
Kini semua apa yang mereka inginkan sudah mereka beli, Nala beserta sang Abang kini sudah di perjalanan menuju rumah, Reyhan yang fokus menyetir dan Nala fokus dengan banyaknya makanan di dashboard mobil
"Dek makannya pelan-pelan, nggak ada yang minta kok"ucap Reyhan
"Mumpung masih anget bang, kalau udah dingin nanti cita rasanya berkurang"jawab Nala
Reyhan hanya tersenyum mendengar perkataan sang adik bungsu. Sampainya di depan gerbang Reyhan hanya mengantarkan Nala dan akan kembali pergi entah kemana
"Abang mau kemana ?"tanya Nala
"Abang ada urusan, kamu cepat masuk"Reyhan menunggu sang adik masuk kedalam rumah setelah itu baru kembali pergi melanjutkan tujuannya
"Dek"panggil Adimas
"Papa ! Ngagetin aja lho"ucap Nala dengan ekspresi terkejut
"Hehe, kok kamu sendirian ? Abang mana ?"tanya Adimas
"Abang pergi lagi katanya masih ada urusan"jawab Nala
"Anak papa udah mau masuk universitas makan aja masih belepotan kayak gini"Adimas tertawa seraya mengelap belepotan yang ada di pipi sang anak
"Hehe, pa Nala ada gosip"ucap Nala seraya berbisik
__ADS_1
"Gosip apa ?"tanya Adimas
"Tadi Abang beli cincin berlian bagus banget, awalnya Nala kira mau beliin Nala soalnya di pasangin di jari Nala pa. Eh malah bukan"jelas Nala
"Maksudnya gimana papa nggak ngerti ?"tanya Adimas
"Tadi Abang ngajakin Nala ke toko berlian, terus Abang milih cincin yang bagus banget, Nala di suruh nyobain Nala pikir Abang mau beliin buat Nala nyatanya nggak pa"jelas Nala antusias
"Terus cincinnya buat siapa ?"tanya Adimas
"Nggak tau pa ? Kayaknya buat pacarnya Abang deh"jawab Nala
"Mungkin, terus kamu nggak dibeliin juga ?"tanya Adimas
"Kenapa nggak mau ?"tanya Adimas kembali
"Orang Nala nggak suka berlian"ucap Nala
"Nala anak papa suka nya apa ? Biar papa beliin"tanya Adimas
"Nala sukanya motor sport pa, ada keluaran terbaru lho. Beliin Nala pa yang warna biru keren pa"dengan semangatnya Nala menyebutkan apa yang dia inginkan
"Emang kamu bisa bawa motor sport ?"tanya Adimas
__ADS_1
"Bisalah, apa sih yang nggak bisa dilakuin Nala"ucapnya menyombongkan diri
"Oke papa bakal beliin kamu motor sport terbaru dengan syarat kamu urus perusahaan papa yang di Bali gimana ?"Adimas menantang sang anak
"Yaaah, males ah. Nala nggak suka bisnis"balas Nala
"Huh, lemah katanya serba bisa"ucap Adimas
"Oke siapa takut"Nala paling anti dengan kata-kata lemah dan tanpa pikir panjang langsung menyetujui tawaran sang papa
Adimas tersenyum puas atas jawaban sang anak, kini dia bisa tidur dengan nyenyak setelah anak bungsunya mau terjun ke dunia bisnis walaupun hasil sedikit paksaan
"Ya udah pa, Nala mau masuk kamar dulu. Nala mau mandi biar syantik"Nala menenteng semua paperbag nya dan beranjak dari tempat duduk
"Iya sana pergi mandi biar cantik, kan malu nanti kalau Niko ke sini terus kamu nya belum mandi"ucap Adimas
"Ihh papa kok bawa-bawa Niko sih ? Lagian ya pa Nala nggak suka sama temennya Nathan itu, dia nyebelin, nggak bisa apa-apa lagi"Nala membayangkan bagaimana dia memeras Niko dengan cara memperbaiki mobil nya ketika mogok
"Kata siapa ? Buktinya Niko bisa mengurus perusahaan berdua sama Abang mu"jelas Adimas
"Pa, laki-laki itu harus multitalent dong. Jangan cuma ahli di satu bidang aja"balas Nala
"Udah ah, debat sama papa nggak ada habisnya nggak jadi-jadi Nala mandi nanti"tambah Nala
__ADS_1
Adimas tersenyum seraya geleng-geleng kepala mendengar ucapan sang anak. Namun entah kenapa dia selalu yakin dengan pilihannya. Menurut Adimas, Niko memang cocok untuk putri bungsunya