SUNSET

SUNSET
Part 21


__ADS_3

Nathan sedang bergelut dengan tugas-tugas sekolah dan kantor yang sama-sama akan diserahkan besok . Saat sedang serius mengerjakan tugas nya dering ponsel Nathan berbunyi menandakan panggilan masuk datang bertuliskan nama Niko


"Apaan ?"tanya Nathan


"Besok hari Sabtu"ucap Niko


"Iya kenapa ?"tanya Nathan


"Lo berencana bawa Ara malam mingguan kemana ?"tanya Niko


"Ya Allah Niko , Lo nggak bisa ya sekali-kali nelfon gue dengan tujuan yang penting ? Kenapa Lo selalu neror gue terus ?"keluh Nathan


"Haha , gue kan sekertaris yang baik jadi selalu mengingatkan dalam hal apapun itu"Niko menjawab ucapan Nathan dengan gelak tawa


Niko bahagia bisa menindas Nathan dari jarak jauh , jika tidak ketampanannya yang hakiki akan hilang seketika


"Bodo amat lah . Btw gue mau Lo harus serahin ke gue laporan pengerjaan proyek baru yang di Inggris besok"ucap Nathan


"Lho kok besok , bukannya Lo bilang nunggu depan ya"Niko panik ketika mendengar Nathan meminta laporan kerja yang belum selesai dia kerjakan


"Gue nggak mau tau , kalau nggak Lo serahin besok gaji Lo gue potong"setelah mengucapkan kata-kata membunuh dompet Nathan langsung mematikan telfon nya


"Mampus Lo emang enak"ucap Nathan seraya tertawa terbahak-bahak dilain sisi ada Niko yang sedang bergelut dengan laptop dan beberapa dokumen nya


*


Nala dan Ara sedang mengerjakan tugas sekolahnya bersama , walaupun tak satu sekolahan namun mereka sering membantu satu sama lain bahkan saat Ara homeschooling pun mereka tetap saling membantu


"Gimana sekolah Lo Ra ? Lancar kan ?"tanya Nala


"Alhamdulillah lancar-lancar aja . Teman-teman disana baik-baik semua"jawab Ara yang masih sibuk dengan tugas sekolahnya


"Tapi masih baikan gue kan Ra ?"tanya Nala


"Iya dong , Nala nya Ara nggak ada tandingan"jawab Ara seraya tersenyum menatap Nala


"Hehe , jadi malu gue"Nala tersipu malu mendengar jawaban Ara


"Tapi ada juga yang suka gangguin Ara"gumam Ara


"Siapa ? Lo kasih tau ke gue biar gue jambak tu orang"ucap Nala antusias


"Tapi nggak apa-apa kok palingan dia salah faham aja"jawab Ara


"Cowok apa cewek ?"tanya Nala


"Cewek , dia kayak tante-tante"ucap Ara


"Kok bisa gitu ?"tanya Nala bingung

__ADS_1


"Masa baju sekolahnya pendek banget , terus roknya sampai ngepres ****** ***** , terus lagi ya dia pakai merah-merah di bibirnya"Nala tertawa melihat cara Ara bercerita


"Kok ketawa"Ara bingung melihat Nala yang tiba-tiba tertawa


"Aduh , sakit perut gue dengerin Lo Ra"ucap Nala


"Kok kamu gitu sih ?"ucap Ara seraya cemberut


"Haha , sorry-sorry jangan cemberut dong . Abis Lo cerita ke gue kayak anak paud lagi cerita kebundanya"Nala kembali tertawa terbahak-bahak


"Nala nyebelin Ara nggak suka"Ara kembali cemberut


"Iya iya nggak gue ulangi lagi , beneran deh"ucap Nala


"Terus Lo mau gue apain tu orang ? Mau gue labrak langsung atau gue tabrak pakai motor gue ? Eh jangan pakai motor pakai mobil aja biar cepat mati sekalian jadi nggak ada lagi yang bakal gangguin Lo"ucap Nala


"Iih , Nala nggak boleh gitu . Biarin orang jahat sama kita asal kita jangan jahat sama orang . Sejahat apapun orang sama kita , kita nggak boleh balas dengan kejahatan juga kalau kita balas dengan kejahatan lalu apa bedanya kita sama mereka"jelas Ara


"Huuft , ini yang membuat gue suka sahabatan sama Lo , Lo itu selalu aja baik . Jadi tambah suka gue ngejailin Lo"ucap Nala tersenyum seraya menaik-naik kan alisnya


"Iya nggak apa-apa selagi Nala bahagia Ara juga ikut bahagia"ucap Ara


"Tapi Nala juga harus cari sahabat yang lain , biar nanti kalau Ara pergi duluan Nala ada yang nemenin"tambah Ara


"Apaan sih Lo , emang Lo mau pergi kemana ? Mau mati Lo ? Lo nggak akan pergi kemana-mana , Lo itu sahabat gue sekarang , besok dan selamanya . Gue yakin Lo bakal sembuh , Lo harus semangat nggak boleh optimis"Nala kesal mendengar ucapan Ara barusan


"Iya maaf Nala jangan marah ya"ucap Ara seraya merangkul tangan Nala


"Nala jangan marah dong , Ara nggak bakal ulang lagi kok beneran . Ara janji"Ara berusaha membujuk Nala agar tak marah kepadanya atas ucapannya barusan


"Beneran ya , awas kalau Lo ngomong kayak gitu lagi"ucap Nala yang dijawab dengan anggukan oleh Ara


"Lo tau Ra , gue sahabatan sama Lo itu tulus bukan karena kasian . Lo sahabat gue satu-satunya Ra jadi gue minta Lo selalu jaga kesehatan Lo , disaat gue lagi nggak sama Lo , Lo harus bisa jaga diri Lo dari orang-orang jahat diluar sana"jelas Nala


"Iya Nala tenang aja , Ara pasti bisa jaga diri Ara sendiri . Ara kan kuat"jawab Ara menunjukkan otot-otot tangannya


"Jah , otot kecil kayak gitu di banggain"ledek Nala


"Biar pun kecil yang penting punya"jawab Ara


"Suka-suka Lo deh"Nala merapikan buku-buku tugas sekolahnya kembali kedalam tas karna dia sudah menyelesaikan tugas sekolahnya


"Tapi ada satu orang lagi yang belum Ara ceritain ke Nala"Nala langsung menghentikan aktifitas nya dan kembali menatap Ara


"Siapa ?"tanya Nala


"Dia yang selalu nolongin Ara disekolah . Tapi dia kadang suka marah-marahin Ara juga"jelas Ara


"Marahnya gimana ?"tanya Nala

__ADS_1


"Masa kemaren dia marah-marahin Ara karena Ara nggak sarapan padalhan kan Ara udah sarapan"jelas Ara


"Itu namanya perhatian bukan marah-marah , bedain dong mana yang perhatian mana yang marah-marah Ara"jelas Nala yang kembali fokus dengan buku-bukunya


"Masa itu perhatian , bik Narti sama mang Ujang aja kasih Ara perhatian nggak pakai marah-marah"jelas Ara


"Ara perhatian itu ada banyak bentuknya . Mungkin aja dia memberi Lo perhatian dengan cara yang berbeda"jelas Nala


"Oh gitu ya"Ara menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dia sudah paham


"Btw dia itu cowok apa cewek ?"tanya Nala


"Cowok"jawab Ara


"Hahaha , cie Ara"Nala tertawa geli mengingat bagaimana Ara diperhatikan oleh seorang cowok


"Kok cie sih ?"tanya Ara bingung


"Jangan-jangan tu cowok suka sama Lo terus dia mau Lo jadi pacarnya dia"ucap Nala


"Ih iya , dia bilang kalau Ara pacar dia"jelas Ara


"Tu kan gue bilang juga apa , dia suka sama Lo . Terus Lo terima nggak ?"Nala sangat antusias mendengar ucapan Ara


"Tapi Ara nggak suka sama dia , Ara nggak mau pacaran sama dia"jawab Ara


"Kenapa ? Kan dia perhatian sama Lo ? Atau karna dia jelek ya ? Kalau jelek mah nggak usah , gue nggak akan kasih restu"ucap Nala


"Bukan karena jelek tapi Ara nggak mau aja mencintai seseorang disaat Ara kayak gini"jawab Ara


"Kayak gini gimana ?"tanya Nala


"Nala kan tau kalau Ara lagi sakit dan Nala juga pasti tau kalau kata dokter kemungkinan Ara untuk hidup itu kecil . Jadi Ara nggak mau menyakiti hati banyak orang ketika Ara pergi , Ara mau pergi dengan tenang"jelas Ara


"Ara Lo udah janji sama gue nggak ngebahas itu lagi . Sedih gue jadinya , pokoknya Lo harus sembuh Ra gue yakin Lo akan sembuh . Lo nggak usah banyak fikiran , Lo harus jalani hidup Lo dengan kebahagiaan"Nala memeluk Ara dengan erat sempat air mata Nala keluar namun langsung di hapus karna tak ingin Ara melihatnya menangis


"Makasih ya Nala kamu udah mau sahabatan sama aku , Ara sayang banget sama Nala"ucap Ara yang ikut membalas pelukan Nala


"Gue juga sayang sama Lo Ra , Lo jaga kesehatan ya . Gue yakin persahabatan kita pasti sampai tua"ucap Nala


"Aamiin"balas Ara


"Aku juga menginginkan hal yang sama"batin Ara


Cukup lama mereka berbincang dan berakhir ketika Nala berpamita untuk pulang karena sang nenek sudah menelfon untuk menyuruh pulang


"Gue pulang dulu , Lo nggak usah nganterin gue kedepan . Lo tidur aja , jangan banyak fikiran . Gue akan selalu ada buat Lo , baik hujan petir , badai , gempa , sunami , angin topan bahkan longsor sekalipun gue bakal ada buat Lo"jelas Nala


"Nala lebay deh"ucap Ara seraya tertawa geli mendengar ucapan Nala

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Nala , Ara langsung keluar kamar , menuruni anak tangga dan langsung berlalu pulang mengendarai mobilnya


__ADS_2