SUNSET

SUNSET
Part 82


__ADS_3

Reyhan membawa Diva kerumah sakit dimana dia bekerja , disana dia meminta suster untuk memberikan perawatan terbaik untuk Diva . Saat dokter memberikan penangan secara intensif oleh suster Diva hanya bisa menahan rasa sakit yang benar-benar membuatnya ingin menangis namun dia urungkan karena ada Reyhan yang berdiri disampingnya


"Kalau mau nangis , nangis aja nggak usah ditahan"bisik Reyhan


"Apaan sih"jawab Diva


"Semua sudah selesai dok"ucap suster


"Alhamdulillah makasih ya sus"jawab Reyhan


"Makasih ya sus"Diva mengucapkan terimakasih pada suster


Setelah suster keluar dari ruangan Diva pun bergegas mengangkat kakinya untuk segera turun dari brankar nya


"Kamu mau ngapain ?"tanya Reyhan

__ADS_1


"Saya mau pulang , kan kaki saya udah membaik . Makasih ya dok udah bantuin saya tadi"ucap Diva dengan senyuman nya


"Sama-sama tapi sebagai dokter saya belum mengizinkan kamu untuk pulang"jelas Reyhan


"Kenapa ? Kan yang sakit cuma kaki dan lengan saya aja jadi saya nggak perlu dirawat"ucap Diva


"Pokoknya kamu belum boleh pulang dan kaki kamu juga masih membutuhkan perawatan yang baik kalau nggak nanti kaki kamu yang cuma terlilir bisa patah"jelas Reyhan


"Tapi dok , saya nggak suka bau rumah sakit . Izinin saya pulang ya"Diva berusaha bicara selembut mungkin bahkan emosinya dia kubur dalam-dalam


"Oke kalau kamu masih bersikeras ingin pulang . Ayo kita pulang"Reyhan langsung menggendong Diva dan membawanya keluar ruangan . Semua mata tertuju pada Reyhan yang menggendong Diva , siapa yang tak kenal Reyhan dirumah sakit ini bahkan saat ini tak banyak suster muda yang iri dengan posisi Diva


"Jangan protes terus kamu nggak liat semua orang sedang memperhatikan kita"ucap Reyhan membuat Diva memperhatikan sekitarnya dan benar saja semua mata tertuju pada mereka membuat Diva tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Reyhan


"Dokter Reyhan"sapa seorang dokter perempuan cantik dan juga seksi yang sudah lama menaruh hati pada Reyhan

__ADS_1


"Bukannya dokter malam ini tidak ada jadwal"ucap nya kembali


"Iya dok saya memang tidak ada jadwal malam ini bahkan sampai besok , saya kesini cuma mau mengobati kaki istri kecil saya yang terlilir karena jatuh dari motor"jawab Reyhan dengan senyuman


"Istri ?"ucap sang dokter cantik dengan ekspresi bingung


"Ah iya perkenalkan dia istri saya , saya baru saja menikah beberapa Minggu yang lalu"jelas Reyhan


"Kok saya nggak tau ya ? Apa cuma saya yang nggak tau ?"tanya nya


"Saya sengaja tidak memberitahu rekan-rekan tapi nanti setelah istri saya membaik kita akan segera melakukan resepsi"jawab Reyhan


"Sayang kamu nggak mau kenalan dengan rekan kerja mas ?"tanya Reyhan pada Diva namun Diva yang masih menyembunyikan wajahnya hanya menepuk dada bidang Reyhan


"Haha , dia memang pemalu . Kalau begitu saya permisi dulu dok selamat malam"Reyhan tersenyum ramah dan langsung berlalu begitu saja . Bukan tanpa alasan Reyhan berbicara seperti itu , Reyhan tahu jika dokter cantik itu menyukainya bahkan beberapa kali sang dokter berani mendekati Reyhan dengan pakaian yang sangat minim membuat Reyhan tidak menyukainya

__ADS_1


Reyhan juga manusia yang terkadang juga bisa khilaf namun pesan-pesan papa dan bundanya selalu diingat oleh Reyhan bahwa sorang laki-laki tidak boleh mempermainkan perempuan . Maka dari itu Reyhan menghindarinya agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan


Reyhan membuka pintu mobil dan mendudukkan Diva dengan hati-hati agar kaki nya yang terkilir tidak menyentuh benda lain , setelah Diva duduk dengan nyaman Reyhan memasangkan seat belt namun saat ingin memasangkan seat belt tatapan Reyhan dan Diva bertemu membuat Reyhan terpana dengan kecantikan Diva yang tersembunyi oleh sifat tomboy nya . Sadar dengan keadaannya saat ini Reyhan langsung memalingkan wajahnya dan menutup pintu mobil seraya tersenyum . Reyhan berputar dan kemudian ikut duduk di samping Diva Lebih tepatnya didepan kemudi


__ADS_2