
Ujian nasional sudah dimulai hari ini , berbeda dengan hari biasanya kali ini Ara berangkat sekolah tidak dijemput oleh Nathan melainkan diantar oleh mang Ujang . Karena Ara dan Nathan sudah sepakat semalam ujian sekolah mereka harus fokus untuk belajar , bahkan Nathan dan Ara berbeda dari pasangan yang lainnya . Disaat orang lain sibuk berpacaran dan mengharapkan nilai hanya dari kunci jawaban , Nathan dan Ara disibukkan dengan belajar dan tak pernah percaya dengan yang namanya kunci jawaban
"Neng Ara sudah siap untuk ujian nasionalnya ?"tanya mang Ujang
"Siap mang"jawab Ara dengan semangat
"Sudah siap berperang melawan soal-soal ujian ?"tanya mang ujang lagi
"Siap mang"jawab Ara kembali
"Syukur Alhamdulillah , mamang sama bibik cuma bisa bantu neng Ara dengan doa dari rumah . Semoga neng Ara bisa lulus dengan nilai terbaik ya neng biar bisa kuliah di tempat yang neng Ara mau"ucap mang Ujang
"Iya mang , Ara seneng banget memiliki mang Ujang dan bik Narti . Ara sayang kalian"Ara memeluk mang Ujang dari samping
__ADS_1
"Mang Ujang sama bik Narti juga sayang sama neng Ara . Bukan hanya sayang tapi kami bangga sama neng Ara"jelas mang Ujang
"Sekarang Ara turun dulu ya mang , Mamang hati-hati dijalan"ucap Ara yang akan membuka pintu mobil
"Eeh , sebentar neng"mang Ujang menahan tangan Ara agar tak buru-buru keluar mobil
"Ada apa mang ?"tanya Ara
"Nomor ujiannya udah ada neng ?"tanya mang Ujang
"Botol minum ?"tanya mang Ujang kembali
"Sudah ada"Ara mengeluarkan botol minum berwarna pink dari dalam tasnya
__ADS_1
"Bekal ?"tanya mang Ujang kembali
"Hahaha , kan udah dimakan dijalan tadi . Udah masuk kedalam perut"Ara dan mang Ujang langsung tertawa bersama
"Ya sudah neng Ara semangat ujiannya ya , jangan lupa baca doa dulu . Kerjain soal yang neng Ara bisa aja dulu , jangan terlalu tenang rileks aja ya neng"jelas mang Ujang
"Siaap mang . Ara masuk dulu yaa da da mang Ujang"Ara berlari kecil memasuki gerbang sekolah seraya melambai-lambai kan tangannya pada mang Ujang
Melihat semangat Ara yang menggebu-gebu membuat mang Ujang terharu . Kehadiran Ara mampu mengisi ruang kosong kehidupan mang Ujang dan bik Narti karena sudah sekian tahun mereka menikah namun belum di karuniai seorang anak . Bekerja sebagai pengasuh Ara dari kecil sudah membuat mereka menganggap Ara seperti anak kandung nya sendiri bahkan semenjak kepergian kedua orangtua Ara hanya mang Ujang dan bik Narti lah yang mengurus Ara . Ikut merasakan sakit disaat Ara sakit dan ikut merasakan sedih disaat Ara menangis
Begitupun Ara yang semenjak kepergian kedua orangtuanya Ara sudah menganggap Bim narti dan mang Ujang sebagai kedua orangtuanya sendiri bahkan sang Oma pun sudah mempercayakan bik Narti dan mang Ujang untuk merawat sang cucu semata wayang . Bahkan tak jarang setiap harinya mang Ujang harus melaporkan apa saja kegiatan Ara
"Bahagia selalu ya neng . Kebahagiaan neng Ara adalah kebahagiaan mang Ujang juga"gumam mang Ujang dan langsung menjalankan mobilnya keluar dari area sekolahan
__ADS_1
Siswa-siswi SMA BhinaBakti saat ini sedang melaksanakan ujian nasional , hanya siswa-siswi kelas XII yang masuk sekolah sedangkan yang kelas X dan XI diliburkan . Sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya banyak siswa-siswi yang saling memberi kode pada teman satu ruangan hanya untuk mendapatkan satu jawaban bahkan tak sedikit siswa-siswi yang juga mendapatkan kunci jawaban yang entah dari mana asalnya