SUNSET

SUNSET
Part 30


__ADS_3

Sampainya di parkiran apartemen Diva tak ingin masuk melainkan memilih untuk menunggu motornya datang sehingga dia bisa langsung pulang


"Ayo masuk"ajak Reyhan


"Saya disini aja dok"ucap Diva


"Kamu mau nunggu apa disini ? Motor sudah diantar ke rumah kamu"balas Reyhan


"APA ?"Diva terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Reyhan


"Kalau motor saya sudah diantar ke rumah terus kenapa dokter bawa saya kesini ? Jangan macam-macam ya . Saya bisa ilmu bela diri lho"Diva sudah memasang kuda-kuda karena melihat Reyhan berjalan mendekatinya


"Hm , saya nggak nanya . Ayo masuk"Reyhan mengelus puncak kepala Diva sebentar lalu menarik tangannya untuk masuk ke apartemen


"Lepasin nggak , dasar dokter mesum"ucap Diva


"Saya belum ngapa-ngapain kamu jadi jangan bilang saya mesum . Lagian kalaupun saya mesum ke kamu saya juga akan bertanggungjawab kok tenang aja"jelas Reyhan dengan nada bicara yang sedikit menggoda


Karena kesal mendengar ucapan Reyhan barusan Diva menendang kaki Reyhan . Gadis itu selalu memberontak sepanjang lorong apartemen , sampai salah satu penghuni apartemen keluar melihat apa yang terjadi


"Selamat malam dokter Reyhan , baru pulang ya"sapa nya


"Malam pak Hartono , maaf kan istri saya yang sudah membuat tidur bapak terganggu"jelas Reyhan


"Istri ?"Diva melihat Reyhan dengan tatapan penuh tanya


"Dokter Reyhan sudah menikah ternyata , saya fikir masih sendiri"ucap pak Hartono tak menyangka


"Sudah pak , jarang dibawa ke sini . Ini juga karena ngambek makannya dibawa kesini"jelas Reyhan


"Bukan pak , saya bukan ist.."belum sempat Diva menyelesaikan kata-katanya Reyhan sudah menutup mulut Diva


"Kalau begitu kami permisi dulu , selamat malam pak"Reyhan berpamitan pada pak Hartono yang terus tersenyum melihat tingkah laku kedua suami istri tersebut


"Siapa pa ?"tanya istri pak Hartono yang baru keluar dari kamarnya


"Dokter Reyhan ma sama istrinya"jawab pak Hartono


"Dokter Reyhan udah nikah pa ?"tanya sang istri merasa tak percaya kalau dokter yang tampan , mapan dan penuh keramahan itu sudah menikah

__ADS_1


"Iya ma , istrinya cantik masih berbalut mukenah"jelas pak Hartono


"Mama mau liat"sang istri langsung berlari keluar apartemen nya ingin melihat Reyhan dan sang istri namun sayangnya sudah hilang dari pandangan


"Ketemu ma ?"tanya pak Hartono


"Udah nggak ada , papa sih kenapa nggak manggil mama tadi"ucap sang istri kesal


"Tadi kan mama udah tidur makannya papa biarin aja . Udah tenang aja besok masih bisa ketemu"pak Hartono membujuk istrinya agar tak cemberut


"Ya udah deh , besok mama mau bangun pagi-pagi mama mau ngantarin sarapan buat dokter Reyhan sama istri nya sekalian mama mau kenal sama istrinya dokter Reyhan . Secara kan pa dokter Reyhan itu baik , ramah , sopan juga . Mama aja kalau punya anak gadis mungkin sudah mama jodohkan sama dia"ucap sang istri sangat antusias


"Ya sudah ayo kita tidur , besok papa bantuin mama bikin sarapan"ucap pak Hartono


Kedua suami istri itu akhirnya kembali masuk kamar dengan semangat yang menggebu-gebu


*


Diperjalanan menuju rumah Nathan berhenti sejenak ke SPBU terdekat untuk mengisi bensin mobil nya . Tak sengaja dia melihat seseorang yang sangat mirip dengan sang adik , namun dengan gaya yang berbeda . Nathan semakin memperhatikan wanita itu dengan jelas , dan ternyata bukan hanya sekedar mirip tapi memang jelas itu adik nya


Nathan mendekati sang adik yang sedang Asyik duduk diatas motor dengan ponsel di genggamannya


Nala yang semula hanya fokus dengan ponsel genggamnya sekarang hanya terdiam melihat sang kembaran berjalan mendekatinya


"Aduh mampus gue , kenapa bisa ketemu Nathan disini sih"gumam Nala


"Hehehe , eh Abang ganteng dari mana Lo bang"ucap Nala


"Hehe , Abang ganteng "Nathan mengejek ucapan Nala


Nathan melihat penampilan sang adik dari bawah sampai ke atas . Memakai sepatu Vans , celana jeans robek-robek , jaket kulit hitam dengan rambut yang terurai bebas . Benar-benar tidak mencerminkan bagaimana adik nya dirumah


"Dari mana Lo dengan penampilan kayak gini ?"tanya Nathan


"I-itu gue abis pemotretan sama temen-temen sekolah gue biasalah solidaritas"jawab Nala


"Oh ya ? Terus teman-teman Lo dimana sekarang ?"tanya Nathan dengan tatapan mengintimidasi


"Udah pulanglah , lagian kan udah malam"jawab Nala

__ADS_1


"Coba gue liat foto-foto Lo sama teman-teman Lo"Nathan meminta ponsel Nala untuk melihat foto-foto Nala dan teman-temannya


"Mampus gue gimana ini ?"batin Nala


"Emang gue anak kecil yang bisa Lo bodoh-bodohi"batin Nathan


"Abang , jangan gitu dong"Nala mencoba merayu Nathan agar tak memeriksa ponselnya


"Apa Lo ? Giliran kepergok aja abang-abang , coba kalau dirumah Lo gue"Nathan berkacak pinggang melihat Nala


"Gue bilangin ke papa ah , eh sekalian ke bunda juga terus ke Abang Reyhan . Wah seru ni"ucap Nathan penuh kemenangan


"Abang kok jahat sih sama adiknya sendiri , jangan dong . Gue janji akan nurutin apapun keinginan Lo tapi jangan bilang ke papa , bunda apalagi Abang Rey bisa disuntik mati gue entar"rengek Nala


"Tadi aja abang-abang sekarang Lo gue lagi"ucap Nathan


"Hehe , adik khilaf Abang"jawab Nala dengan cengengesan


"Hm , gimana ya ?"Nathan mencoba untuk mempertimbangkan tawaran Nala


"Iya ajalah"ucap Nala memohon


"Oke deal , tapi Lo jelasin dulu ke gue dari mana Lo berpenampilan kayak gini ? Kayak anak jalanan tau nggak"Nathan geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang adik


"Gue abis ikut balap liar tadi , terus dikejar polisi"jelas Nala


"Masya Allah Nala , gue pastiin kalau papa sampai tau habis Lo . Apalagi kalau bunda pasti sedih banget anak gadisnya kayak gini ditambah lagi bang Reyhan tahu langsung di vaksin Lo . Yakin gue"ucap Nathan panjang lebar


"Ah satu lagi , kalau kak Aisyah juga tau gue yakin Lo nggak akan Nerima baju keluaran baru lagi . Jangankan keluaran baru yang limited aja gue jabanin kak Aisyah nggak bakal mau ngasih ke Lo"tambah Nathan


"Iiih jangan dong , kan Lo udah janji sama gue tadi . Lo harus tepatin janji Lo Nat , kita kan saudara kembar Nat masa Lo tega"ucap Nala dengan tampang mengiba


"Oke , karena gue lelaki yang ganteng , baik hati , tidak sombong dan rajin menabung . Gue jaga rahasia Lo , tapi ingat apapun keinginan gue Lo harus turuti"jelas Nathan


"Iya Abang Nathan yang ganteng , baik hati , tidak sombong dan rajin menabung"jawab Nala


"Ya udah kalau gitu balik bareng gue"ajak Nathan


"Nggak bisa gitu dong , gue harus ganti baju sama ngantarin motor dulu . Lo pulang aja duluan entar gue nyusul , tapi awas ya kalau Lo ngadu"ucap Nala

__ADS_1


"Oke , semua aman terkendali"Nathan langsung berlalu pergi masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan pulangnya sedangkan Nala pun begitu , namun bukan untuk pulang melainkan kerumah Ara karena disanalah tempat paling aman untuk menyembunyikan motor kesayangannya


__ADS_2