SUNSET

SUNSET
Part 22


__ADS_3

Saat mobil Nathan sudah meninggalkan rumah menuju rumah Ara untuk menjemputnya , baru pertengahan jalan ponsel Nathan berdering saat dilihat layar ponsel tertulis nama Ara disana


"Sabar , gue lagi dijalan bentar lagi sampai"jawab Nathan


"Assalamu'alaikum Nathan , kamu nggak usah jemput aku soalnya hari ini aku dianterin sama sahabat aku"balas Ara


"Wa'alaikumusalam , nggak boleh biar gue yang jemput Lo"ucap Nathan


"Tapi Nathan , sekali ini aja ya"jawab Ara


"Sahabat Lo cewek apa cowok ?"Nathan bertanya seperti itu semata-mata karena takut jika Niko tau kalau Ara pergi ke sekolah dengan laki-laki lain


"Bisa abis gue dibully si Niko"batin Nathan membayangkan jika benar Ara pergi ke sekolah diantar oleh sahabat cowoknya


"Cewek"jawab Ara


"Lo nggak bohong kan ? Awas aja kalau Lo bohong"ucap Nathan


"Iya , Ara tau kok bohong itu dosa"ucap Ara


"Bagus kalau Lo tau"setelah mengucapkan kata terakhir Nathan langsung memutuskan obrolannya dengan Ara dan langsung memutar setir kendali menuju sekolah


*


Setelah sarapan Ara duduk manis di tangga depan rumah menunggu kedatang sang sahabat . Nala berjanji kepada Ara akan mengantarnya ke sekolah hari ini , tak lama Ara menunggu suara klakson mobil sudah berbunyi di depan pagar rumah


"Sorry Ra gue telat jemput Lo , gue kesiangan"Nala meminta maaf kepada Ara karena telat menjemput Ara


"Nggak apa-apa lagian jam masuk sekolah masih lama"jawab Ara yang sudah duduk dengan manis di sebelah Nala


"Oiya , ini ada roti bakar dari nenek . Kata nenek kapan Lo main ke rumah , masa gue terus yang main kerumah Lo"ucap Nala yang memberikan kotak bekal untuk Ara


"Abis kamu kalau akhir pekan pulang tempat bunda , apalagi kalau malam kamu suka pergi-pergi terus"jelas Ara


"Hehe , iya juga ya"Nala cengengesan mendengar celotehan Ara barusan


Nala kembali fokus menyetir mobilnya sedangkan Ara sibuk dengan roti bakarnya , menyusuri jalanan menuju sekolah Ara . Sekolah Ara dan Nala berlawanan arah namun karena sekolah Nala agi ada acara jadi Nala bisa datang agak siang


"Ra , Lo udah sampai ni"ucap Nala

__ADS_1


"Udah ya , kok cepat banget"ucap Ara bingung


"Iya lah terasa cepat sepanjang perjalanan Lo sibuk sama roti bakar , gue yang sahabat Lo aja terabaikan cuma karena roti bakar"jelas Nala


"Hehe , abis roti bakar buatan nenek enak banget"ucap Ara


"Ya udah hari Senin gue anterin lagi roti bakar buat Lo"ucap Nala


"Beneran ? Emangnya nggak nyusahin nenek ?"tanya Ara


"Nggak , Lo tenang aja"ucap Nala


"Aaa , sayang Nala banyak-banyak"Ara langsung memeluk Nala secara tiba-tiba


"Ra Ra lepasin , susah nafas gue woy"ucap Nala yang sudah kehabisan nafas karena pelukan Ara yang begitu erat


"Hehe , maaf abis Ara bahagia"jawab Ara


"Ya udah buruan sana masuk , entar telat baru tau rasa"ucap Nala


"Oke deh , Ara masuk dulu ya . Nala ke sekolahnya hati-hati"Ara keluar dari mobil dengan melambai-lambaikan tangannya melihat kepergian Nala yang semakin lama semakin hilang dari pandangan


"Banyak juga ya pacar nya"ucap Bella


"Namanya juga gatel ya iyalah nggak cukup satu"jawab Angel


"Maksud nya apa ?"tanya Ara


"Maksud nya apa ?"Angel mengulang pertanyaan Ara dengan nada bicara yang mengejek


"Heh , jangan sok polos deh Lo . Jijik gue"Angel melipat kedua tangannya menatap jijik pada Ara


"Kenapa Angel benci sama Ara ? Padalhan Ara nggak pernah jahatin Angel"ucapan Ara dipenuhi tanda tanya


"Lo mau tau kenapa gue benci sama Lo ?"tanya Angel yang sudah mulai mendekati Ara


"Karena Lo si caper makanya gue benci sama Lo , semua yang seharusnya bersama gue sekarang udah Lo rebut"jelas Angel


"Tapi Ara nggak ngerebut apapun dari Angel"ucap Ara

__ADS_1


"Haha , Lo emang benar-benar cewek yang nggak tau diri ya"Angel kembali mendekati Ara dengan tujuan untuk menjambak rambutnya namun kegiatannya terhenti saat satpam sekolah menyuruh mereka masuk


"Kalian ngapain masih di sana ? Sebentar lagi bel berbunyi , cepat masuk ke kelas"ucapnya


Angel dan Bella pergi meninggalkan Ara yang sudah terdiam di depan gerbang sekolah , ingin rasanya Ara menangis namun dengan sekuat tenaga harus dia tahan . Dia tak ingin semua orang melihatnya lemah


*


Nathan , Niko dan teman-temannya nya lain sedang duduk di kantin sekolah tapi bukan untuk sarapan melainkan untuk bermain game online . Bermain game sudah terselesaikan kini tiba saatnya untuk mereka masuk kedalam kelas karena bel sekolah sudah berbunyi . Saat ingin pergi dari area kantin Niko menarik kerah baju Nathan


"Apaan sih Lo , berani banget Lo narik-narik baju gue"ucap Nathan yang langsung merapikan baju sekolahnya


"Lo mau kemana ?"tanya Niko


"Ya masuk ke kelas lah kemana lagi"jawab Nathan


"Lo nggak mau beliin sarapan buat pacar Lo ?"tanya Niko


"Idih , ngapain gue beli sarapan buat dia"ucap Nathan yang kembali melangkahkan kakinya namun lagi-lagi Niko menahan kepergian Nathan


"Mau gue bunuh Lo"ancam Nathan


"Wiss , santai bos galak amat . Gue sebagai sekertaris yang tampan , baik hati dan rajin menabung cuma mau ngingetin Lo bahwa perjanjian kita Lo harus berperilaku layaknya seperti sepasang kekasih beneran"jelas Niko


"Lo aja yang beliin dia sarapan , gue mau kekelas"ucap Nathan


"Nggak bisa gitu dong , dia kan pacar Lo bukan pacar gue"balas Niko


Nathan memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam untuk menurunkan amarahnya pada Niko yang sudah bertindak seenaknya


"Oke gue bakal beliin sarapan buat pacar gue tercinta . Nanti setelah gue balik ke kelas gue mau laporan pengerjaan proyek baru yang di Inggris sudah ada diatas meja gue"ucap Nathan


Mendengar ucapan Nathan Niko langsung terkejut , bagai tersambar petir siang bolong . Niko menarik tangan Nathan untuk segera membawanya kekelas


"Kalau gitu Lo nggak usah beliin dia sarapan , kita langsung kekelas aja yuk . Lagian pacar Lo udah besar pasti bisa beli sendiri"rayu Niko


"Sayangnya gue udah berubah fikiran , gue mau beliin pacar gue sarapan"jawab Nathan yang langsung melepaskan tangan Niko dari lengannya


"Mampus Lo emang enak"batin Nathan

__ADS_1


Nathan langsung pergi mendekati penjual nasi goreng sedangkan Niko hanya terdiam ditempat melihat kepergian Nathan . Setelah sadar dari diamnya Niko langsung berlari menuju kelas untuk menyelesaikan laporan kerjanya yang baru selesai setengah


__ADS_2