SUNSET

SUNSET
Part 11


__ADS_3

Setelah sholat subuh Nala dan sang nenek langsung berpamitan untuk pulang sedangkan Nathan kembali kekamar untuk menyambung mimpi yang sempat terputus . Baru ingin terlelap ponsel Nathan bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk . Nathan melihat siapa yang menelfon dan ternyata Niko


"Ngapain sih ni anak nelfon pagi-pagi"gumam Nathan


"Apaan ?"tanya Nathan


"Eh , udah bangun Lo . Gue kira masih di alam mimpi"jawab Niko


"Ini masih subuh Niko , Lo udah ngerusak mood gue aja"ucap Nathan kesal


"Haha , selesai sholat Subuh nggak baik tidur lagi . Olahraga sana"ucap Niko


"Lo aja sendiri . Ada apaan sih Lo nelfon gue jam segini ?"tanya Nathan


"Nggak ada , gue cuma mau ngingetin Lo kalau sekarang Lo udah punya pacar"Niko mengingatkan Nathan tentang pacar taruhannya kemaren


"Terus ?"tanya Nathan


"Jangan lupa dijemput pacarnya . Pergi sekolah bareng , biar romantis"Niko tertawa geli membayangkan keromantisan Nathan dan Ara


"Jangan gila , udah lah gue ngantuk ni ngobrolnya disambung nanti aja"ucap Nathan


"Tapi Lo jangan lupa jemput si anak baru . Ingat dia pacar Lo sekarang"jelas Niko tak mau kalah


"Iya iya gue jemput dia nanti"Nathan pasrah dengan permainan Niko


"Dia siapa ?"tanya Niko jail


"Dia pacar gue , puas Lo"jawab Nathan


"Hahaha , iya gue puas banget . Selamat bobok Nathan pacarnya si anak baru"ucap Niko penuh kemenangan


"Berisik Lo"Nathan langsung mematikan ponsel genggamnya agar tak ada lagi yang akan mengganggu tidurnya yang tertunda


Nathan melemparkan ponsel genggamnya ke sembarang tempat dan melanjutkan tidurnya kembali . Sudah hampir jam sarapan namun Nathan tak kunjung keluar dari kamar pada akhirnya sang papa lah yang pergi untuk membangunkan sang putra bungsu


Kebetulan pintu kamar Nathan tak di kunci memudahkan Dimas untuk membangunkan sang anak . Dimas menepuk-nepuk bahu Nathan agar terbangun dari tidurnya , namun bukannya bangun Nathan malah memarahinya


"Niko ! Udah gue bilang entar gue jemput pacar gue , bawel banget Lo"teriak Nathan


"Ngakunya nggak punya pacar"ucap Adimas


Nathan mendengar suara sang papa walaupun samar-samar . Nathan kembali mencerna suara itu setelah merasa yakin kalau itu suara sang papa Nathan pun langsung duduk dari tidur nya

__ADS_1


"Papa"Nathan kaget melihat keberadaan papanya yang sudah melipat kedua tangannya di dada


"Apa ?"Adimas menatap sang anak dengan tatapan mengintimidasi


"Papa ngapain di kamar Nathan ?"tanya Nathan


"Bangunin kamu lah , ini udah jam berapa ? Entar kamu telat jemput pacar"ucap Adimas seraya menggoda sang anak


"Apaan sih pa , Nathan nggak punya pacar"jelas Nathan


"Masa sih ? Tadi ada yang bilang kalau dia nanti bakal berangkat sekolah bareng sama pacarnya"Adimas lagi-lagi membuat sang anak kehabisan kata-kata


"Mungkin papa salah dengar kali . Nathan mau kekamar mandi dulu , papa sarapannya duluan aja"Nathan mencoba mengalihkan pembicaraan


"Sekali-kali bawa kerumah dong , kenalin ke keluarga"Adimas tak tertipu sedikitpun dengan alasan sang anak


"Papa , jangan gitu entar di denger sama bunda"Nathan kesal dengan sifat sang papa yang kepo nya melebihi sang bunda


"Emang beneran anak papa udah punya pacar ? Namanya siapa ? Tinggalnya dimana ?"Adimas mendekati sang anak , duduk di atas kasur berhadapan dengan putranya


"Iya , namanya Ara , tinggal di perumahan Garden City"jawab Nathan pasrah


"Wah , sama dong sama nenek kamu . Berarti kalau kerumah nenek bisa sekalian pacaran dong ya"goda Adimas


"Lho kok bisa pacaran tapi nggak cinta ?"tanya Adimas semakin penasaran


"Iya , Nathan pacaran sama dia karna kalah taruhan main basket sama Niko . Nathan kan laki-laki gentleman nggak mungkin menghindari taruhan"jelas Nathan


"Kamu nggak boleh mempermainkan perasaan perempuan , kalau kamu nyakitin hati perempuan itu sama seperti kamu nyakitin bunda kamu sendiri"Adimas menasehati sang anak


"Tapi itu kan beda pa , Nathan nggak cinta sama dia terus di suruh pacaran . Mana sampai lulus lagi"ucap Nathan kesal


"Terus waktu kamu ngajak dia pacaran dia mau ?"tanya Adimas


"Eh , iya pa dia nggak jawab . Kemaren Nathan langsung ngantarin dia pulang tanpa bicara apa-apa"jelas Nathan bingung


"Hm , kamu ada-ada aja . Ya udah buruan mandi , bunda sudah nungguin di meja makan . Dan satu lagi jangan pernah menyakiti hati perempuan , karna papa sama bunda nggak pernah ngajarin kamu seperti itu . Hormati dan hargai perempuan sama seperti kamu menghormati bunda"Adimas kembali menasehati sang anak


"Iya pa Nathan selalu ingat kata-kata bunda sama papa"jawab Nathan


Adimas segera keluar dari kamar sedangkan Nathan merapikan tempat tidurnya dan bergegas kekamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah


*

__ADS_1


Nathan sudah berada di depan pintu gerbang perumahan Garden City , menunggu Ara keluar . Nathan hanya bisa menunggu di depan gerbang karna Nathan tak tau dimana jelasnya rumah Ara bahkan nomor hp nya pun Nathan tak punya . Sudah hampir setengah jam Nathan menunggu namun Ara tak kunjung menampakkan diri . Dengan perasaan kesal Nathan menghidupkan mobilnya untuk bergegas ke sekolah namun kegiatannya terhenti kata panggilan masuk dari Niko


"Lo dimana ?"tanya Niko


"Lagi nungguin si anak baru tapi nggak keluar-keluar . Udah hampir setengah jam gue disini"jelas Nathan


"Haha , Lo nungguin dia dimana ?"tanya Niko


"Di gerbang perumahannya lah dimana lagi"jawab Nathan


"Asal Lo tau , pacar Lo udah nyampe sekolah"Niko memberitahu keberadaan Ara sekarang


"Sia-sia dong penantian gue setengah jam disini . Mending nggak usah jemput aja sekalian tadi , ini gara-gara Lo curut"Nathan begitu kesal mendengar pernyataan dari Niko


"Kok gue ? Seharunya Lo telfon dia , dan bilang nanti sekolah biar babang jemput ya sayang . Gitu"Niko kembali menyalahkan Nathan


"Gue nggak punya nomor dia"ucap Nathan


"Astaga Nathan , kemaren pas pulang bareng nggak Lo minta ?"tanya Niko


"Nathan Sykes Pratama nggak pernah minta nomor orang duluan , orang yang selalu minta nomor gue"jawabnya


"Terserah Lo lah , buruan ke sekolah bel bentar lagi bunyi"ucap Niko


Nathan langsung memutuskan obrolannya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata , dengan beribu kekesalan dalam dirinya


"Kalau bukan karna gue cowok gentle nggak bakal gue terima hukuman Lo"ucap Nathan kesal


Sangat mudah bagi Nathan melewati jalanan yang sedang ramai , bahkan terbilang macet . Keahlian Nathan mengendarai mobil sudah tak diragukan lagi , menyelip kiri menyelip kanan , potong kiri potong kanan dan kini sampailah Nathan di parkiran sekolah


"Wih cepat juga Lo"Niko menepuk bahu Nathan merasa kagum dengan keahlian Nathan dalam berkendara yang semakin hari semakin menjadi


"Seneng Lo liat gue menderita ?"tanya Nathan


"Haha , santai bro . Ini semua demi kebaikan Lo"jawab Niko


"Kebaikan dari Hongkong , nyusahin iya"ucap Nathan


"Eh , dengerin gue . Dengan Lo berpacaran sama Ara gue yakin Lo nggak bakal di kejar-kejar lagi sama cewek-cewek di sekolah dan Lo bisa fokus sama sekolah dan kantor"jelas Niko


Nathan menatap Niko dengan mata menyelidiki kebenaran dari sebuah kata-kata . Kalau dipikir-pikir ada benar nya juga apa yang Niko katakan , selama ini karna fans wanitanya lah Nala tak ingin satu sekolah dengannya , ditambah lagi Nathan tak bisa berkonsentrasi dalam bekerja karna suara notif dari ponselnya yang selalu berbunyi


"Kali ini lolos Lo , awas aja besok-besok . Gue potong gaji Lo"ancam Nathan

__ADS_1


"Hehehe , jangan dong . Gue kan melakukan yang terbaik buat Lo"Niko langsung merangkul Nathan dan berjalan bersama melewati lorong sekolah menuju kelas


__ADS_2