
Diperjalanan pulang sekolah Nathan mendapatkan telfon dari Niko yang memberitahu kalau hari ini mereka ada jadwal latihan basket . Setelah menyetujui hal tersebut Nathan mempercepat jalan mobilnya agar Ara sampai rumah terlebih dahulu
"Ra hari ini kami istirahat dirumah ya , aku ada jadwal latihan basket nggak apa-apa kan ?"tanya Nathan
"Iya nggak apa-apa kok , Nathan semangat latihannya ya"ucap Ara yang dijawab dengan anggukan oleh Nathan
Kini mobil Nathan sudah sampai di depan gerbang rumah Ara . Nathan sengaja tak masuk kedalam karena buru-buru
"Ya udah kalau gitu Ara masuk dulu ya"Ara membuka pintu mobil Nathan namun belum sempat Ara keluar dari mobil Nathan sudah kembali menahan tangan Ara
"Kenapa ?"tanya Ara
"Aku sayang kamu Ra"mendengar ucapan Nathan membuat Ara kembali duduk dan menatap kedua mata Nathan untuk mencari ketulusan disana
"Aku benar-benar sayang sama kamu Ra , nggak ada yang bisa gantiin kamu di hati aku Ra . Walaupun aku tau kamu belum mempercayakan hati kamu buat aku tapi aku akan selalu berusaha untuk buat kamu yakin kalau aku tulus Ra"jelas Nathan
"Nathan beneran ?"tanya Ara tak percaya
"Lo mau bukti apa dari gue Ra ?"tanya Nathan
"Kenapa Nathan sayang sama Ara ? Ara banyak kekurangan"ucap Ara
"Aku mencintai kekurangan kamu tanpa harus tau kelebihanmu Ra"jelas Nathan Namun Ara hanya terdiam tanpa kata
"Ya udah buruan masuk , aku mau pergi latihan . Kata-kata aku tadi jangan terlalu di fikirin nanti kamu sakit"ucap Nathan seraya mengusap kepala Ara dengan penuh kasih sayang
"Hey , kenapa bengong aja . Buruan masuk"ucap Nathan kembali
"A-ara"ucapan Ara terjeda
__ADS_1
"Kenapa ? Hm ?"tanya Nathan bingung
"A-ara juga sayang sama Nathan"ucap Ara pelan
"Apa ? Aku nggak denger Ra kamu ngomong apa ?"tanya Nathan
"Ara juga sayang sama Nathan"ucap Ara membuat Nathan terdiam
"Serius ? Kamu serius Ra ?"tanya Nathan tak percaya
"Ara percayakan hati Ara sama Nathan , tolong dijaga baik-baik ya"ucap Ara dengan senyuman
"Pasti Ra , nyawa aku taruhannya"Nathan menarik tangan Ara membawanya kedalam pelukan Nathan
"Kalau Nathan tau penyakit Ara apa Nathan masih sayang sama Ara ?"batin Ara
"Ya udah Ara masuk dulu ya . Semangat latihannya"ucap Ara namun Nathan tak kunjung mau melepas pelukannya
"Panggil sayang dulu dong , baru di lepasin"ucap Nathan
"Nathan"Ara mencubit punggu Nathan supaya Nathan mau melepaskan pelukannya namun usahanya sia-sia
"Ngomongnya yang romantis dong sayang"ucap Nathan
"Nggak ah malu"balas Ara
"Malu sama siapa ? Kalau nggak mau ya udah kita kayak gini aja terus sampai malam. Nanti kalau satpam komplek liat terus kita di gerebek udah itu di nikahin deh . Nikah muda kita"jelas Nathan
"Nggak mau"ucai Ara
__ADS_1
"Kenapa ? Nggak apa-apa dong , tambah bagus"balas Nathan
"Iya iya , Nathan sayang lepasin Ara dong Ara mau masuk"ucap Ara membuat Nathan tertawa
"Mau kemana sayang ?"tanya Nathan
"Masuk kedalam"jawab Ara
"Haha , ya udah ayok aku antar sampai depan pintu"Nathan melepas pelukannya mengelus pipi Ara sekilas setelah itu keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ara
"Ara nggak usah di antar , Ara masuk sendiri aja . Nathan pasti di tungguin sana teman-teman nya"jelas Ara
"Nggak apa-apa kok"jawab Nathan
"Udah sana"Ara mendorong Nathan untuk segera masuk kedalam mobil kembali karena jika berlama-lama bersama Nathan detak jantung Ara tak bisa terkontrol
"Beneran ni aku pergi"ucap Nathan yang di jawab dengan anggukan
"Jangan kangen ya"ucap Nathan kembali
"Kan bisa telfonan"jawab Ara
"Haha , ya udah deh aku pergi dulu . Kalau ada apa-apa telfon aku ya"Nathan melambaikan tangannya
"Buruan masuk sana , kalau kamu udah masuk kedalam baru aku pergi"ucap Nathan kembali
"Hati-hati dijalan ya Nat"ucap Ara yang sudah masuk pagar rumah
"Iya sayang"jawab Nathan membuat Ara malu-malu mendengar kata sayang dari Nathan
__ADS_1
Setelah memastikan sang pujaan hati masuk kedalam rumah dengan aman barulah Nathan pergi meninggalkan rumah Ara . Menjalankan mobilnya ke lapangan ibu kota untuk latihan basket
"Gue pastiin Lo yang pertama dan terakhir buat gue Ra"batin Nathan