
Setelah mengantarkan Ara pulang dengan selamat , Nathan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata karena Niko memberitahunya agar segera kekantor . Sepanjang perjalanan Nathan hanya memikirkan Ara wanita yang menolak jadi pacarnya
"Bisa-bisa nya dia nolak pesona gue"gumam Nathan
"Gue tampan , mapan , gentle , nyaris sempurna . Semua perempuan diluar sana terpesona akan diri gue yang tampan , kenapa cuma dia yang menolak ? Dasar aneh"Nathan bercermin pada spion mobilnya memperhatikan setiap sudut wajah nya
Tak butuh waktu lama untuk Nathan tiba di kantor , Nathan masuk kekantor dengan setelan jas yang sudah terpasang rapi di badannya . Karena Nathan mengganti pakaiannya sambil mengendarai mobil
"Semua sudah berada di ruang meeting"jelas Niko
"Oke"jawab Nathan singkat
Dengan gagahnya Nathan berjalan mendahului Niko . Niko mendampingi Nathan persentase didepan pemimpin kepala cabang perusahaannya , sudah 2 jam meeting berjalan dengan serius . Setelah selesai meeting Nathan mengajak Niko untuk memberi cacing-cacing diperutnya yang sudah meronta-ronta minta makan
"Gila udah jam segini gue baru makan"ucap Nathan seraya melahap makanan nya
"Lo kayak orang yang udah seminggu nggak makan aja Nat"Niko terpana melihat cara makan Nathan namun Nathan tak memperdulikan ucapan Niko
"Pacar Lo udah diantar dengan selamatkan tadi ?"tanya Niko
"Udah lah , tapi tu cewek bener-bener aneh tau nggak Lo"Nathan berhenti dari makannya dan fokus pada tapi gosipnya sore ini
"Aneh kenapa ?"tanya Niko
"Masa tadi dia bilang nggak mau jadi pacar gue . Lo liat gue , nggaka da kekurangan kan ? Tampang oke , dompet aman 7 turunan kenapa dia nggak mau jadi pacar gue . Lo bayangin aja ni ya cewek-cewek diluar sana terpana melihat pesona gue dia aja yang nggak . Apa matanya katarak ya ? Kapan-kapan gue bawa dia berobat mata aja kali ya biar bener"Nathan berbicara panjang lebar membuat Niko terpana
"Kalau menurut gue sih dia bukan cewek aneh . Tapi cewek pintar"jelas Niko
"Kok pintar sih ? Goblok gitu"Nathan merasa tak ikhlas jika Niko bilang Ara anak yang pintar
"Itu artinya dia tipe cewek yang mencintai laki-laki nggak dari fisik ataupun isi dompet"jelas Niko
"Tapi kan gue juga baik , gentleman , sopan , rajin menabung lagi"Nathan tak mau kalah
"Lo nyakitin hati semua cewek tanpa perasaan apa masih terbilang sopan dan baik ?"tanya Niko
"Yaa , ya abis salah mereka sendiri ngapain suka sama gue yang jelas-jelas nggak suka sama dia"jawab Nathan
"Tapi kan bisa ngomong baik-baik Nathan"tambah Niko
"Nggak asik Lo , debat sama Lo sama kayak gue depat sama adek gue . Sama-sama nyebelin"ucap Nathan kembali menyantap makanannya
"Lo punya adek ?"Niko terkejut mendengar Nathan mempunyai adek
"Punya lh , masa Lo nggak tau . Udah 3 tahun Lo temenan sama gue woy masa nggak tau sih"Nathan ikut terkejut dengan pertanyaan Niko yang tak mengetahui bahwa dia memiliki seorang adik
"Gue nggak pernah liat adek Lo , setiap gue main kerumah Lo gue nggak liat orang lain selain bunda , papa , bg rey , kak Aisyah sama bik Inah . Palingan sekali-kali gue liat kak Mona sama kak Vivi lain dari mereka gue nggak tau"jelas Niko
__ADS_1
"Mungkin setiap Lo kerumah gue dia di rumah nenek kali makanya Lo nggak pernah ketemu"ucap Niko
"Dia tinggak dirumah nenek Lo ?"tanya Niko penasaran
"Iya , dia sekolah dekat perumahan nenek gue"jawab Nathan
"Kelas berapa ?"tanya Niko lagi
"Dia kelas 12 juga"jawab Nathan santai
"Oo , adek dapet gede pantesan"Niko berO ria mendengar jawaban Nathan barusan
"Enak aja Lo adek dapet gede . Dia kembaran gue goblok , waktu SMP gue satu sekolahan sama dia cuma karna ketampanan gue yang melebihi kapasitas membuat dia nggak mau lagi satu sekolahan sama gue"jelas Nathan
"Kenapa ?"lagi-lagi Niko penasaran
"Kan udah gue bilang karna ketampanan gue yang menyebabkan banyak fans dan dia kesal karna semua perempuan disekolah gue dulu berteman sama dia cuma supaya bisa Deket dan nanya-nanya tentang gue dari dia"jelas Nathan lagi
"Kembaran Lo cewek ?"tanya Niko
"Aduuh , gue berasa lagi di interview deh banyak bener pertanyaan Lo"Nathan merasa kesal dengan Niko yang dari tadi bertanya tak henti-henti . Semakin di jawab semakin banyak pertanyaannya
"Hehe , abis gue kepo . Lagian mana tau jodoh sama gue kan"ucap Niko
"Gue nggak bakal restui Lo sama dia"jawab Nathan
"Lo playboy"jawab Nathan
"Sebenarnya gue itu nggak playboy cuma karna belum nemuin yang cocok aja . Lagian kalau udah nemuin yang cocok gue juga nggak akan jadi playboy , selagi masih pacaran mah nggak apa-apalah ganti-ganti . Ibaratnya ni pacar boleh banyak tapi istri tetap satu"jelas Niko dengan percaya dirinya
"Hahaha , sama gue bisa Lo ngomong gitu . Coba aja kalau ngomong sama kembaran gue kalau nggak masuk rumah sakit ya langsung diantar ke liang lahat Lo"ucap Nathan seraya tertawa geli mendengar penjelasan Niko
"Lo nggak bisa liat orang bahagia aja , suatu saat kalau gue ketemu sama adik Lo . Gue bakal buat dia takluk sama gue"ucap Niko
"Terserah Lo , gue nggak ngerti soal cinta-cintaan Lo"Nathan menyudahi makannya sementara makanan Niko belum disentuh sedikitpun
*
Mobil Aisyah sudah berada di parkiran rumah sakit Kasih Ibu , melewati setiap lorong rumah sakit dengan membawa paperbag ditangannya . Menanyakan pada suster yang berjaga keberadaan yang Abang , setelah mengetahui keberadaan sang Abang Aisyah kembali melanjutkan perjalanannya
"Assalamu'alaikum Abang"ucap Aisyah ketika memasuki ruangan kerja Reyhan
"Wa'alaikumusalam , Syah kamu ngapain kesini ?"tanya Reyhan
"Iih , adeknya datang bukannya disuruh masuk dulu , disuruh duduk dulu malah langsung di kasih pertanyaan kayak gitu"Aisyah kesal denga pertanyaan Reyhan yang menyebalkan
"Iya iya Abang minta maaf . Silahkan masuk adek Abang yang Sholehah , yang cantik , yang manja"Reyhan berusaha mengembalikan mood Aisyah yang mulai hilang
__ADS_1
"Hehe , gitu dong . Aisyah ngantarin makan siang buat Abang , Aisyah bawain makanan kesukaan Abang lho"jelas Aisyah seraya memberikan paperbag nya
"Beneran ? Wah makasih ya"Reyhan mengambil paperbag dari Aisyah dan memeriksa apa saja yang Aisyah belikan untuknya
"Rey makan siang yuk"ajak teman Reyhan yang tanpa permisi membuka pintu ruangan untuk mengajak Reyhan makan siang
"Gue dibawain bekal sama adek gue , Lo gabung aja sama kita makan siangnya"ajak Reyhan
"Gue makan siang di kantin aja , nggak enak gue"jawab nya
"Udah nyantai aja , buruan masuk ngapain Lo dideoan pintu kayak penagih hutang aja"Reyhan mengajak temannya untuk makan siang bersama
"Oiya dek , kenalin ini teman abang dokter Vito . Vito kenalin ini adek gue namanya Aisyah"Reyhan memperkenalkan Aisyah pada teman kerjanya
Setelah berkenalan Aisyah langsung pamit untuk kembali ke butik , karna kedatangan Aisyah kesini cuma untuk mengantarkan makan siang saja
"Adek Lo cantik Rey"ucap Vito
"Dia cantik luar dalam"jelas Reyhan
"Wah , beruntung banget cowok yang dapetin adek Lo"ucap Vito
"Iya beruntung banget"batin Reyhan
"Rey adek Lo udah punya pacar ?"tanya Vito
Reyhan terkejut mendengar pertanyaan Vito barusan hingga membuatnya keselek dan batuk-batuk
"Lo kalau makan hati-hati , bisa-bisa nya udah gede makan masih aja keselek"Vito segera memberi Reyhan segelas air putih
"Sorry-sorry , apa pertanyaan Lo tadi ?"tanya Reyhan
"Adek Lo udah punya calon belum ?"tanya Vito kembali
"Belum , kenapa Lo suka ?"tanya Reyhan dengan tatapan datar
"Iya , gue suka pada pandangan pertama sama adek Lo Rey"jawab Vito
"Dia nggak boleh pacaran"ucap Reyhan
"Lo kan abangnya ni , boleh nggak gue deketin dia . Gue janji nggak bakal nyakitin dia"dengan percaya diri Vito meminta izin untuk mendekati Aisyah pada Reyhan
"Deketin aja , asal jangan pernah Lo sakiti dia"jawab Reyhan
"Dengan begini gue bisa terbebas dari perasaan yang seharusnya tak ada"batin Reyhan
Reyhan dan Vito melanjutkan makan siangnya dengan mengganti topik lain agar tak merusak suasana
__ADS_1