
Pagi ini di pinggir sungai Han, Zeva, Nadine, Satria, dan Daniel berbincang tentang lokasi yang akan mereka jadikan tempat mengasuh anak anak di liburan musim panas kali ini.
"Jadi, tempat itu juga agak jauh dari pegunungan, pemilik villa benar baik mereka memperbolehkan kita menggunakan seluruh lahan mereka, disana ada kebun, juga penernakan ayam dan kelinci, jadi aku yakin anak anak akan menyukainya" Jelas Daniel mengenai tempat yang mereka sewa
"Aku tidak sabar bertemu anak yang lucu dan menggemaskan itu" Seru Zeva
"Ada berapa orang yang mendaftar untuk ikut acara ini?" Tanya Satria
"Ahh,,, sangat banyak, tapi aku sudah konfirmasi yang akan kita terima hanya 10 anak, dan kita akan bersama mereka dalam waktu yang berbeda, di hari terakhir nanti kita akan menggabungkan semua anak anak, jadi seperti reuni acara Shine Forest ini, Bagaimana?" Jelas Nadine
"Aku setuju,,, ternyata kau benar benar cerdas!" Seru Zeva
"Iyalah,,," Balas Nadine memuji dirinya
"Oh ya, sudah waktunya kita pergi" kata Satria sambil melirik Jam tangannya.
Mereka pun pergi ke Gereja Katolik, mereka kebetulan mempunyai agama yang sama dan sering beribadah disana juga.
"Kau tau? aku dengar di gereja ini akan kedatangan 2 calon presiden?!" kata Nadine
"Wow, benarkah? kebetulan sekali" ucap Zeva senang
Zeva berpikir pasti ia akan bertemu ayah dan ibunya disana. Dan benar saja tepat saat hendak memasuki geraja, mereka bertemu di pintu masuk yang di lengkapi alat pemeriksaan agar tidak ada orang yang membawa benda tajam.
"Zeva" sapa Evan
"Papah?" balas Zeva dengan senyum terpaksa
"Ini rekan kerjamu?" kata Evan sambil menunjuk Daniel, Nadine, dan Satria.
"Iya paman, aku Satria" jawab Satria lebih dulu memperkenalkan diri.
"Sepertinya Zeva tidak akan bergabung dengan kita, dia bersama temannya" Kata Margaret agak keras.
Zevapun menundukan kepala saat kedua orang tuanya masuk, barulah mereka masuk dan duduk di bangku tengah. Sedangkan orang tuanya duduk di bangku depan dibelakang calon presiden.
"Nona Agatha, apa orangtua mu memang memanggilmu secara khusus?" Tanya Nadine ketika baru duduk di bangku gereja.
__ADS_1
"Itu panggilan akrabku, mulai sekarang panggillah aku dengan nama Zeva" jawab Zeva
"ahh, jadi Nona Agatha,,, tidak, Zeva, kau ini memang berasal dari keluarga konglomengrat? ayahmu adalah Evan Vandella.
"Nadine diamlah, acara nya akan dimulai" tegur Daniel saat ia melihat para biarawati masuk.
Zeva dan Nadine pun sudah memakai tudung kepala berwarna putih yang sudah di sediakan pihak geraja.
Para biarawati itu membawakan sebuah lagu pertama memuji keagungan Tuhan.
Harusnya setelah itu selesai, tapi seorang biarawati tetap di tempatnya, saat biarawati lainnya meninggalkan aula.
Penjagaan di gereja tersebutpun sangat ketat, begitu banyak pengawal yang mengawal para calon presiden.
"Sepertinya, kita punya lagu persembahan lagi" Ucap pendeta melihat si biarawati tak meninggalkan tempatnya.
"Berkat yang mengagumkan, begitu merdu suaranya,
Yang menyelamatkan anak haram sepertiku,
Aku pernah tersesat, tapi sekarang telah di temukan,
Rahmat yang diajarkan, hatiku takut,
dan rahmat itu menghilangkan ketakutanku,
betapa berharganya saat anugrah itu muncul"
Lagu yang dinyanyikan biarawati itu sukses membuat air mata Zeva menetes tiada henti.
Semuanya senyap setelah mendengar lagu dari biarawati itu, Nadine sudah menyeka airmatanya dengan tisu, sedangkan Zeva sudah berkali kali menghapus air matanya, namun menetes lagi.
"Nona Agatha, maksudku Zeva sepertinya kau sangat menghayati lagu itu hingga kau menangis sampai terisak seperti itu" Tegur Satria.
"Ya,,, aku tidak bisa membayangkan jika aku seperti lagu yang dia nyanyikan, aku terlalu menghayatinya." Jawab Zeva berbohong, padahal itulah kehidupannya.
Setelah pemberkatan di Gereja selesai, mereka berempat pergi ketaman Dream Land.
__ADS_1
Tempat yang sering dikunjungi oleh Nadine dan ayahnya.
"Dulu aku sering kesini bersama ayahku, sambil makan es krim, ahh,,, kalian mau es krim? tunggulah disini aku akan membeli es krim untuk kalian" usul Nadine.
"Tunggu, aku ikut denganmu" Tahan Daniel
Tertinggal Zeva dan Satria berdua, Satria menatapnya. Dapat dilihat dari pandangan Satria, bahwa Zeva memikirkan sesuatu.
"Kau memikirkan apa?" Tanya Satria.
"Tidak, bukan apa apa?" elak Zeva.
"Oh, ya Karena aku mabuk semalam, aku pasti merepotkan mu, apalagi membuat Grace menjadi pulang sendiri, Karena kau mengantarku, maaf sudah merepotkanmu" Kata Zeva meminta maaf.
"Tidak perlu minta maaf" Sahut Satria.
"Aku dengar dari sekertarismu tahun depan kau akan menikah dengan Grace" Lanjut Zeva
"Entahlah, aku dan Grace di jodohkan sejak kecil. Dan sekarang Grace mengidap penyakit meningitis stadium akhir" Jelas Satria.
Zeva menutup mulutnya dengan tangan kanannya, kaget ketika mendengar Grace mengidap penyakit mematikan itu.
"Aku harap Tuhan mengangkat penyakitnya" Kata Zeva lalu memandangi langit.
Melihat Zeva memandangi langit, Satriapun ikut memandang langit juga.
"Zeva,, Apa kau-----g"
"Eh, kalian mau vanilla atau strawberry??" Kata Nadine yang baru datang membeli es krim.
"Aku mau strawberry" Jawab Zeva lalu mengambil es krim strawberry yang ada di tangan Nadine. Nadinepun menyerahkan yang Vanilla kepada Satria.
"Minggu depan kita akan memulainya,,, benar benar tidak kusangka" Ucap Zeva.
"Oh, ya aku lupa nanti, kita disana ada timnya, Zeva satu tim sama Satria, Nadine sama aku. Karena aku juga gak terlalu paham anak anak, dan Nadine yang hampir sama denganku, jadi nanti kami akan mengurus dapurnya, setuju?" Jelas Daniel.
#*#*#
__ADS_1
Hai Guys,,, gimana harinya yang masih jadi kaum rebahan? Moga kita dilindungi sama yang kuasa yah, biar selalu dalam keadaan sehat,,, 🙏🙏