SUNSET

SUNSET
Eps 158


__ADS_3

Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Nathan terus menelfon sang kakak


"Kak, ayo angkat"Nathan sudah terlihat frustrasi dengan keadaan saat ini


"Halo, assalamu'alaikum"suara seseorang terdengar dari seberang sana


"Kak, gaun yang Nathan Desain dimana ?"tanya Nathan to the poin


"Jawab salam kakak Nathan"tegur Aisyah


"Wa'alaikumusalam"jawab Nathan


"Kakak di kantor papa, kamu kesini aja"mendengar ucapan sang kakak, Nathan langsung memutuskan panggilan dan mempercepat laju mobilnya


Mobil sport merah kini sudah berada di parkiran kantor, dengan cepat Nathan berlari menuju ruangan sang papa. Namun belum sempat Nathan masuk sekertaris sang papa sudah menahannya


"Maaf tuan Nathan anda tidak boleh masuk, karena didalam sedang ada tamu penting"ucapnya sopan


"Sebentar saja"balas Nathan


"Maaf tuan"sang sekertaris merentangkan satu tangannya menahan Nathan agar tak masuk kedalam


"Kak, Nathan di luar"teriak Nathan membuat seluruh karyawan melihat kearahnya

__ADS_1


"Maaf tuan, anda tidak boleh berteriak didalam sedang ada rapat penting"ucap sekertaris dengan tegas


"Nathan"panggil Aisyah yang sudah berada di ambang pintu


Nathan yang melihat kakaknya langsung mendekat


"Kamu masuk duluan. Mbak maafin sikap Nathan yaa"dengan ramah Aisyah meminta maaf atas kelakuan sang adik


Sampainya didalam Nathan terkejut melihat gaunnya sudah terpampang disana, tak hanya itu ada beberapa orang luar yang ada di ruangan ini


"Nathan, duduk nak"perintah sang papa yang di ikuti oleh Nathan


"Pa, gaun Nathan kenapa ada disini ?"tanya Nathan dengan serius


"Gaun itu kamu bikin untuk wanita yang kamu cintai kan ?"tanya Adimas


"Kakakmu sudah menjelaskan dengan papa"jawab Adimas


"Sekarang gaun ini akan papa berikan kepada Mr. Alexander gaun ini akan di kenakan oleh orang yang kelak akan kamu cintai"jelas sang papa


"Nggak bisa gitu dong pa, baju itu Nathan desain khusus buat Ara"Nathan langsung berdiri dari duduknya


"Duduk, siapa yang menyuruh kamu berdiri. Nggak sopan"Adimas sedikit meninggikan suaranya agar sang anak mengerti

__ADS_1


"Ara sudah nggak ada Nathan, tolong kamu sadar itu"tambahnya


"Walaupun Ara udah nggak ada, gaun itu nggak akan Nathan berikan pada siapapun"jelas Nathan


"Papa yang punya kewenangan, tidak ada yang boleh menentang"tegas Adimas


"Bawa gaun itu"Adimas meminta karyawan nya untuk membawa pergi gaun biru muda itu


"Pa, nggak bisa gitu dong"Nathan berdiri dari duduknya berusaha menahan orang-orang suruhan sang papa


Aisyah tak tega melihat kesedihan sang adik namun dia pun tak mampu untuk melawan apa yang sudah menjadi perintah sang papa


"Nathan, ikhlasin gaun itu. Kita masih bisa bikin lagi, nanti kakak bantu"bujuk Aisyah


"Nggak kak, Nathan nggak mau gaun yang lain ! Nathan nggak mau bikin gaun lagi kak, ini gaun pertama dan terakhir yang Nathan bikin untuk Ara kak"ucap Nathan


Aisyah tak tahan melihat Nathan seperti ini, laki-laki yang biasanya cool kini terlihat tak teratur. Air mata yang sudah keluar dari pelupuk mata, untuk kesekian kalinya Aisyah melihat Nathan menangis


Melihat Nathan yang terus-terusan menahan kepergian mereka dengan terpaksa orang-orang tersebut berbuat kasar, mendorong Nathan agar gaunnya bisa mereka bawa . Hal tersebut sudah atas persetujuan sang papa


"Papa gaun Nathan kembaliin pa"ucap Nathan seraya terisak


Untuk pertama kalinya Nathan kembali merengek seperti anak kecil, hal seperti ini membuat Adimas tersenyum seraya mendekati sang anak

__ADS_1


"Gaun itu akan kembali lagi sama kamu nak"Adimas memeluk sang anak


"Kelak kamu akan bahagia nak"batin Adimas


__ADS_2