
Nathan sudah berada di rumah Ara . Kini Nathan tinggal menunggu Ara selesai mengganti pakaiannya sebab setelah di telfon oleh Nathan tadi Ara tak langsung mengganti bajunya karena Ara hanya mengira apa yang Nathan ucapkan sebuah bercandaan
"Silahkan diminum den"ucap mang Ujang
"Nggak usah repot-repot mang , Nathan cuma jemput Ara aja"ucap Nathan segan
"Nggak ngerepotin kok den , memangnya mau pergi pacaran kemana ?"tanya mang Ujang
"Belum tau lagi mang"jawab Nathan
"Ya udah kalau gitu tunggu aja sebentar sambil diminum teh nya , neng Ara palingan sebentar lagi selesai"mang Ujang menepuk bahu Nathan sekilas lalu bergegas pergi kedapur
Setelah ditinggal oleh mang Ujang Nathan kembali fokus pada ponsel genggamnya , tak ada yang akan dia chat tak ada juga yang akan dia balas chat nya namun nathan hanya menscrol beranda instagramnya
"Nathan"panggil seseorang yang Nathan kenali suaranya , Nathan melihat kearah sumber suara dan benar saja ada Ara yang sudah berdiri di hadapannya
"Udah siap ?"tanya Nathan yang tak lepas dari pandangan melihat Ara
"Sudah , maaf ya udah membuat kamu nungguin"ucap Ara merasa tak enak membuat Nathan menunggu lama
"Santai aja lagian masih sore"Nathan melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 19.00 wib
"Sebaiknya berangkat sekarang aja biar pulangnya nggak terlalu malam"saran bik Narti
"Bik , Nathan izin bawa Ara keluar sebentar ya bik"ucap Nathan
"Iya den hati-hati dijalan ya . Pulangnya jangan malam-malam"pesan bik Narti
"Iya bik"ucap Nathan
"Bik Ara pergi sebentar ya . Jangan kangenin Ara"Ara berpamitan kepada bik Narti dan tak lupa mencium tangan bik Narti diikuti oleh Nathan
Setelah berpamitan Nathan membukakan pintu mobil untuk Ara dan malam minggu pun dimulai
"Lo belum makan malam kan ?"tanya Nathan yang mencoba untuk menebak
"Kok Nathan tau ?"tanya Ara kembali
"Tau aja , Lo mau makan apa ?"tanya Nathan
"Apa aja yang penting bisa dimakan , halal , murah , terus enak"jawab Ara dengan senyuman yang ceria
"Ceria banget Lo , seneng ya diajak malam mingguan sama cowok ganteng"ucap Nathan dengan pede nya
"Iya Ara seneng banget bisa ngerasain pergi malam Minggu , soalnya Ara nggak pernah"jawab Ara dengan polosnya
"Belum pernah ? Mantan-mantan Lo dulu nggak pernah ngajakin malam mingguan ?"tanya Nathan penasaran
"Ara nggak punya mantan"jawab Ara
"Kenapa ?"tanya Nathan
"Ya karena Ara belum pernah pacaran"jawab Ara kembali
"Berarti gue dong pacar pertama Lo . Wah Lo harus banyak-banyak bersyukur karena pacar pertama Lo ganteng dan kaya kayak gue"ucap Nathan
__ADS_1
"Ara pacaran sama Nathan juga karna di paksa , coba kalau nggak pasti sampai sekarang Ara masih jomblo"Ara berbicara dengan nada polos dan wajah ceria yang menatap lampu-lampu malam diluar
"Buset ni bocah jujur banget , nggak bisa ngeiyain aja apa. Liat aja gue bakal buat Lo cinta sama gue , bahkan Lo nggak akan mau berpisah sama gue walau sedetik pun"batin Nathan Seraya tersenyum
"Nathan kamu nggak apa-apakan ?"tanya Ara yang menatap Nathan dengan tatapan aneh
"Emang gue kenapa ?"tanya Nathan bingung
"Kamu dari tadi senyum-senyum sendiri . Kamu demam ?"Ara memegang kening Nathan dan memastikan keadaan Nathan baik-baik saja
"Apaan sih Lo ? Jangan pegang-pegang entar cinta"mendengar ucapan Nathan Ara langsung melepaskan tangannya dari kening Nathan dan kembali duduk dengan baik dan benar
"Cepat banget lepasin tangannya , Lo nggak mau ya cinta sama gue ?"tanya Nathan
"Aku nggak mau kenal cinta karena itu akan berujung menyakitkan dan kalaupun aku mencintai seseorang aku lebih memilih untuk mencintai dalam diam-diam"jelas Ara
"Kok gitu ?"tanya Nathan kembali
"Mau aja"jawab Ara
"Tenang gue bakal buat Lo ngerasain cinta yang sesungguhnya"ucap Nathan
"Ara nggak mau"jawab Ara
"Harus mau karena Lo pacar gue . Inget ya gue nggak suka penolakan"Nathan menekankan kata-kata nya pada penolakan
Ara hanya bisa terdiam ketika Nathan sudah bicara tak suka penolakan . Nathan memarkirkan mobilnya disebuah warung kaki lima di pinggir jalan
"Kita makan disini ?"tanya Ara
"Nggak , Ara suka kok . Ara dikit Nathan nggak suka sama makanan pinggir jalan"jelas Ara
"Gue juga orang biasa kali Ra , lagian makan di restoran kadang nggak seenak di kaki lima "jelas Nathan yang langsung keluar dari mobilnya meninggalkan Ara yang masih diam di tempat duduk
"Buruan turun , mau gue kurung Lo dalam mobil ?"gertak Nathan
"Eh , iya iya Ara sampai lupa"jawab Ara yang langsung bergegas keluar dari mobil
Ara mengekori Nathan yang sudah jalan duluan mencari tempat duduk yang paling nyaman baginya . Setelah mendapatkan tempat duduk barulah Nathan memesan makanan
"Lo mau kemana ?"Nathan penasaran melihat pergerakan Ara yang sudah berdiri dari tempat duduknya
"Mau pesan makan"jawab Ara
"Udah gue pesanin"ucap Nathan yang kembali fokus pada ponsel genggamnya
"Kok Nathan nggak nanya dulu ke Ara apa yang Ara mau ?"tanya Ara
"Gue tau Lo bukan cewek yang suka pilih-pilih makanan , jadi jangan bawel dan kembali duduk dengan tenang"Ara mengikuti apa kata-kata Nathan
"Nathan"panggil Ara
"Hm"Nathan hanya fokus pada ponsel genggamnya
"Ara lupa bawa uang , nanti makan malam punya Ara Nathan bayarin dulu ya hari Senin Ara ganti"Ara berbicara dengan menundukkan kepalanya karna takut Nathan marah dan tak ingin membayarkan makan malamnya
__ADS_1
"Hahaha , ternyata Lo nggak cuma polos tapi juga bodoh . Lo sekarang lagi jalan sama pacar Lo , dan asal Lo tau pacar Lo ini CEO muda jangankan membayar makan malam Lo semua warung disini bisa gue bayarin buat Lo"jelas Nathan
"Beneran ?"tanya Ara dengan senyuman cerianya . Ara menggeser kursi nya mendekati Nathan
"Nathan beneran bisa beliin apa aja buat Ara ?"tanya Ara antusias
"Iya mau dibeliin apaan Lo ?"tanya Nathan
"Ternyata semua cewek sama aja matre"batin Nathan
"Kalau gitu nanti kita pergi ke suatu tempat ya , Ara mau di beliin sesuatu"pinta Ara yang di setujui oleh Nathan
Pesanan datang dan mereka pun langsung menyantap makan malamnya dengan tanpa ada yang bicara satupun . Entah mengapa Nathan yang melihat Ara makan dengan sangat lahap dan tanpa rasa malu membuatnya terpana . Baru Ara cewek yang dia temui tak memiliki rasa malu saat makan bersama seorang cowok sepertinya , biasanya cewek-cewek diluar sana sangat menjaga image saat makan dengan pasangannya tapi tidak dengan Ara
"Makannya pelan-pelan Ara entar Lo keselek"ucap Nathan
"Ara nggak sabar pergi ke tempat yang Ara mau , Ara takut nanti apa yang Ara mau malah habis"jelas Ara namun lima belas menit setelah bicara Ara benar-benar keselek
"Tu kan gue bilang juga apa pelan-pelan"Nathan bergegas memberi Ara air minum dan menepuk pelan punggung Ara
"Lo nggak apa-apa ?"tanya Nathan
"Nggak apa-apa gimana ? Ara keselek Nathan"ucap Ara kesal
"Abis Lo nggak mau dengerin gue ya iyalah keselek"ucap Nathan tak kalah kesalnya
"Iya maaf"Ara sadar bahwa dirinya salah dan segera meminta maaf pada Nathan
"Lanjutin makannya , pelan-pelan aja entar keselek lagi"Ara hanya menjawab dengan anggukan dan kembali menyantap makan malamnya
Ponsel Nathan bergetar menandakan ada pesan masuk dari seseorang , bergegas Nathan melihat nya ternyata dari sang sahabat Niko
"Gimana , jadi malam mingguannya ?"tanya Niko
Karena malas meladeni Niko , Nathan meminta Ara mendekat kepadanya dalam hitungan ketiga dan dalam satu jepretan kamera terciptalah sebuah foto yang sederhana namun indah di pandang . Tanpa menunggu lama Nathan langsung mengirimkan foto dirinya dengan Ara pada Niko
"Wah wah , romantisnya"balas Niko namun hanya di read oleh Nathan
"Kenapa ?"tanya Nathan pada Ara yang hanya terdiam
"Tadi kita foto berdua kan ?"tanya Ara
"Hm"jawab Nathan
"Ara boleh minta fotonya nggak ?"tanya Ara
"Nggak , udah gue hapus"jawab Nathan
"Ya udah deh"Ara berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar warung makan
"Ara , Lo mau kemana ?"tanya Nathan
"Keluar , kan Ara udah selesai makannya"Ara kembali mendekati Nathan dan membisikkan sesuatu
"Jangan lupa bayarin makanan Ara juga ya , Ara tunggu diluar . Ara takut dimarahin bapak ya"setelah selesai berbisik Ara langsung bergegas keluar warung tanpa mau melihat kebelakang
__ADS_1
"Dasar cewek aneh , udah dibilang gue yang bayarin masih aja nggak ngerti"gumam Nathan