SUNSET

SUNSET
Eps 147


__ADS_3

Cincin berlian sudah disematkan dijari manis, kini Diva dan Reyhan duduk berseberangan untuk menikmati hidangan makan malam. Tak jarang diantara mereka saling pandang dan melemparkan senyuman


Kini apa yang diinginkan Reyhan sudah terwujud namun masih ada satu keraguan lagi yang takut dia ucapkan yaitu mengenai study nya ke Inggris. Setelah selesai makan malam Reyhan mengajak Diva untuk duduk didepan tv menikmati film romantis yang sudah dia siapkan


"Bagaimana cara memulainya"batin Reyhan


"Mas kenapa ?"Diva melihat raut wajah Reyhan yang bingung mengundang tanya bagi Diva


"Tidak ada apa-apa sayang"Reyhan tersenyum seraya mengelus puncak kepala Diva


"Jangan bohong mas, aku mengetahui ada yang kamu sembunyikan dariku"ucap Diva kembali


"Apa begitu jelas ?"tanya Reyhan


"Ya, sangat jelas"jawab Diva


"Mas tidak tau harus memulainya dari mana"ucap Reyhan


"Katakan, apapun itu aku akan coba dengarkan"balas Diva


"Sebenarnya besok mas harus berangkat ke Inggris untuk melanjutkan study S2 disana"jelas Reyhan


"Lalu ?"tanya Diva


"Lalu ? Tentu saja karena itu kita harus LDR-an"ucap Reyhan


"Tidak masalah bagiku mas"balas Diva


"Tidak masalah bagimu tapi masalah besar bagiku sayang"Reyhan mencubit hidung Diva


"Sakit mas. Kenapa bisa jadi masalah besar bagi mas ?"tanya Diva


"Bagaimana mungkin aku meninggalkan wanitaku sendirian, apalagi lingkunganmu di penuhi dengan para lelaki"ucap Reyhan sedikit tak suka


"Hey, ayolah mereka hanya rekan satu hobiku saja. Tak akan ada yang mengambil Diva mu ini mas"jelas Diva

__ADS_1


"Benarkah ? Bagaimana jika ada atau bahkan kamu berpaling dari mas"Reyhan bertanya seraya memain-mainkan rambut Diva


"Akan ku kunci hatiku dengan rapat mas"ucap Diva


"Apa kamu benar-benar ikhlas mas pergi sebentar ?"tanya Reyhan


"Pergilah dengan sendiri dan pulanglah dengan prestasi. Aku menunggumu mas"jelas Diva


"Tunggu mas sebentar saja ya, mas akan kembali. Setelah mas kembali mas langsung menghalalkan mu"ucap Reyhan yakin


"Iya mas"Reyhan tak salah menyukai orang kali ini. Dia merasa beruntung bertemu dengan Diva, Diva batu karang yang keras, Diva bongkahan es dikutub Utara. Namun semua sifat itu mampu Reyhan takluk kan


***


Keberangkatan Reyhan ke Inggris di iringi dengan keberangkatan Nala ke Belanda, Nala memilih kuliah di Belanda agar dekat dengan makam sang sahabat. Bagi Nala sampai kapanpun Ara tetaplah sahabatnya


"Kalian semua meninggalkan bunda"Amanda menitikkan air mata ketika mengantarkan kedua anaknya kebandara secara bersamaan


"Bunda kita pergi nggak lama kok, lagian nanti kalau libur kuliah Nala juga pulang"ucap Nala seraya mengusap air mata sang bunda


"Sayang, Nala pergi untuk belajar bukan untuk senang-senang. Lagian nanti kalau kamu kesepian kita tinggal bikin adek lagi untuk Nala"ucap Adimas antusias


"Nggak boleh ! Cuma Nala anak bungsu dirumah nggak boleh ada yang ngambil posisi Nala"ucap Nala tegas


"Haha, iya iya"Reyhan tertawa seraya mengacak-acak rambut sang adik


"Bunda, papa Reyhan berangkat duluan ya"pesawat yang membawa Reyhan sampai tujuan sudah memanggil dan akan segera berangkat


Ada sedikit rasa sedih dihati Reyhan saat ini, dimana dia akan meninggalkan keluarga beserta sang pujaan hati selama beberapa tahun lamanya. Ditambah Diva tidak bisa mengantar keberangkatannya hari ini dikarenakan ada jadwal balapan yang tak bisa di tinggalkan


Reyhan memberikan izin kepada Diva untuk terus menjalani hobinya sampai nanti mereka menikah barulah hobi itu harus di tinggalkan


"Hati-hati ya sayang, kalau sudah sampai jangan lupa kabari Bunda"ucap Amanda


"Iya bunda"Reyhan menyalami kedua orangtuanya dan memeluk seluruh adik-adiknya

__ADS_1


"Hati-hati di negeri orang bro"ucap Vito


"Siaap"jawab Reyhan


Reyhan berjalan seraya melambaikan tangannya, langkahnya Reyhan selalu dilihat oleh keluarganya sampai bayangan Reyhan menghilang. Selang beberapa menit kini giliran Nala yang harus berangkat


"Bunda, papa Nala sudah dipanggil"ucap Nala


"Lo yakin mau berangkat La ?"tanya Nathan


"Yakinlah"jawab Nala


"Terus sahabat gue Niko gimana ?"tanya Nathan seraya tersenyum


"Ya bodo amat"jawab Nala cuek


"Anak bunda"Amanda masih berat hati ditinggalkan oleh anak bungsu


"Bunda, Nala pergi sebentar kok. Bunda jangan nangis"Nala memeluk sang bunda


"Kamu hati-hati disana ya nak, jaga diri kamu, jaga kesehatan, jangan jajan sembarangan yaa"ucap Amanda


Adimas menahan tawa melihat sifat Amanda yang dari dulu tak pernah berubah. Yang selalu membuat cinta Adimas tak pernah luntur sedikitpun


"Kak Aisyah jagain bunda sama papa ya"ucap Nala seraya memeluk sang kakak


"Iya kamu jangan khawatir, yang disini biar jadi urusan kakak. Kamu disana belajar yang pintar"balas Aisyah


"Iya, tapi kalau ada desain baru kirimin Nala ya" desain baju sang kakak memang menjadi favorit Nala dari dulu. Selain desainnya bagus Nala juga mendapatkan nya dengan gratis


"Kuliah di Belanda tapi masih aja maunya yang gratisan"ucap Nathan


"Biarin"Nala mencipirkan lidahnya pada Nathan


"Nala berangkat dulu yaa, da da"Nala menarik koper hitamnya dengan senyum ceria seraya melambai-lambai kan tangannya

__ADS_1


__ADS_2