
Semua orang tertawa mendengarkan kekonyolan kisah Adimas dan Fadhil perkara memperebutkan Aisyah bahkan sampai sekarang. Namun hal tersebut akan menjadi sebuah kenangan yang indah pada hari mendatang yang akan di ceritakan pada anak cucu kelak
"Ma Pa Reyhan masuk kamar dulu ya" ucap Reyhan
"Eh tunggu bang , abang udah makan belum? "tanya Amanda segera
"Alhamdulillah udah bun" jawab Reyhan dengan senyuman dan langsung berlalu pergi ke kamar
"Udah bun biarin aja Reyhan masuk kamar biar dia istirahat" ucap Adimas
"Pa"panggil Nathan
"Apa ?"tanya Adimas
"Kayaknya Abang udah punya pacar deh pa"ucap Nathan
"Dari mana kamu tau ? Jangan sok tau kamu entar Abang kamu marah lho"tanya Adimas
"Itu buktinya Abang setiap pulang kerumah pasti dengan keadaan mood yang baik , terus yang biasanya nggak suka malam Minggu sekarang sering pergi malam Minggu bahkan jarang tidur dirumah kan"jelas Nathan
__ADS_1
"Ya kalau mood Abang kamu baik ya syukur Alhamdulillah , kalau masalah sering keluar malam Minggu ya wajarlah abang kan juga anak muda yang memiliki banyak teman dan kalau soal jarang tidur dirumah itu udah biasa mungkin aja Abang memiliki banyak pekerjaan di rumahsakit dan memilih mengerjakan pekerjaannya di apartemen"jelas Adimas
"Emang kalau ngerjain dirumah kenapa ? Dirumah juga bisa ngerjain tugas kan ?"tanya Nala
"Kata siapa ?"tanya Adimas
"Kata Nala barusan"jawab Nala
"Gimana mau ngerjain tugas kalau kalian ribut terus yang ada Abang nggak fokus ngerjain pekerjaannya"jelas Adimas membuat semua tersenyum di tampah dengan ekspresi Nala yang manyun
"Apa Lo senyum-senyum"ucap Nala pada Niko
"Nala kekamar ya Bun"Nala mencium pipi sang bunda dan langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar
"Ngambek Nala Bun"ucap Aisyah
"Udah biarin aja besok juga balik lagi moodnya"balas Adimas
"Maafin adik gue ya Nik , dia kalau lagi nggak mood memang gitu"jelas Nathan
__ADS_1
"Iya nyantai aja"jawab Niko seraya tersenyum
"Walaupun anak om suka ngambek tapi cantik kan Nik ?"tanya Adimas seraya menaikkan kedua alis matanya dan Niko hanya bisa menjawab dengan senyuman
"Kalau kamu mau deketin anak om boleh kok , om dukung om kasih restu langsung khusus buat kamu"Adimas mencoba memberikan tawaran pada Niko
"Papa apaan sih dikira anaknya barang kali ya"Amanda mencoba protes dengan apa yang Adimas bilang
"Nggak apa-apa Bun , papa yakin Niko cowok yang baik dan bisa ngejaga anak kita yang suka ngambek"jelas Adimas
"Gimana ? Mau nggak ?"tanya Adimas lagi pada Niko namun Niko tak kunjung menjawab
"Gini aja deh karena kamu cuma diam aja om anggap diam kamu itu jawaban iya"ucap Adimas tak sabaran
"Tapi om,,,"ucapan Niko terpotong oleh Adimas
"Udah nggak ada tapi-tapian Nala nggak makan orang kok kamu tenang aja . Lagian nama kalian depannya sama-sama N lho siapa tau jodoh , sama kayak om dan Tante dulu nama kita juga depannya sama-sama A"jelas Adimas membuat Niko hanya tersenyum pasrah
"Sabar ya bro gue tau ini pilihan berat buat Lo"bisik Nathan
__ADS_1
Sebenarnya Nala bukanlah tipe Niko namun Niko pun tak mampu untuk memberikan jawaban apapun karena jika dia salah menjawab maka dia harus siap menerima konsekuensinya dari sang papa maka dari itu Niko hanya bisa diam dan pasrah