
Nala dan Ara sibuk berburu jajanan yang berjejer di pinggir jalan raya taman , membeli semua yang mereka mau bahkan mereka tak memikirkan apakah mereka sanggup atau tidak untuk menghabiskannya
"Hm ini enak banget"ucap Nala
"Beneran ?"tanya Ara
"Iya cobain deh , enak kan ?"Nala memperhatikan Ara yang masih mengunyah jajanannya
"Iya enak banget , minta lagi dong"ucap Ara
"Minta aja sama Abang yang jualan nanti gue bayar"balas Nala yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Ara
Setelah puas jajan dan memenuhi tangan dengan plastik-plastik jajanan mereka bergegas mengelilingi taman ibu kota dengan berjalan kaki . Berjalan menyusuri taman beriringan dengan banyaknya muda-mudi yang sedang berolahraga ataupun hanya sekedar nongkrong bersama teman-teman mereka
"Oiya gue baru ingat , kalau nggak salah setiap Minggu ada pertandingan basket di lapangan basket . Kita kesana yuk"ajak Nala
"Ayok ayok , tapi ada tempat duduknya nggak ? Ara capek dari tadi jalan terus"keluh Ara
"Hahaha , udah tenang aja disana ada tempat duduk untuk penonton kok . Kalau nggak ada pun entar gue cariin bila perlu gue deliveryin deh kursi khusus buat Lo"ucap Nala
"Emang bisa delivery kursi ? Bukannya yang delivery itu cuma buat makanan ya ?"tanya Ara dengan raut wajah yang bertanya-tanya
Nala hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan Ara barusan membuatnya bingung mau jawab apa karena dia juga nggak tau
"Bodo amat lah"ucap Nala seraya menarik tangan Ara agar segera pergi kelapangan
Berjalan bergandengan mencari tempat duduk yang teduh dikarenakan matahari sudah mulai menampakkan sinarnya . Duduk di tengah-tengah kursi penonton , Nala yang terus bersorak mendukung tim pilihannya sedangkan Ara sibuk memakan jajanannya
"Ra Lo dukung tim yang mana ?"tanya Nala
"Terserah Nala aja , pilihan Nala pasti yang terbaik"jawab Ara yang masih fokus dengan jajanannya
"Lo doyan apa lapar ?"Nala geleng-geleng kepala melihat Ara yang melahap jajanannya
"Emang kenapa ?"tanya Ara kembali
"Lo nggak liat disini banyak cogan Ra , Lo nggak mau makan kayak gitu ?"jelas Nala
__ADS_1
"Kenapa Ara harus malu ? Kan bukan jajanan mereka yang Ara makan , bukan uang mereka juga yang Ara pakai buat beli jajan . Jadi terserah Ara"jawab Ara dengan mulut yang masih penuh
"Iya iya terserah Lo aja asal Lo bahagia aja dah , gue pasrah"Nala pasrah dengan jawaban Ara yang ada benarnya
Nala tak ingin ambil pusing dengan Ara dan kembali fokus mendukung tim pilihannya , masalah Ara yang penting jajanannya banyak , air mineral udah ada dia akan diam dengan sendirinya
*
Niko mondar-mandir diparkiran taman ibu kot menantikan Nathan yang tak kunjung datang-datang . Bolak-balik melihat jam tangannya melihat jarum jam yang terus berputar , angka yang terus berganti namun yang di nantikan tak menampakkan batang hidungnya . Kesal menunggu lama akhienya Niko memutuskan untuk menelfon Nathan
"Woy dimana Lo ? Lupa Lo kalau ada tanding basket sekarang ?"Niko menghujani Nathan dengan pertanyaan
"Wees , sabar bro lagian kan masih ada 20 menit lagi . Ban mobil gue bocor jadi gue kebengkel , Lo duluan aja kelapangan bentar lagi gue jalan"jelas Nathan
"Buruan nyet , jangan sampai telat"ucap Niko
"Oke pak nyet"balas Nathan
Niko langsung memutuskan obrolan singkat mereka dan langsung bergegas menuju lapangan . Sampainya di lapangan matanya tertuju pada dua orang wanita yang sedang asyik duduk dibawah perlindungan pohon rindang
"Gue kayak kenal mereka , tapi dimana ya ?"tanya Niko pada dirinya sendiri
"Si anak baru dan si pemeras"gumam Niko
Niko berjalan dengan percaya diri mendekati mereka . Menjatuhkan tas olahraganya dengan sengaja didepan Nala membuat Nala yang awalnya fokus melihat cowok-cowok ganteng kini malah fokus pada seseorang yang berani menganggu ketenangannya . Begitupun Ara yang langsung menghentikan kesibukannya
"Berani banget Lo gangguin kesenangan gue"ucap Nala
"Sorry gue nggak sengaja"jawab Niko
"Buta mata Lo ? Kasian ya masih muda udah katarak"ucap Nala kesal
"Niko"ucap Ara
"Eeh , neng manis . Lagi nontonin pertandingan juga ya ?"tanya Niko yang langsung mengacuhkan Nala
"Iya , Niko ngapain disini ?"tanya Ara
__ADS_1
"Niko mau tanding dong , dukung Niko ya"ucap Niko dengan nada bicara yang manja
"Idih jijik gue dengernya"timbal Nala
"Gue nggak lagi ngomong sama Lo"ucap Niko
"Idih kepedean banget hidup Lo . Gue nggak ngomong sama Lo ! Gue lagi ngomong sama rumput yang bergoyang"jelas Nala
"Udah kok berantem . Niko kenain ini sahabatnya Ara"ucap Ara
"Lo , eh salah Ara kok mau sih sahabatan sama macan kayak dia ? Entar dimakan lho"ucap Niko menakut-nakuti Ara
"Bukan gitu , tapi Ara yang makan"ucap Ara
"Makan dia ? Emang sanggup ? Dagingnya pasti pait"balas Niko
"Nggak kok enak , ini Niko mau nggak ?"tanya Ara seraya menawarkan jajanan yang tadi dibelikan oleh Nala
Niko tertawa paksa melihat kelakuan Ara yang menurutnya super duper emaizing . Sedangkan Nala tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya yang super duper polos
"Udah ah ayo kita pulang , entar hitam kalau lama-lama disini "Nala menarik tangan Ara agar bergegas pergi dari sana namun tangan Ara yang satunya dipegang oleh Niko
"Mau Lo bawa kemana neng manis gue ? Dia bakal jadi superter gue"ucap Niko tak terima Ara dibawa begitu aja
"Ara Lo mau disini atau ikut gue pulang ?"tanya Nala
"Ara ikut pulang aja , Ara nggak mau jadi hitam . Nanti Oma nggak ngenalin Ara lagi"jawab Ara
"Hahaha , bagus anak pinter . Lo denger kan cupu dia mau ikut gue"ucap Nala
"Apa Lo bilang cupu ? Wah bener-bener Lo ya"Niko ingin mendekati Nala untuk kembali berdebat dengannya begitup Nala namun kegiatan mereka dihentikan oleh Ara
"Udah jangan berantem nanti masuk neraka"ucap Ara membuat Nala dan Niko tersenyum geli mendengar ucapan Ara
"Kali ini Lo boleh lolos tapi nggak buat besok-besok"ucap Niko
"Bodo amat"jawab Nala yang langsung pergi meninggalkan Niko dan Ara
__ADS_1
"Niko , Ara pulang dulu ya semoga Niko menang ya"ucap Ara yang langsung berlari mengejar Nala
Niko melihat kepergian Nala dan Ara sampai mereka menghilang dari pandangan Niko . Niko berbalik mengambil tas nya dan turun kelapangan untuk pemanasan