SUNSET

SUNSET
Eps 144


__ADS_3

Besok adalah hari pertama bagi Nathan untuk memasuki lingkungan universitas begitupun Niko. Nathan dan Niko bagaikan prangko dan amplop yang tak pernah bisa terpisahkan walau badai menerpa


"Nat, Lo nggak beli baju ?"tanya Niko seraya memilih-milih baju yang akan dia beli


"Buat apa ?"tanya Nathan kembali


"Ya buat ke kampus lah, biar para perempuan terpesona liatin Lo"jelas Niko


"Gue nggak butuh perempuan lain, karena perempuan gue cuma Ara nggak akan ada yang bisa gantiin dia di hati gue"jelas Nathan


"Move on dong Nat, Lo ganteng bro berduit pulak"ucap Niko


"Entahlah, buruan pilih bosen nih gue duduk terus nungguin Lo dari tadi"Nathan sudah mulai bosan menunggu Niko memilih baju namun belum ada yang dia beli


"Hehe, sabar dong gue harus memilih yang terbaik dari yang baik. Makanya Lo juga milih dong biar Lo nggak bosan nunggu"ajak Niko


"Nggak"jawab Nathan singkat


Nathan kembali fokus dengan ponsel genggamnya dengan kan Niko pun kembali disibukkan dengan banyak pilihan baju distro. Disela-sela kesibukan mereka ada wanita cantik menyapa Niko


"Niko"Merasa namanya dipanggil Niko pun langsung berbalik badan dan melihat siapa sosok yang memanggilnya


"Adelia"ucap Niko tak menyangka


"Udah lama nggak ketemu ya, kamu makin keren aja"ucap Adelia


"Hehe, biasa aja kok. Btw kamu sama siapa ?"tanya Niko


"Sendiri, kalau kamu ?"tanya Adelia kembali


"Aku sama temen, sini ikut aku nanti aku kenalin ke dia"Niko mengajak Adelia berjalan mendekati Nathan yang sedang duduk di pojokan


"Nathan"panggil Niko sedangkan Nathan hanya melihat sekilas lalu kembali fokus pada ponsel genggamnya


"Dia memang agak cuek orangnya"jelas Niko pada Adelia


"Nat, kenalin ini temen gue Adelia"ucap Niko

__ADS_1


"Hay, aku Adelia"seraya menyodorkan tangannya


"Nathan"jawab Nathan tanpa menyambut tangan Adelia


"Dia cewek yang pernah gue ceritain dulu Lo ingat nggak ?"tanya Niko


"Nggak, Lo milih bajunya udah belum ?"tanya Nathan


"Udah, tinggal bayar doang"jawab Niko


"Ya udah buruan bayar terus balik"ajak Nathan


"Oke, Del kamu tunggu disini sebentar ya aku mau bayar ini dulu"ucap Niko


"Iya"Adelia tersenyum dan duduk di dekat Nathan


"Aku boleh duduk disini nggak ?"tanya Adelia


"Udah duduk kan ? Ngapain nanya"jawab Nathan dengan cuek sedangkan Adelia hanya tersenyum paksa mendengar jawaban Nathan


"Bang, nanti sesudah belanja kita makan disana ya bang"ucap Nala seraya menunjuk satu restoran


"Iya"jawab Reyhan


"Abis itu nanti kita makan dimsum disana bang"sepanjang perjalanan mereka Nala hanya membicarakan makanan


"Kamu mau belanja apa mau makan dek ? Dari tadi kamu ngomongin makanan terus"Reyhan tersenyum seraya mengusap-usap rambut Nala


"Hehe, biasanya Nala kalau ke mall sama Ara kayak gitu bang. Bahkan pernah dulu niatnya mau beli baju eh malah beli makan terus kekenyangan nggak jadi belanja baju deh"jelas Nala dengan ceria


"Tapi kok badan kamu nggak gede-gede dek ?"tanya Reyhan seraya bercanda


"Haiiih, Nala itu perempuan spesial walaupun makan banyak badan Nala nggak akan gemuk"jelas Nala


"Beneran ? Apa jangan-jangan kamu cacingan dek"tebak Reyhan seraya menahan tawa


"Abang, ih nyebeli"Nala menunjukkan wajah cemberutnya membuat Reyhan tak tahan lagi menahan tawa

__ADS_1


"Haha, maaf maaf Abang cuma bercanda kok dek"Reyhan merangkul bahu sang adik agar tidak marah


"Bang, itu bukannya Reyhan ya ?"ucap Nala


"Reyhan di depanmu dek"balas Reyhan


"Eh, hehe. Maksudnya Nathan"Nala tersenyum melihat abangnya


"Mana ?"tanya Reyhan


"Itu yang di distro depan"Nala menunjuk distro dimana dia melihat Nathan


"Wah iya, sama perempuan"ucap Reyhan


"Cepat banget tu orang move on nya"ucap Nala kesal


"Biarin aja, malah syukur Alhamdulillah"jelas Reyhan


"Kok Alhamdulillah sih bang"Nala kesal mendengar ucapan sang Abang


"Emang kamu mau liat Nathan terus-terusan sedih ? Terus-terusan mengingat Ara yang udah nggak ada ? Kamu nggak sedih apa liat saudara kamu sedih ?"tanya Reyhan


"Ya sedih sih, tapi kan itu semua karena dia, dia yang udah jahatin sahabat Nala kan"ucap Nala


"Nggak ada yang salah, tapi takdir yang sudah berkehendak"jelas Reyhan


"Iya iya pak dokter"ucap Nala


"Haha, mau kita samperin apa nggak ni ?"tanya Reyhan


"Nggak usah lah nanti dia malu kalau kita kesana"jawab Nala


"Malu kenapa ?"tanya Reyhan bingung


"Ya malu lah masa pacarannya di distro nggak elite kan"jelas Nala


"Haha, kamu ini ada-ada aja. Ya udah mending kita belanja aja ya kan"Reyhan kembali berjalan mengelilingi mall mencari-cari apa yang akan mereka beli

__ADS_1


__ADS_2