
Cahaya matahari yang masuk melalu jendela kamar mampu membuat Ara terbangun dari mimpi indahnya . Duduk termenung dengan nyawa belum terkumpul sepenuhnya
"Neng Ara sudah bangun"bik Narti yang kebetulan datang untuk mengecek keadaan Ara pun ikut tersenyum dikala Ara sudah bangun dari tidurnya
"Morning bik"ucap Ara seraya tersenyum
"Morning to neng Ara , bagaimana keadaannya sudah membaik ?"tanya harga k Narti
"Memang nya Ara kenapa ?"Ara yang lupa dengan keadaanya tadi malam kembali bertanya pada bik Narti
"Ah , tidak terjadi apa-apa . Sekarang neng Ara minum dulu susu nya mumpung masih panas"bik Narti memberikan Ara segelas susu yang dibawanya dari dapur khusus untuk Ara
Setelah menghabiskan satu gelas susu pans buatan bik Narti Ara langsung beranjak dari tempat tidurnya membuat bik Narti bingung apa yang akan Ara lakukan
"Neng Ara mau ngapain ?"tanya bik Narti
"Ara mau mandi bik , kan Ara harus pergi ke sekolah hari ini"jawab Ara
__ADS_1
"Neng Ara hari ini libur aja sekolahnya gimana ? Kita pergi kontrol aja , nanti biar bik Narti yang telfon guru neng Ara buat minta izin"ucap bik Narti
"Kontrolnya hari Minggu aja ya bik , soalnya sebentar lagi Ara akan ujian nasional dan Ara nggak mau ketinggalan pelajaran"jelas Ara
"Baiklah , tapi neng Ara harus janji sama bibik untuk selalu meminum vitamin yang diberikan dokter . Ingat satu lagi neng Ara nggak boleh kecapekan dan jangan terlalu banyak fikiran"bik Narti mengingatkan pada Ara agar tidak terlalu menguras tenaganya
"Siap bos , sekarang Ara mandi dulu ya bik"Ara menghilang di balik pintu kamar mandi
Ara menatap wajahnya di depan cermin , menarik nafas dalam dan menghembuskan ya secara perlahan , Ara tau kekhawatiran yang kini melanda bik Narti dan mang Ujang namun mau bagaimana lagi yang Ara bisa saat ini hanya berjuang melawan rasa sakit yang dia sembunyikan dari orang-orang yang dia sayangi
"Ara kuat kok"air mata yang sudah lolos dari tempatnya menampakkan pantulan wajah yang tersenyum palsu di depan cermin seolah-olah ikut merasakan apa yang Ara rasakan saat ini
"Eh pacar Ara udah datang"ucap Ara bahagia
"Sebelum berangkat sekolah ayo kita sarapan dulu biar kuat menjalani aktivitas di sekolah"ucap mang Ujang
Mang Ujang dan bik Narti selalu makan bersama dengan Ara di meja makan karena permintaan Ara . Ara merasa kesepian jika dia harus makan dimeja makan sendirian
__ADS_1
"Hm enak banget nasi goreng nya"ucap Nathan
"Den Nathan suka ?"tanya bik Narti
"Suka bik , ini enak banget"jawab Nathan
"Syukur Alhamdulillah kalau den Nathan suka . Makan yang banyak"ucap mang Ujang
"Ara juga bisa buatin Nathan nasi goreng"ucap Ara
"Oh ya ? Emang Ara bisa masak ?"tanya Nathan
"Bisa dong kan bik Narti yang ngajarin Ara masak"jawab Ara seraya tersenyum lebar
"Emang iya bik ?"tanya Nathan pada bik Narti karena tak yakin pacarnya bisa masak
"Benar apa yang dibilang sama neng Ara den . Bahkan di saat bik Narti lagi masak neng Ara pasti bantuin"jawab mang Ujang
__ADS_1
"Wah berarti calon istri idaman dong ya"Nathan mengedipkan sebelah matanya pada Ara membuat Ara langsung tersipu malu
Melihat Ara yang tersipu malu membuat semua yang berada di meja makan tertawa melihat pipi Ara yang sudah memerah