sang kakak


"Kak Aisyah punya calon imam , Nathan punya calon makmum , Abang kapan ?"tanya Nathan


"Hm , nanti tunggu aja"jawab Reyhan dengan senyum paksanya


"Nunggu keajaiban"batin Reyhan seraya menatap Aisyah


"Emang Abang udah punya calon ?"tanya Aisyah yang baru saja menggigit donat namun sedikit belepotan . Reyhan yang melihat itu pun langsung mengambil tisu dan mengelap wajah sang adik


"Kamu itu kalau makan masih kayak anak kecil belepotan"ucap Reyhan dengan senyuman tulusnya

__ADS_1


"Abang belum punya calon , tapi suatu saat nanti pasti ada"jawab Reyhan


"Nathan doain semoga Abang cepat dapat calon"ucap Nathan seraya menadahkan tangannya


"Aamiin . Tapi emang tipe Abang kayak gimana ?"tanya Aisyah


"Kayak kamu"Reyhan menatap Aisyah dengan tulus membuat Aisyah tertunduk malu


"Kenapa kayak Aisyah ?"tanya Aisyah


"Senakal-nakalnya seorang laki-laki dia pasti menginginkan calon istri yang Sholeha dan baik hati sama seperti Aisyah kan . Perempuan Sholeha yang baik hati"jelas Reyhan


"Abang jangan gitu , Aisyah jadi malu ni"Aisyah sudah mengulum senyumnya malu


"Baru juga dipuji dikit udah salting dasar perempuan"ucap Nathan membuat Reyhan tersenyum


"Biarin , kalau tipe Nathan kayak gimana ?"tanya Aisyah


"Kayak Ara lah , Ara nggak ada tandingannya"jawab Nathan percaya diri


"Kenapa nggak kayak kakak juga ?"tanya Aisyah


"Yaah , setiap orang itu memiliki tipe dan prinsip masing-masing jadi nggak mungkin sama . Tapi apa yang dibilang Abang Rey tadi benar , senakal-nakalnya laki-laki pasti menginginkan wanita yang Sholeha dan Nathan yakin itu ada di diri Ara . Dan kalaupun Ara nggak Sholeha maka Nathan lah yang akan membimbing nya menjadi wanita Sholeha"jelas Nathan


Reyhan dan Aisyah yang mendengar penjelasan sang adik langsung tersenyum dan diiringi dengan tepuk tangan . Walau kadang Nathan bertingkah seperti anak paud ternyata dia memiliki pemikiran yang dewasa


"Tumben bener"ucap Reyhan menggoda


"Nggak tau nih bang mungkin otak Nathan lagi encer kali ya"jawab Nathan dengan wajah polos nya membuat Reyhan tertawa

__ADS_1


Nathan sudah menyelesaikan gambar-gambarnya dengan cepat dan donat didalam box pun sudah habis . Nathan langsung bergegas membantu sang kakak untuk membersihkan kamarnya dibantu dengan bang Reyhan yang masih setia menemani mereka . Setelah cukup bersih dan nyaman dipandang Reyhan dan juga Nathan pergi kekamar masing-masing untuk melaksanakan sholat ashar


__ADS_2