
Ara menuruni anak tangga dengan riang tak lupa dengan nyanyian-nyanyian kecil dari mulut nya
"Pagi bik , pagi mang"sapa Ara
"Selamat pagi tuan putri , ayo sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah"bik Narti membimbing Ara menuju meja makan
"Nathan belum datang ya bik ?"tanya Ara
"Den Nathan hari ini nggak bisa jemput neng Ara karena ada pekerjaan mendadak jadi hari ini neng Ara di antar sama mang Ujang ya . Nggak apa-apa kan neng ?"tanya bik Narti
"Iya nggak apa-apa kok bik , ayo kita mulai sarapannya entar keburu dingin"ajak Ara
Bik Narti dan mang Ujang sangat bahagia melihat Ara yang setiap harinya ceria setelah kehadiran Nathan , walau kadang penyakit Ara kadang kambuh namun itu tak akan bertahan lama
"Bik , Ara berangkat sekolah dulu ya"Ara mencium tangan bik Narti setelah itu langsung berlari masuk kedalam mobil
"Hati-hati pak , jangan ngebut-ngebut santai aja"bik Narti mengingatkan sang suami
"Iya buk , kalau gitu bapak pergi dulu ya"ucap mang Ujang
Ara duduk tepat di samping mang Ujang , bagi Ara mang Ujang bukanlah supir melainkan sosok seorang ayah yang selalu siaga 1 untuk menjaga dan merawat anak perempuannya
"Mang , kita setel music ya biar rame"Ara memutar lagu favoritnya
"Neng Ara kayak nya bahagia banget pasti karna den Nathan ya ?"tanya mang Ujang
__ADS_1
"Hehe , mamang tau aja"jawab Ara malu-malu
"Neng Ara sayang banget ya sama den Nathan ?"tanya mang Ujang
"Sayang dong , kalau nggak sayang nanti Nathan marah sama Ara"jawab Ara
"Memangnya den Nathan pernah marah sama neng Ara ?"tanya mang Ujang penasaran
"Pernah , waktu Ara nggak mau jadi pacarnya Nathan marah sama Ara . Haha lucu kan mang"jelas Ara dengan polosnya
"Kalau sekarang den Nathan masih suka marah-marahin neng Ara nggak ?"tanya mang Ujang
" Nggak , kan Nathan sayang sama Ara . Lagian kalau Nathan marah sama Ara berarti Ara ada salah"jelas Ara
"Hehe , iya juga ya neng"ucap mang Ujang
"Hati-hati mang"ucap Ara seraya melambaikan tangannya mengiringi kepergian mobil mang Ujang dari perkara gan sekolah , saat berbalik Ara dikejutkan oleh Angel dan Bella yang sudah berdiri di hadapannya sedari tadi
"Di antarin supir ya ? Kok nggak bareng sama Nathan ?"tanya Angel
"Pasti berantem ya ? Kasian banget , terlalu memaksakan diri makanya gitu"sambung Bella
"Ara nggak berantem kok sama Nathan . Nathan nggak masuk sekolah hari ini , jadi Ara di antar supir"jawab Ara dengan polosnya
"Nggak nanya tuh"balas Bella
__ADS_1
"Udah yuk , biarin aja kita kasih dia waktu bersenang-senang sebelum akhirnya menangis"ucap Angel yang merangkul tangan Bella meninggalkan Ara
Ara sama sekali tak memikirkan ucapan dari Bella sang juga Angel , entah karena tidak mendengar atau juga karena tidak mengerti . Setelah kepergian Bella dan Angel , Ara pun ikut berjalan dengan dendangan kecil dari mulutnya
*
"Nat , kenapa Lo dari tadi gue perhatiin Lo nggak fokus dalam metting"tanya Niko
"Ara baik-baik aja nggak ya tanpa gue ?"tanya Nathan
"Yaaah dasar bucin Lo . Ara itu punya Thalita sama Puji jadi nggak ada Lo pun nggak ngaruh dalam hidupnya"jelas Niko
"Kurang ajar Lo"ucap Nathan
"Udah gue yakin Ara baik-baik aja , ayo buruan ke kantin sebentar lagi metting akan di sambung lagi"jelas Niko
"Kapan selesainya ini ?"tanya Nathan
"Paling cepat nanti malam kita udah dirumah tapi kalau paling lama ya 2 atau 3 harian lah kita disini"jawab Niko
"Buset , nggak bisa di biarin ini"ucap Nathan
"Emang kenapa ?"tanya Niko
"Kasian pacar gue pasti kangen sama gue , pasti dia merasa kesepian nggak ada gue"ucap Nathan
__ADS_1
"Gue malah yakin kalau sekarang Ara sedang bersenang-senang"batin Niko yang sangat tau bagaimana para siswa memandangi Ara dan benar saja saat ini Ara sedang bercanda dengan teman-teman satu kelasnya . Berita mengenai Nathan tak masuk sekolah begitu di manfaatkan oleh kaum pria untuk mendekati Ara