
Setelah Diva pergi kini Reyhan hanya diam tersenyum membayangkan bagaimana lucunya Diva menggandeng mesra tangannya didepan umum
"Gadis nakal"Reyhan tersenyum seraya membayangkan tingkah Diva
"Assalamu'alaikum"suara perempuan yang begitu familiar menyadarkan Reyhan dari lamunannya
"Wa'alaikumusalam, dek"ucap Reyhan sedikit terkejut melihat kedatangan Aisyah
"Kok Abang kaget gitu, kenapa ?"tanya Aisyah
"Nggak ada, tumben aja kamu kesini. Ada apa sayang"ucap Reyhan dengan senyuman tulusnya
"Aku ngantarin ini buat Abang"Aisyah memberikan paper bag pada Reyhan
"Apa ini ?"tanya Reyhan
"Itu donat, tadi bunda bikin donat dirumah Abang nggak tau ?"tanya Aisyah
"Nggak, kan Abang di dalam kamar aja. Abang pamit pergi kerumah sakit pun bunda nggak ngomong apa-apa"jelas Reyhan
"Bunda lupa, makanya aku disuruh ngantarin ini buat Abang"ucap Aisyah
"Makasih ya sayang"Reyhan mengelus puncak kepala Aisyah dan tanpa disadari pintu ruangan Reyhan kembali terbuka menampakkan Diva yang sudah berdiri disana
__ADS_1
"Diva"ucap Reyhan terkejut
"Ah, maaf dok ponsel saya ketinggalan"Diva bergegas mengambil ponsel genggamnya diatas meja Reyhan dan bergegas kembali keluar namun belum sampai keluar ruangan Reyhan menarik tangan Diva
"Tunggu sebentar, saya mau jelasin ini dulu"ucap Reyhan
"Maaf dok saya fikir tidak ada yang harus dokter jelaskan pada saya. Saya permisi"Diva tersenyum pada Reyhan dan juga Aisyah lalu pergi meninggalkan mereka
"Diva"panggil Reyhan namun tak dihiraukan oleh Diva
"Dia siapa bang ?"tanya Aisyah
"Ceritanya panjang, makasih ya dek sudah bawain ini buat Abang tapi Abang harus segera keluar. Assalamu'alaikum"setelah mengucapkan salam Reyhan berlari kecil keluar mencari Diva
"Positif thinking Syah, jangan seuzon"Aisyah mengelus-elus dadanya seraya menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan pelan-pelan
Setelah perasaannya sudah mulai membaik Aisyah pergi keluar meninggalkan ruangan kerja sang Abang
*
Reyhan berjalan cepat menyusuri setiap lorong rumah sakit untuk mencari Diva dari taman sampai kantin namun Reyhan tak kunjung menemukan wanita yang beberapa Minggu ini sudah menemani hari-hari nya
"Dia pergi kemana sih ?"gumam Reyhan yang berdiri di meja resepsionis rumah sakit
__ADS_1
"Dokter Reyhan ada yang bisa kami bantu ?"tanya salah satu suster yang berjaga disana
"Sus, ada liat istri saya nggak ?"tanya Reyhan asal
"Istri ?"suster tersebut nampak bingung dengan pertanyaan Reyhan barusan
"Saya melihat nya tadi pergi keruangan rawat inap pasien yang beberapa hari mengalami kecelakaan tabrakan lari dok"seorang suster yang baru datang memberitahu Reyhan tentang keberadaan Diva
"Makasih ya sus, oiya sus nanti kalau suster melihat dokter Vito bilang sama dia kalau saya mencari dia"ucap Reyhan
"Baik dokter"mendengar ucapan sang suster membuat Reyhan tersenyum lebar dan bergegas pergi ketempat tujuannya
"Memangnya dokter Reyhan sudah menikah ?"tanya suster pertama
"Kabarnya seperti itu, istri dokter Reyhan cantik, baik lagi"jelas suster kedua
"Masa ?"tanya suster pertama
"Iya, yang membiayai pengobatan korban tabrak lari kan istrinya dokter Reyhan, dari operasi sampai ruangan Vip"jelas suster kedua
"Wah, laki-laki baik memang untuk wanita yang baik juga"ucap suster pertama
"Jodoh itu cerminan diri, jika menginginkan yang terbaik kita juga harus jadi yang terbaik dulu"jelas suster kedua
__ADS_1
"Siaap komandan"balas suster pertama